Subscribe Us

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Mahfud MD Minta Pemilu 2019 Tidak Bawa Mundur Kemajuan Demokrasi RI

Sejumlah tokoh kebangsaan hadir bersilaturahmi di kediaman Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Mereka membicarakan persoalan masa depan bangsa termasuk penyelenggaraan pemilu 2019 yang masih dalam proses penghitungan suara. 

Usai berdiskusi bersama BJ Habibie, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menjelaskan bahwa pesan pokok dalam pertemuan tersebut bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Indonesia merdeka dengan tujuan untuk bersatu agar bisa menjadi negara maju.

"Oleh sebab itu, pemilu yang sekarang ini supaya tidak membawa mundur lagi kemajuan kita di bidang demokrasi. Kita yang datang di sini berasal dari kelompok politik atau pilihan politik yang berbeda-beda tapi membawa pesan yang sama," kata Mahfud di kediaman BJ Habibie, di Kuningan, Jakarta, Rabu 1 Mei 2019.

Untuk itu, Mahfud mengajak segenap bangsa untuk mengawal jalannya pemilu sampai nanti berakhir dengan sebaik mungkin. Namun setelah pemilu, imbuh Mahfud, Indonesia jangan sampai berpecah lagi. 

Erick Thohir Kaitkan Makna Film Avengers: Endgame dengan Pemilu 2019

Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menyebut film Avengers: Endgame memiliki pesan-pesan penting tentang kehidupan. Ia pun mengaitkannya dengan gelaran Pemilu 2019.

"Di film ini banyak juga pesan-pesan penting. Di mana yang namanya hal-hal pertempuran, peperangan, kerusuhan, kehancuran itu tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah," kata Erick usai nonton bareng (nobar) Avengers: Endgame di Epiwalk epicentrum, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/5/2019).

Dukung Jokowi, Ketua Demokrat Papua Siap Dipecat

Jayapura - Ketua DPD Partai Demokrat Papua Lukas Enembe secara lantang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin meski partainya masuk koalisi Prabowo-Sandiaga. Lukas mengaku siap dipecat atas sikapnya yang berlawanan itu.

"Kalau dipecat, tidak ada masalah," ucap Lukas setelah mengikuti rapat pleno KPU Papua penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih 2018-2023 di Jayapura, Senin (13/8/2018).

Lukas Enembe, yang juga Gubernur Papua terpilih, siap menerima sanksi, bahkan siap dipecat, dari Partai Demokrat karena mendukung Jokowi dalam pilpres mendatang. Dia mengatakan sudah meminang partai lain untuk menerimanya.

"Kemungkinan saya ke Partai NasDem, jadi Dewan Pembina di sana. Tahun depan saya akan gelar musyawarah luar biasa untuk pemilihan Ketua DPD. Kita perlu melakukan kaderisasi selanjutnya," paparnya.

Dia juga menyerukan kepada seluruh kader Demokrat Papua untuk memberikan dukungan kepada Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Saya sudah lapor kepada Sekjen Hinca Pandjaitan bahwa kali ini saya keluar dari barisan untuk mendukung Jokowi. Sikap kita sudah jelas," katanya. 

Bupati Labuhanbatu Ditangkap KPK, Hartanya Miliaran

Jakarta - Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pangonal Harahap, terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Politikus PDIP itu diketahui memiliki total harta kekayaan Rp 5 miliar.

Ditilik dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Selasa (17/7/2018), harta kekayaan yang dilaporkan Pangonal didominasi bidang tanah dan bangunan. Total ada 41 bidang tanah dan bangunan yang tercantum dalam LHKPN, yang terakhir dilaporkannya pada 7 Oktober 2016.

Aset miliknya itu tersebar di Labuhanbatu, Deli Serdang, hingga Medan. Selain itu, dia melaporkan aset berupa mobil serta simpanan emas.

Total hartanya tercatat Rp 5.022.527.174. Angka itu meningkat jauh dibandingkan terakhir dia melaporkan LHKPN pada 24 Juni 2015, yaitu total Rp 2.325.795.071. Artinya, harta Pangonal bertambah lebih dari 100 persen dalam setahun.

Pangonal ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta bersama seorang lainnya. Selain itu, ada tiga orang lain yang ditangkap KPK di Labuhanbatu. Saat ini tiga orang itu sedang menjalani pemeriksaan awal di Polres Labuhanbatu dan baru dibawa ke Jakarta besok.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif serta gelar perkara sebelum menentukan status hukum kelima orang itu. KPK menduga transaksi haram yang dilakukan Pangonal berkaitan dengan proyek di Dinas PUPR Labuhanbatu.

