This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 Agustus 2018

Dukung Jokowi, Ketua Demokrat Papua Siap Dipecat

Jayapura - Ketua DPD Partai Demokrat Papua Lukas Enembe secara lantang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin meski partainya masuk koalisi Prabowo-Sandiaga. Lukas mengaku siap dipecat atas sikapnya yang berlawanan itu.

"Kalau dipecat, tidak ada masalah," ucap Lukas setelah mengikuti rapat pleno KPU Papua penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih 2018-2023 di Jayapura, Senin (13/8/2018).

Lukas Enembe, yang juga Gubernur Papua terpilih, siap menerima sanksi, bahkan siap dipecat, dari Partai Demokrat karena mendukung Jokowi dalam pilpres mendatang. Dia mengatakan sudah meminang partai lain untuk menerimanya.

"Kemungkinan saya ke Partai NasDem, jadi Dewan Pembina di sana. Tahun depan saya akan gelar musyawarah luar biasa untuk pemilihan Ketua DPD. Kita perlu melakukan kaderisasi selanjutnya," paparnya.

Dia juga menyerukan kepada seluruh kader Demokrat Papua untuk memberikan dukungan kepada Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Saya sudah lapor kepada Sekjen Hinca Pandjaitan bahwa kali ini saya keluar dari barisan untuk mendukung Jokowi. Sikap kita sudah jelas," katanya. 

Selasa, 17 Juli 2018

Bupati Labuhanbatu Ditangkap KPK, Hartanya Miliaran

Jakarta - Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pangonal Harahap, terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Politikus PDIP itu diketahui memiliki total harta kekayaan Rp 5 miliar.

Ditilik dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Selasa (17/7/2018), harta kekayaan yang dilaporkan Pangonal didominasi bidang tanah dan bangunan. Total ada 41 bidang tanah dan bangunan yang tercantum dalam LHKPN, yang terakhir dilaporkannya pada 7 Oktober 2016.

Aset miliknya itu tersebar di Labuhanbatu, Deli Serdang, hingga Medan. Selain itu, dia melaporkan aset berupa mobil serta simpanan emas.

Total hartanya tercatat Rp 5.022.527.174. Angka itu meningkat jauh dibandingkan terakhir dia melaporkan LHKPN pada 24 Juni 2015, yaitu total Rp 2.325.795.071. Artinya, harta Pangonal bertambah lebih dari 100 persen dalam setahun.

Pangonal ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta bersama seorang lainnya. Selain itu, ada tiga orang lain yang ditangkap KPK di Labuhanbatu. Saat ini tiga orang itu sedang menjalani pemeriksaan awal di Polres Labuhanbatu dan baru dibawa ke Jakarta besok.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif serta gelar perkara sebelum menentukan status hukum kelima orang itu. KPK menduga transaksi haram yang dilakukan Pangonal berkaitan dengan proyek di Dinas PUPR Labuhanbatu.