Ini Alasan, Mengapa Mata Najwa Berakhir

Dunia panggung pertelivisian Indonesia sedang diguncang dengan adanya berita program talkshow Mata Najwa yang berakhir, berita ini seperti duka tiba-tiba bagi khalayak penggemarnya.

8 Agustus 2017 menjadi kabar duka serempak bagi pengagum setia seorang jurnalis cantik yang sudah berhasil menghipnotis banyak orang untuk setia menjadi penonton dalam program yang dibawakan di salah satu stasiun TV nasional “Mata Najwa”. Program talkshow ini sudah berjalan sejak November Tahun 2010. Tujuh tahun bukanlah hal yang sebentar. Ciri khas dalam talkshow yang dibawakan Najwa Shihab ini ialah dia hampir selalu berhasil mendatangkan tokoh tokoh utama Seperti Jokowi, Ahok, Fahri Hamzah, KH. Mustofa Bisri, Alm. Gus Dur dan lain lain dalam isu isu besar yang silih berganti di Indonesia.
Pertanyaan dan pernyataan yang tajam sering membuat bintang tamunya kegagapan bila yang dibawa bukanlah kebenaran. Mungkin kursi bintang tamu di Mata Najwa bisa dibilang kursi peradilan publik bagi yang tak mampu berucap kenyataan.
Dalam akun instagram @najwashihab dia menulis Menuju Catatan Tanpa Titik.
“Eksklusif Bersama Novel Baswedan” menjadi episode live terakhir Mata Najwa. Sudah 7 tahun Mata Najwa mengudara. Sejak episode perdana “Dunia dalam Kotak Ajaib” yang tayang pada 25 November 2009 hingga wawancara eksklusif Novel Baswedan pada 26 Juli 2017, total sudah 511 episode Mata Najwa.
Selama tiga pekan ke depan, Mata Najwa akan menghadirkan kolase berbagai episode lama yang kami anggap penting dan berharga. Pada pengujung Agustus, Mata Najwa akan tiba pada episode final: “ Catatan Tanpa Titik”.
Namun Agustus bukan hanya menjadi yang terakhir bagi Mata Najwa saja. Menjadi reporter Metro TV pada bulan Agustus 2000, perjalanan saya bersama Metro TV juga akan berakhir pada bulan yang sama. Ini adalah Agustus penghabisan.
Tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat. Rasa bangga menjadi reporter pertama Metro TV, sebagai pemilik kode reporter 01 dalam istilah teman-teman di Kedoya, sampai kapan pun tak akan luntur. Rangkaian perjalanan saya sebagai reporter sebuah TV berita pertama di tanah air terekam dalam, membuat kehidupan jauh lebih kaya serta menjadi bekal berharga untuk terus berkarya sebagai jurnalis.
Terima kasih tiada tara pada keluarga besar Metro TV. Juga kepada semua pihak yang telah bermitra dan mendukung, terutama pemirsa yang selama ini menemani saya dan Mata Najwa.
Salam,
Membaca caption di atas tentu bagi saya pribadi sebagai penggemarnya sangat tercengang mendapat berita itu. Bagaimana tidak, Mata Najwa bagi saya sudah menjadi tempat mencari terang saat gulita berbagai saat kasus tak kunjung mendapat jawaban. Selama tujuh tahun mengisi acara televisi Indonesia sehingga lebih menarik yang mana tentunya sedikit banyak sudah mempengaruhi gaya berpikir bagi penontonnya.
Najwa Shihab memang begitu kontroversial, dia adalah salah satu putri kandung dari ilmuan muslim ahli Tafsir Al Qur’an yang keilmuannya sudah tak diragukan lagi baik nasional maupun dunia internasional. Prof. Dr. Qurais Shihab. Dari latar belakang keluarga yang seperti itu dia memilih terjun ke dunia jurnalis sebagai perjalanan perjuangannya ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.
Dalam Talkshow Mata Najwa, seorang Najwa Shihab dengan mantra layar kacanya yang selalu berhasil membuat decak kagum pendengarnya dengan gaya berbicara yang tajam, tulisan yang kritis menohok di setiap sesi terakhir dari episode episodenya. Saya sendiri masih bingung dan belum bisa menerima. Mengapa Mata Njwa harus berakhir? Padahal program talkshow ini sudah banyak meracuni penggemarnya yang setia.
Ada dua kemungkinan mengapa Mata Najwa berakhir. Yakni, pertama Najwa Shihab akan berlaga di lain tempat yang lebih besar dan bukan hanya dalam lingkup di Metro TV. Kedua Najwa Shihab akan mencalonkan diri di Pilpres 2019 nanti haha *bercanda. Pada opsi kedua mungkin mbak Najwa sadar sekarang Pakdhe sudah pada posisi tidak ada lawan yang pantas untuk menandinginya.

Lihat saja dulu media massa yang pro Pakdhe ialah Metro TV, Kompas dan lain-lain. Sedangkan Kubu lain seperti yang baru hits baru-baru ini yakni Hari Tanoe yang istiqomah gencar selalu mengkritik pemerintah melalui media massa yang ia miliki baru beberapa minggu yang lalu mengumumkan pro-JOKOWI. Waw lanjutkan Pakdhe. Begitulah pemirsa. 

Berita Terkait

Laporan Masyarakat Dipetieskan Polres Labuhanbatu, Rame – Rame Buat Kuasa ke PH Beriman Panjaitan,S.H.,M.H

Diduga Kuasai ±2.000 Hektare Tanpa Kejelasan HGU, SEPRakyat Siapkan Surat Resmi ke PT. PAL

Polres Labuhanbatu Selatan Sita 3,63 Gram Sabu, Dua Pria Diamankan dalam Sehari

Mediasi Buntu, Dugaan Penyerobotan Tanah oleh Yayasan Pesantren Darul Sholihin Masuk Babak Pembuktian

Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Kotapinang Terungkap, Karyawan Hotel Diamankan Polres Labusel

Petani Kopi di Tanah Karo Gembira, Harganya Kini meroket

Gerak Cepat STM Simalem! Pohon Tumbang di Kacaribu Dibersihkan