Subscribe Us

Kenapa Lubang Pusar Tidak Boleh Dibersihkan?

Pusar adalah suatu tanda lubang tertutup di atas perut, yang sengaja dibuat ketika tali pusar dilepas dan dipotong dari perut bayi yang baru lahir agar terlepas dari plasenta ibunya. Semua makhluk mamalia yang berplasenta pasti akan mempunyai pusar. Pada hewan umumnya pusar hanya terlihat seperti garis tipis yang samar.
Kotoran pada kulit (daki/ bolot ), meskipun setiap hari kita sudah mandi, kotoran ini tetap ada. Ini disebabkan karena sebenarnya daki itu bukan cuma kotoran. Setiap hari ada sel mati yang mengandung keratin gugur dari permukaan kulit dan minyak yang keluar, semua bercampur bersama kotoran, itulah yang menjadi daki. Sel kulit mati dan minyak yang terkumpul pada lubang pusar menjadi kotoran di sana. Tetapi kotoran pusar itu tidak boleh dibersihkan.
Kenapa lubang pusar tidak boleh dibersihkan?
Kulit yang terdapat pada pusar lebih tipis daripada kulit pada bagian tubuh yang lainnya. Jadi, jika kulit dianalogikan sebagai dinding kastil, pusar dianggap sebagai pintu gerbangnya. Ingatkah anda, dulu waktu anda masih dalam kandungan ibu, pusar menjadi penghubung antara ibu dan anak. dan sekarang pintu itu sudah tertutup.
Pintu merupakan titik lemah dari suatu kastil. dan pintu ini harus senantiasa kita jaga, karena jika pintu ini anda rusak sendiri dengan mengorek-korek atau membersihkannya yang akan menyebabkan pintu retak, anda yang akan rugi sendiri. Bagaimana tidak, anda telah membukakan jalan pada jutaan musuh yang telah menunggu di sekeliling kastil anda.
Walaupun di balik kulit masih ada pertahanan lainnya (Antibodi, makrofag, dll), apa salahnya jika anda menjaganya, karena tidak ada yang bisa menjamin prajurit anda di balik dinding kastil akan menang atas serangan musuh.

Realisasi Kinerja Jokowi

Kebebasan berdemokrasi telah mengantarkan seluruh elemen masyarakat ikut berperan serta dalam memperjuangkan pilihannya. Melihat realitas dari janji kampanye Joko Widodo yang mendengarkan keluhan rakyat, bersentuhan langsung, mementingkan pelayanan rakyat, jujur dan bekerja nyata yang menjadi sebuah prioritas, dengan ideologi politik seperti itulah mampu mengantarkan masyarakat mempercayakan beliau menjadi presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 dan mendapatkan kemenangan.

Jokowi menegaskan bahwasannya dengan adanya etos kerja yang baik akan mempercepat pencapaian  kehendak kita bersama untuk menjadikan bangsa kita besar.  Bagaimana pidato Presiden Jokowi tentang pentingnya bekerja? Di sini ada hal yang menarik pidato dari beliau bagaimana keberpihakannya, merakyatnya, tanpa melihat kelas yang dilihat hanyalah prioritas dalam bekerja harus dilakukan dengan maksimal di segala aspek, kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, pedagang asongan, sopir, akademisi, guru, TNI, POLRI, pengusaha dan kalangan profesional.
Saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong rotong. Inilah, momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama untuk bekerja…bekerja… dan bekerja. baca disini 
Jokowi menekankan bangsa ini perlu bekerja keras, karena kerja merupakan makna budaya dan representasi pembangkit karakter bangsa, dengan itulah tidak akan ada kemunduran di berbagai bidang. Bekerja yang baik menurut Jokowi ialah bagaimana kita bisa menghasilkan sebuah hasil yang bisa di lihat, dirasakan orang lain dan mempunyai kebanggaan dan kepuasaan bagi diri sendiri.
Sejarah mencatat bangsa ini merdeka dengan cara bekerja keras dalam menumpas penjajahan sehingga kita merdeka. Setelah bangsa ini merdeka selama 71 tahun Jokowi berharap seluruh elemen masyarakat beserta stakeholder yang merupakan aset berharga bangsa dapat meneruskan cita-cita perjuangan para pendahulu kita yang menginginkan bangsa kita berjaya.
Jokowi melihat perlu adanya revolusi dengan cara merubah pola pikir bangsa melalui realitas yang ada dengan cara kerja keras dan bergotong royong. Bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugasnya masing-masing, di segala bidang apapun, dengan kreativitas yang dimiliki.
Jokowi yakin Negara ini akan semakin kuat dan mampu bersaing dalam dunia global dengan selalu mengedepankan dan  menumbuhkan kecintaan kita terhadap bangsa ini.
Oleh sebab itu Jokowi mengusung adanya konsep Revolusi Mental. Revolusi Mental memang tidak akan bisa terlepas dari Bung Karno. Beliaulah yang menjadi pencetus dan membuat idenya. Jokowi berharap bangsa ini menjadi manusia yang berintegrasi.
Jokowi melihat bagaimana kerusakan di dalam etos kerjaterjadinya penyelewangan-penyelewangan di bidang ekonomi, politik, kebobrokan di bidang hukum para pemangku jabatan yang lebih mementingkan kepentingan sendiri dan golongannya dimana mereka bekerja semata-mata  hanya untuk uang.
Program-program yang dijalankan sebatas wacana tanpa memerdulikan tanggung jawab dari apa yang semestinya dilakukan, masyarakat sudah terlalu lelah untuk mendengarkan retorika-retorika yang diaspirasikan dan dijanjikan, prinsip kerja asal kerja menjadi sebuah keterbiasaan,  wacana dalam bekerja dianggap menjadi hal mudah dan lumrah bagi mereka.
Revolusi mental menurut Jokowi adalah bangsa yang berkarakter santun, berbudi pekerti, ramah dan bergotong royong. Artinya masyarakat harus mengenal orisinal bangsa Indonesia, karena dengan menerapkan sistem seperti itu tidak akan ada munculnya korupsi, kolusi, nepotisme, dan kerja yang tidak baik.
Menurut Jokowi terminologi revolusi tidak selalu perang melawan penjajahan, menurutnya revolusi merupakan refleksi tajam bahwa karakter bangsa harus dikembalikan keaslinya. baca disini dan implementasinya adalah melalui jalur pendidikan yang berkualitas dan merata, serta penegakan hukum yang tak pandang bulu.
Kepercayaan masyarakat lantas dibuktikan oleh Joko Widodo perjalanan tiga tahun dari kepemimpinan Jokowi membawa perubahan, Ideologi  kerja Kabinet Jokowi dalam menerapkan prinsip kerja nyata pun dilaksanakan, misalnya prioritas Nawa Cita mulai memberikan angin segar kepada masyarakat.
Bagaimana dampak yang dirasakan  dari program KIS (Kartu Jakarta Sehat) dalam perubahan ekonomi menurut Direktur utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris dalam waktu 3 tahun. Program JKN – KIS telah menanggung hampir 70% dari total penduduk Indonesia. baca disini 
Sistem Pemerintahan yang transparan, pengurusan birokrasi terhadap pelayanan publik di segala aspek kepemerintahan semakin baik dan berkurangnya pungli, sidak yang dilakukan di kantor pemerintahan menjadikan para pegawai ketar-ketir dan tidak ada kata bermalas-malasan dalam bekerja.  Beberapa proyek mangkrak berhasil diselesaikan, salah satunya insfratuktur jalan dan pembangunan proyek kelistrikan. baca disini
Perubahan nyata dari pembangunan khususnya insfrastuktur jalan setelah beliau memimpin tidak hanya terfokus di Jakarta dan Pulau Jawa saja, tetapi lebih ke pemerataan pada daerah-daerah yang sulit di jangkau seperti Sumatra hingga Papua.
Pemerataan insfratuktur akan dapat merubah perputaran ekonomi yang lebih baik, penjualan dan produk-produk dari hasil bumi daerah dapat tersalurkan dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Semua itu tak semudah mengembalikan telapak tangan untuk mewujudkannya.
Para pemimpin besar adalah pemimpin yang mampu memicu imajinasi rakyatnya untuk mencapai cita-cita dan impian yang besar. Sehingga pengaruhnya merubah pola pikir rakyat untuk tidak ragu dan penuh semangat melakukan apapun untuk mencapainya, bahkan melakukan pengorbanan-pengorbanan  besar. Para pemimpin seperti Soekarno, Gandhi, Wasinghton atau Kennedy mampu membakar semangat pengikutnya sehingga tujuan besarnya tercapai.
Seseorang yang memiliki visi besar, impian, imajinasi dan karakter yang cukup kuat untuk mendorong perubahan dan kemajuan, Revolutionaries, dia harus memiliki kecerdasan, keberanian sekaligus empati. baca disini  
Jokowi mempunyai kemampuan dekat dengan rakyat, dengan cara itulah beliau mempunyai harapan untuk menentukan wajah Indonesia mencapai cita-citanya menuju masa depan yang lebih baik, semoga dengan kekuasaan politik yang dimiliki tetap konsisten dengan kerja nyata, Pemimpin yang baik, harus bisa memilih solusi yang terbaik dari yang terburuk, memberikan solusi-solusi kreatif yang bisa diterima di semua pihak.
Kemampuan komunikasi Jokowi menjadi hal yang vital karena merupakan hal yang sangat penting dalam penyampaian visi dan ide yang baik, sebuah ide yang besar bisa gagal dan sering gagal karena terlalu banyak alasan dalam komunikasi, dan kesadaran warga Negara pun akan sangat membantu dalam kinerja pemerintah untuk perubahan ke arah yang lebih baik.
Ungkapan Jokowi sebagai Presiden RI bukan semata omong kosong,  akan tetapi kata kerja yang diungkapkan Jokowi merupakan sebuah kerja nyata, membangun karakter bangsa, membangun budaya seperti itulah Jokowi membangun sebuah kesadaran tentang etos berbangsa dan bernegara.

Apa Makna Tato 4:20 di Tangan Ello?

Apa Makna Tato 4:20 di Tangan Ello?



Di Amerika tanggal 20 April menjadi hari yang disebut dengan international counterculture holiday yang terkenal dengan sebutan
Metrotvnews.com, Jakarta: Marcello Tahitoe atau yang akrab disapa Ello tertangkap Polres Metro Jakarta Selatan terkait dengan keterlibatan narkoba. Ello diduga mengonsumsi narkoba jenis ganja. Dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya bakal mengumumkan kasus itu sore nanti.

Terlepas dari kasus narkoba pada kalangan artis, ada hal yang menarik dari tato yang terukir di tangan kanan anak ketiga dari mendiang Diana Nasution tersebut. Tersemat 4:20. Walau Ello pernah juga mengatakan bahwa di pukul tersebut saat-saat di mana matahari tak lagi panas menyinari bumi. Namun apakah ada arti dan sejarah dari tato dari penyanyi yang terkenal dengan tembang "Pergi Untuk Kembali" dan "Masih Ada" tersebut?

Sejarah Angka 4:20 Itu Sendiri

Jika ditilik dari Wikipedia.com, diketahui tahun 1971, ada lima anak sekolah menengah atas di San Rafael, California yang menyebut diri mereka sebagai "the Waldos". Julukan ini merupakan kepanjangan dari "wall outside the school".

Adalah Steve Capper, Dave Reddix, Jeffrey Noel, Larry Schwartz, and Mark Gravich, lima anak yang mencari daun ganja yang pernah mereka pelajari kandungannya. Mereka mencari berdasarkan peta yang mereka percayai dibuat oleh para penanam tanaman ganja.

Anak-anak "the Waldos" ini bertemu di pukul 4:20 p.m. (sore), sebagai waktu bertemu yang lokasinya berada di bawah patung the Louis Pasteur di taman sekolah menengah atas, San Rafael High School.

Awalnya the Waldos ini sering menyebut 4:20 Louis (maksudnya di sekitar patung Louis atau patung Louis Pasteur yang merupakan karya dari Benny Bufano).

Karena terlalu panjang, mereka sering menyebutnya hanya dengan "4:20" saja. Menurut Wikipedia.com, akhirnya angka ini berkembang menjadi sebuah kode yang berarti penggunaan marijuana/ganja secara umum.

(Baca juga: Marcello Terjebak di Jalur Alternatif)

Angka 4 dan 20 sendiri juga merupakan bulan April yang dalam penulisan Amerika disingkat menjadi bulan terlebih dahulu (4) kemudian tanggal terjadinya yaitu (20).

Di Amerika tanggal 20 April menjadi hari yang disebut dengan international counterculture holiday yang terkenal dengan sebutan "cannabis culture", dan tepatnya pada pukul 4:20 tersebut merupkan waktu di mana menikmatinya.

Cerita tersebut didapatkan dari salah satu anggota the Waldos yang menceritakan kisah tersebut dalam rekaman yang berkaitan dengan tindakan kriminal. Fakta lain juga menyebutkan bahwa penulisan 4:20 juga memiliki variasinya yang berbeda, seperti misalnya 4/20, 4.20 atau 420.

Saksi Kunci E-KTP Tewas, Masih Ingat Kasus Marimutu Manimaren dan Bos Kontraktor Hambalang yang Loncat dari JPO Cawang?

Jangan dekat-dekat dan berurusan sama mafia. Bahaya!
Sepertinya kalimat di atas harus kita camkan baik-baik. Dekat dan berurusan dengan mafia itu ada sisi enaknya. Proyek banyak, uang berputar besar, kalau ada yang mengganggu kita bisa minta tolong mereka untuk bantu ‘mengatasi’, koneksinya luas, punya pengaruh, dan benefit-benefit lainnya. Tapi, begitu kita menjadi ancaman atau bersenggolan dengan mereka wah bahayanya juga besar. Bisa nyawa kita bahkan anggota keluarga seperti anak dan pasangan yang jadi taruhan.
Kita mendengar kabar Johannes Marliem, saksi kunci kasus e-ktp, tewas. Disebutnya sih bunuh diri. Tapi seberapa besar Anda percaya dia betul bunuh diri? Saya sih cuma percaya 10 persen. Itupun kalau benar dia bunuh diri, 99 persen saya yakin pasti ada rangkaian teror yang terus menerus menyerangnya.
Tapi Johannes tewasnya di luar negeri lho…. Lah memangnya mafia yang merasa terusik dengannya nggak punya modal dan kuasa untuk menerornya di luar negeri sana? Ya jangan samakan dengan Anda yang kalau ribut sama orang saking nggak punyanya modal jadi cuma nyindir-nyindir di media sosial saja.
Entah kenapa banyak sekali kejadian di mana orang-orang yang sedang berada dalam lingkaran kasus besar berakhir mengenaskan. Pemberitaan menyebutkan bunuh diri. Tapi ya balik lagi, saya sih nggak yakin itu murni bunuh diri.
Mari kita flashback
Selasa pagi 11 November 2013 Ikuten Sinulingga, Direktur Operasional III PT Wijaya Karya Tbk (Wika), nekat melompat dari Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Halte Transjakarta Cawang Supoyo, Jakarta Timur. Ikuten sempat dibawa ke IGD RS UKI namun akhirnya nyawanya tak bisa tertolong setelah seminggu dirawat.
Muhammad Nazaruddin, menyebut perusahaan konstruksi Wijaya Karya terlibat dalam proyek Hambalang yang saat itu tengah diselidiki KPK dengan membantu PT Adhi Karya dalam menyiapkan uang Rp 100 miliar untuk Anas Urbaningrum.
Saat itu jubir Wika mengatakan Ikuten terpeleset dan mengatakan kejadian itu tidak ada hubungannya dengan kasus Hambalang. Khayal nggak sih orang terpeleset di jembatan sampai seperti itu? Padahal JPO punya pagar pembatas yang akan menahan tubuh orang dewasa andaikanpun mereka terpeleset saat berjalan agar tidak jatuh ke bawah. Kalaupun terpeleset asumsi saya sih cuma mentok terkilir saja atau kalau wanita dengan high heels bisa mengalami patah kaki. Dan saat itu seperti berusaha dibentukkan opini “ini tidak ada hubungan dengan kasus Hambalang“.
Saat itu Minola Sebayang, pengacara yang masih kerabat Ikuten, sempat menyatakan dugaannya ada unsur kriminalitas di balik kasus ini. Sayangnya saat kejadian tidak ada saksi. Bahkan tubuh Ikuten yang jatuh ditemukan sopir taksi yang kebetulan lewat saat itu. Telepon genggam Ikuten hilang saat kejadian itu namun dompetnya utuh.
“Jam tangan yang digunakan Ikuten talinya (dari kulit) putus, namun kacanya tak pecah. Kalau memang loncat, harusnya kaca itu pecah, dan talinya tidak putus. Jam tangan itu terlepas dan ditemukan di dekat korban,”
Mundur ke satu dekade sebelumnya di tahun 2003. Marimutu Manimaren, tokoh Golkar yang juga adik bos PT Texmaco Marimutu Sinivasan, loncat dari lantai 56 Hotel Aston Semanggi hingga mayatnya pun bersimbah darah serta organ tubuhnya ada yang tercecer.
Banyak yang kemudian mempertanyakan, Marimutu benar bunuh diri atau bagaimana? Apakah tekanan karena namanya (bersama dengan Setya Novanto) disebut-sebut Rudy Ramli dalam skandal Bank Bali menjadi motif tindakan nekatnya itu? Untuk pengusaha dan politisi sekelas Marimutu masak sih kasus begini saja bisa meruntuhkan mentalnya?
Jadi Kesimpulannya?
Saya ragu Johannes benar-benar bunuh diri. Melihat semangatnya membuka kasus ini termasuk dengan mengatakan punya rekaman 500 GB segala percakapannya tentulah dia punya nilai tawar tinggi. Seapes-apesnya dia ikut terseret hukumannya bisa diperingan karena dianggap kooperatif sekaligus sebagai justice collaborator.
Sekarang tinggal tergantung apakah kepolisian AS akan benar-benar mendalami kasus ini atau tidak? Apakah 500 GB rekaman yang dimiliki Johannes hilang atau masih bisa ditemukan juga penting untuk ditelusuri. Harapan saya semoga saja KPK sudah punya salinan atau bukti aslinya agar meski Johannes sudah tiada namun prosesnya tetap bisa berlanjut.
Kasus e-KTP, Hambalang, maupun Bank Bali merupakan kasus besar di eranya masing-masing. Saya yakin banyak teror yang dialamatkan ke penyidik maupun mereka yang menjadi tokoh kunci. Seperti di kasus e-KTP ini kita tahu Novel Baswedan juga disiram air keras. Sebenarnya itu adalah peringatan awal saya rasa dari siapapun yang ingin penyidikan kasus ini tak berkembang lagi. Dan saya jadi memahami kenapa Pak Tito dan kepolisian berat. Bukan karena mereka tidak peduli, tapi yang dihadapi ini mafia-mafia yang seperti belut.
Meski bisa jadi kejadian ini mirip seperti meninggalnya mantan pacar Awkarin, Oka, yang meminjam istilah sang ayah ‘collapse by design‘ yang kalau mau diarti-artikan (karena kalau dicari artinya literally nggak ada) semacam suatu tindakan intensional yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk menjatuhkan psikis atau mental korbannya sehingga merasa ketakutan, tak berdaya, dan putus asa.
Bisa jadi ada serangkaian teror yang ditujukan secara langsung pada mereka atau keluarganya yang akhirnya menjadi beban. Kalau dalam kasus Oka adalah komentar-komentar dari fans Awkarin yang menudingnya menipu serta beberapa pernyataan Karin dan teman-temannya di media sosial mereka yang menggiring munculnya opini tersebut maka dalam kasus ini triggernya adalah ketidakmauan seseorang atau sekelompok orang yang kejahatannya akan terbongkar jika saksi kunci ini sampai punya kesempatan membuka segala sesuatunya.

Kejutan Tengah Malam, Pak Jokowi Menonton Konser di Kemayoran

Seperti yang kita tahu, hari ini (11/08) Pak Jokowi menghadiri silaturahmi nasional bersama dengan ribuan relawannya yang diperkirakan mencapai 10.000 peserta. Tema dari acara ini adalah “Pancasila rumah kita”, dimana tujuan dari acara ini bukan hanya sekadar silaturahmi tetapi juga untuk mempererat rasa persaudaraan dan persatuan.


Pak Jokowi hadir di acara ini pada pukul 18.20 WIB. Bersamanya juga terlihat Gubernur DKI Jakarta, Pak Djarot, beberapa menteri seperti Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menkominfo Rudiantara, dan Kepala Kantor staf Presiden Teten Masduki. Terlihat juga beberapa politisi dari PDIP. Pada acara tersebut juga menegaskan untuk mendukung Pak Jokowi melanjutkan kinerja baiknya untuk periode berikutnya.
Acara tersebut selesai pada pukul 21.00 WIB, dan sejatinya Pak Jokowi dijadwalkan untuk pulang ke Istana Bogor dan istirahat. Tetapi ibarat tenaga yang selalu terisi, Pak Jokowi memilih untuk memutar balik dan menonton konser di Jakarta International Expo.
Konser ‘We The Fest’ adalah konser tahunan yang diadakan di Jakarta dengan mengusung konsep urban festival. We The Fest tahun ini dilaksanakan tanggal 11-13 Agustus 2017 di JI Expo Kemayoran. Band-band yang tampil terdiri dari band lokal dan band internasional. Beberapa nama band lokal sudah tidak asing lagi seperti “The S.I.G.I.T”, “Anomalyst”, dan “Payung Teduh”. Juga ada penyanyi yang terkenal seperti “Raisa”, “Jonas Blue”, “Yuna” dari Malaysia, hingga “Andre Dunant”. Tidak hanya sebatas konser, di acara ini juga diadakan beberapa pameran.
Menarik untuk dilihat karena seorang presiden tiba-tiba datang ke acara anak muda seperti ini. Dan dari nama-nama band tersebut hampir tidak ada yang merupakan band Metal seperti yang disukai oleh Pak Jokowi selama ini.
Dilansir dari Detik.com, bahwasannya datang ke konser tersebut memang tidak ada di agenda dan Pak Jokowi hanya ingin melihat-lihat saja
“Ya, saya ingin melihat tren saja. Kalau saya kan penginnya metal, tapi tadi saya lihat kayak Shura, ya baguslah,” kata Jokowi di lokasi.
Jokowi menyebutkan baru pertama kali mengunjungi konser musik tersebut. Karena itu, ia ingin melihat dan menikmati konser.
“Saya mau lihat-lihat dulu, ini pertama kali saya ke sini,” ucap Jokowi.- Detik.com
Pak Jokowi memang merupakan salah satu sosok yang sulit ditebak. Terlihat ketika Pak Jokowi mengundang para pelawak ke Istana. Ketika Pak Jokowi memberikan sepeda ke Raisa. Hingga bagaimana Pak Jokowi membuat vlog tentang kelahiran anak kambing.
Dari semua tindakannya selalu ada yang menerima dampak positif dan ada yang menerima dampak negatif (contohnya sang mantan tersindir). Dan terkhusus dari kegiatan ini juga ada yang mengalami dampak serupa. Untuk dampak positifnya tidak perlu diragukan lagi adalah panitia dari acara “We The Fest”. Kita semua tahu bahwa Pak Jokowi adalah buzzer yang terbaik di Indonesia. Setiap jenis pakaian baru yang dipakainya pasti akan laris di pasaran. Begitu juga dengan konser ini. Jika kita melihat ke website wethefest.com maka kita akan menemukan bagaimana mahalnya harga tiket konser tersebut yakni tiket yang paling murah seharga Rp. 560.000,-. Dengan kehadiran Pak Jokowi ke acara tersebut tentu saja akan membuat banyak orang penasaran dan akan memberikan dampak positif di dua hari tersisa. Dampak lainnya juga dari tiket yang dibeli oleh Pak Jokowi beserta pengawalnya.
Ada yang mendapat untung, ada juga yang mendapat lelah. Mereka adalah para pengawal Pak Jokowi yang biasa disebut Paspampres. Kita semua tahu konsep pengawalan dari seorang presiden adalah menggunakan beberapa lapis pengamanan dan juga melakukan sterilisasi. Bahkan ketika ingin melakukan blusukan saja hal tersebut harus sudah ada di agenda sehingga bisa dilakukan pengawalan. Terlihat bahkan bagaimana Pak Jokowi dikawal langsung oleh Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo, ketika blusukan ke Papua. Tetapi kehadiran Pak Jokowi di acara ini sama sekali tidak diagendakan, dan acara ini juga penuh dengan manusia yang tidak bisa ditebak ‘jenisnya’ karena juga banyak peserta internasional. Para Paspampres akan sangat lelah menjaga pak Jokowi dari setiap ancaman yang datang hingga tengah malam nanti. Semoga para Paspampres selalu bersemangat jika mendapat kejutan-kejutan dari Pak Jokowi. 

Oktober 2017, Tarif Parkir Di DKI Jakarta Menjadi Rp 50.000 Sekali Parkir. Mantap!

Kira-kira dua tahun lalu saya mulai menganalisa kemacetan Ibu Kota Negara Indonesia dengan membandingkan langkah yang sudah ditempuh oleh beberapa negara lain. Jika sistem dari beberapa negara lain disatu padukan dan dilaksanakan di Jakarta, lambat laun masalah kemacetan kendaraan akan terurai juga.
Dua tahun lalu, pembangunan Mass Rapid Transportation masih berupa wacana. Sehingga apapun yang akan dilaksanakan, ujung mentok juga karena tidak adanya solusi transportasi bagi pemakai kendaraan pribadi. Salah satunya adalah dengan mengenakan tarif parkir yang sangat mahal.
Dan bagi saya, berita yang saya baca dua hari lalu tentang rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menaikkan tarif parkir menjadi Rp 50.000 per sekali parkir benar-benar satu tindakan yang sangat berani, karena saya yakin akan ada 1001 alasan penolakan dari warga. Salah satunya adalah transportasi umum di Jakarta yang belum menjangkau semua jalan kecil yang ada di Jakarta.
Kalau kita ingat apa yang Anis Baswedan katakan pada debat Pilkada tentang sistem transportasi terpadu, harusnya ini akan sangat mendukung keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk menaikkan tarif parkir. Apalagi diberitakan bahwa kenaikkan tarif parkir ini akan mulai diberlakukan pada bulan Oktober 2017. Jadi pas sekali antara gagasan Anies Baswedan tentang sistem transportasi terpadunya dengan pemberlakukan tarif parkir yang baru.
Keputusan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Saefullah, ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang melintas di jalan-jalan protokol dan jalan-jalan arteri yang ada di Jakarta. Jujur saja, jumalh Rp 50.000 sebenarnya masih bisa dibayar oleh seorang pengendara jika dia harus parkir seharian.
Di Kopenhagen, Denmark, setengah dari penduduk kota pulang pergi bekerja memakai sepeda. Ini karena penerapan tarif parkir yang sangat tinggi. Beberapa gedung parkir bisa memiliki tarif sampai Rp 372.000 per hari dan sekitar Rp 4.7 juta per bulan untuk mereka yang berlangganan lahan parkir.
Di Tokyo, Jepang, demi menghindari kemacetan cukup parah, Kota Tokyo memasang sistem tarif kendaraan, yakni sekitar Rp.5,8 juta per bulannya. Bahkan, kalau kita parkir seharian bisa dikenakan sekitar Rp.700 ribu-an, lho.
Beberapa kota besar lainnya seperti Zurich, Hongkong, London dan Boston juga memiliki tarif parkir yang sangat mahal. Dan Jakarta, adalah kota dengan tarif parkir termurah di Asia Tenggara.
Keputusan menaikan tarif parkir ini akan lebih bijaksana jika MRT sudah selesai dan dapat digunakan sebagai transportasi pengganti. Saya tidak tahu apakah TransJakarta akan mampu mengatasi reaksi kenaikkan tarif parkir ini? Mungkin orang yang paling pas yang bisa menjawab pertanyaan saya adalah Anies Baswedan dengan kebijakan dia tentang sistem transportasi terpadu yang berulang kali dia katakan di debat Pilkada.
Kesimpulannya, kenaikkan tairf parkir ini sudah bukan lagi masalah karena solusi bagi mereka yang tidak mampu membayar parkir Rp 50.000 per sekali parkir bisa pergi ke tempat kerja ataupun ke tujuan yang diinginkan dengan menggunakan transportasi terpadu.
Selain menaikkan tarif parkir ini, Pemprov DKI Jakarta juga akan mendorong agar uang muka (down payment) kendaraan bermotor, terutama mobil melonjak, mulai Oktober 2017. Tujuannya adalah untuk mengurangi bertambahnya jumlah kendara bermotor, terutama kendaraan roda empat, di Jakarta. Tapi jangan salah, keputusan ini mungkin akan diprotes oleh para dealer mobil. Karena keputusan ini akan langsung mempengaruhi jumlah penjualan mereka.
Berdasar analisa, setiap 4 penduduk warga Jakarga memiliki setidaknya 1 unit kendaraan roda 4 dan setiap dua penduduk Jakarta memiliki 1 sepeda motor. “Jika langkah ini tak dilakukan, saya khawatir lama kelamaan etiap dua orang warga Jakarta memiliki 1 mobil,” kata Saefullah. Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBNKB akan dinaikkan dari 10 persen menjadi 20 persen.
Saat ini, Saefullah menilai perilaku warga Jakarta sudah serupa dengan warga Los Angeles, Amerika Serikat. Satu orang bisa memiliki beberapa kendaraan, tapi mengendaliannya belum seperti Los Angeles.
Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Edi Sumantri, mengatakan, rencana kenaikan tarif parkir dan BBNKB tini elah dibicarakan bersama DPRD DKI. Edi menyebut penambahan kendaraan roda empat baru di Jakarta mencapai 900 unit per hari. Sedangkan roda dua mencapai 1.400 unit perhari.
Padahal ruas jalan tidak bertambah banyak dan tidak sebanding dengan penambahan kendaraan yang meningkat signifikan. Menurutnya salah satu cara untuk menekan pertumbuhan kendaraan adalah dengan meningkatkan pajak BBNKB dengan skema, misalnya mobil baru Rp 100 juta, pajaknya tidak lagi 10 persen, melainkan 20 persen.
Dengan adanya dua kenaikkan tarif pajak ini, kata Edi, selain membatasi kendaraan, peningkatan tarif pajak diharapkannya juga dapat menambah realisasi pajak daerah.
Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dan kota metropolitan, akhirnya akan mensejajarkan diri dengan kota-kota nesar lainnya di dunia. Baik dari sisi perilaku penduduknya maupun tingkat harga-harga yang mahal bukan alang kepalang. Dan jujur saja, jumlah UMP Jakarta sebesar Rp 3.1 juta, benar-benar harus ditinjau kembali.

Ini Alasan, Mengapa Mata Najwa Berakhir

Dunia panggung pertelivisian Indonesia sedang diguncang dengan adanya berita program talkshow Mata Najwa yang berakhir, berita ini seperti duka tiba-tiba bagi khalayak penggemarnya.

8 Agustus 2017 menjadi kabar duka serempak bagi pengagum setia seorang jurnalis cantik yang sudah berhasil menghipnotis banyak orang untuk setia menjadi penonton dalam program yang dibawakan di salah satu stasiun TV nasional “Mata Najwa”. Program talkshow ini sudah berjalan sejak November Tahun 2010. Tujuh tahun bukanlah hal yang sebentar. Ciri khas dalam talkshow yang dibawakan Najwa Shihab ini ialah dia hampir selalu berhasil mendatangkan tokoh tokoh utama Seperti Jokowi, Ahok, Fahri Hamzah, KH. Mustofa Bisri, Alm. Gus Dur dan lain lain dalam isu isu besar yang silih berganti di Indonesia.
Pertanyaan dan pernyataan yang tajam sering membuat bintang tamunya kegagapan bila yang dibawa bukanlah kebenaran. Mungkin kursi bintang tamu di Mata Najwa bisa dibilang kursi peradilan publik bagi yang tak mampu berucap kenyataan.
Dalam akun instagram @najwashihab dia menulis Menuju Catatan Tanpa Titik.
“Eksklusif Bersama Novel Baswedan” menjadi episode live terakhir Mata Najwa. Sudah 7 tahun Mata Najwa mengudara. Sejak episode perdana “Dunia dalam Kotak Ajaib” yang tayang pada 25 November 2009 hingga wawancara eksklusif Novel Baswedan pada 26 Juli 2017, total sudah 511 episode Mata Najwa.
Selama tiga pekan ke depan, Mata Najwa akan menghadirkan kolase berbagai episode lama yang kami anggap penting dan berharga. Pada pengujung Agustus, Mata Najwa akan tiba pada episode final: “ Catatan Tanpa Titik”.
Namun Agustus bukan hanya menjadi yang terakhir bagi Mata Najwa saja. Menjadi reporter Metro TV pada bulan Agustus 2000, perjalanan saya bersama Metro TV juga akan berakhir pada bulan yang sama. Ini adalah Agustus penghabisan.
Tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat. Rasa bangga menjadi reporter pertama Metro TV, sebagai pemilik kode reporter 01 dalam istilah teman-teman di Kedoya, sampai kapan pun tak akan luntur. Rangkaian perjalanan saya sebagai reporter sebuah TV berita pertama di tanah air terekam dalam, membuat kehidupan jauh lebih kaya serta menjadi bekal berharga untuk terus berkarya sebagai jurnalis.
Terima kasih tiada tara pada keluarga besar Metro TV. Juga kepada semua pihak yang telah bermitra dan mendukung, terutama pemirsa yang selama ini menemani saya dan Mata Najwa.
Salam,
Membaca caption di atas tentu bagi saya pribadi sebagai penggemarnya sangat tercengang mendapat berita itu. Bagaimana tidak, Mata Najwa bagi saya sudah menjadi tempat mencari terang saat gulita berbagai saat kasus tak kunjung mendapat jawaban. Selama tujuh tahun mengisi acara televisi Indonesia sehingga lebih menarik yang mana tentunya sedikit banyak sudah mempengaruhi gaya berpikir bagi penontonnya.
Najwa Shihab memang begitu kontroversial, dia adalah salah satu putri kandung dari ilmuan muslim ahli Tafsir Al Qur’an yang keilmuannya sudah tak diragukan lagi baik nasional maupun dunia internasional. Prof. Dr. Qurais Shihab. Dari latar belakang keluarga yang seperti itu dia memilih terjun ke dunia jurnalis sebagai perjalanan perjuangannya ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.
Dalam Talkshow Mata Najwa, seorang Najwa Shihab dengan mantra layar kacanya yang selalu berhasil membuat decak kagum pendengarnya dengan gaya berbicara yang tajam, tulisan yang kritis menohok di setiap sesi terakhir dari episode episodenya. Saya sendiri masih bingung dan belum bisa menerima. Mengapa Mata Njwa harus berakhir? Padahal program talkshow ini sudah banyak meracuni penggemarnya yang setia.
Ada dua kemungkinan mengapa Mata Najwa berakhir. Yakni, pertama Najwa Shihab akan berlaga di lain tempat yang lebih besar dan bukan hanya dalam lingkup di Metro TV. Kedua Najwa Shihab akan mencalonkan diri di Pilpres 2019 nanti haha *bercanda. Pada opsi kedua mungkin mbak Najwa sadar sekarang Pakdhe sudah pada posisi tidak ada lawan yang pantas untuk menandinginya.

Lihat saja dulu media massa yang pro Pakdhe ialah Metro TV, Kompas dan lain-lain. Sedangkan Kubu lain seperti yang baru hits baru-baru ini yakni Hari Tanoe yang istiqomah gencar selalu mengkritik pemerintah melalui media massa yang ia miliki baru beberapa minggu yang lalu mengumumkan pro-JOKOWI. Waw lanjutkan Pakdhe. Begitulah pemirsa.