Saksi Kunci E-KTP Tewas, Masih Ingat Kasus Marimutu Manimaren dan Bos Kontraktor Hambalang yang Loncat dari JPO Cawang?

Jangan dekat-dekat dan berurusan sama mafia. Bahaya!
Sepertinya kalimat di atas harus kita camkan baik-baik. Dekat dan berurusan dengan mafia itu ada sisi enaknya. Proyek banyak, uang berputar besar, kalau ada yang mengganggu kita bisa minta tolong mereka untuk bantu ‘mengatasi’, koneksinya luas, punya pengaruh, dan benefit-benefit lainnya. Tapi, begitu kita menjadi ancaman atau bersenggolan dengan mereka wah bahayanya juga besar. Bisa nyawa kita bahkan anggota keluarga seperti anak dan pasangan yang jadi taruhan.
Kita mendengar kabar Johannes Marliem, saksi kunci kasus e-ktp, tewas. Disebutnya sih bunuh diri. Tapi seberapa besar Anda percaya dia betul bunuh diri? Saya sih cuma percaya 10 persen. Itupun kalau benar dia bunuh diri, 99 persen saya yakin pasti ada rangkaian teror yang terus menerus menyerangnya.
Tapi Johannes tewasnya di luar negeri lho…. Lah memangnya mafia yang merasa terusik dengannya nggak punya modal dan kuasa untuk menerornya di luar negeri sana? Ya jangan samakan dengan Anda yang kalau ribut sama orang saking nggak punyanya modal jadi cuma nyindir-nyindir di media sosial saja.
Entah kenapa banyak sekali kejadian di mana orang-orang yang sedang berada dalam lingkaran kasus besar berakhir mengenaskan. Pemberitaan menyebutkan bunuh diri. Tapi ya balik lagi, saya sih nggak yakin itu murni bunuh diri.
Mari kita flashback
Selasa pagi 11 November 2013 Ikuten Sinulingga, Direktur Operasional III PT Wijaya Karya Tbk (Wika), nekat melompat dari Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Halte Transjakarta Cawang Supoyo, Jakarta Timur. Ikuten sempat dibawa ke IGD RS UKI namun akhirnya nyawanya tak bisa tertolong setelah seminggu dirawat.
Muhammad Nazaruddin, menyebut perusahaan konstruksi Wijaya Karya terlibat dalam proyek Hambalang yang saat itu tengah diselidiki KPK dengan membantu PT Adhi Karya dalam menyiapkan uang Rp 100 miliar untuk Anas Urbaningrum.
Saat itu jubir Wika mengatakan Ikuten terpeleset dan mengatakan kejadian itu tidak ada hubungannya dengan kasus Hambalang. Khayal nggak sih orang terpeleset di jembatan sampai seperti itu? Padahal JPO punya pagar pembatas yang akan menahan tubuh orang dewasa andaikanpun mereka terpeleset saat berjalan agar tidak jatuh ke bawah. Kalaupun terpeleset asumsi saya sih cuma mentok terkilir saja atau kalau wanita dengan high heels bisa mengalami patah kaki. Dan saat itu seperti berusaha dibentukkan opini “ini tidak ada hubungan dengan kasus Hambalang“.
Saat itu Minola Sebayang, pengacara yang masih kerabat Ikuten, sempat menyatakan dugaannya ada unsur kriminalitas di balik kasus ini. Sayangnya saat kejadian tidak ada saksi. Bahkan tubuh Ikuten yang jatuh ditemukan sopir taksi yang kebetulan lewat saat itu. Telepon genggam Ikuten hilang saat kejadian itu namun dompetnya utuh.
“Jam tangan yang digunakan Ikuten talinya (dari kulit) putus, namun kacanya tak pecah. Kalau memang loncat, harusnya kaca itu pecah, dan talinya tidak putus. Jam tangan itu terlepas dan ditemukan di dekat korban,”
Mundur ke satu dekade sebelumnya di tahun 2003. Marimutu Manimaren, tokoh Golkar yang juga adik bos PT Texmaco Marimutu Sinivasan, loncat dari lantai 56 Hotel Aston Semanggi hingga mayatnya pun bersimbah darah serta organ tubuhnya ada yang tercecer.
Banyak yang kemudian mempertanyakan, Marimutu benar bunuh diri atau bagaimana? Apakah tekanan karena namanya (bersama dengan Setya Novanto) disebut-sebut Rudy Ramli dalam skandal Bank Bali menjadi motif tindakan nekatnya itu? Untuk pengusaha dan politisi sekelas Marimutu masak sih kasus begini saja bisa meruntuhkan mentalnya?
Jadi Kesimpulannya?
Saya ragu Johannes benar-benar bunuh diri. Melihat semangatnya membuka kasus ini termasuk dengan mengatakan punya rekaman 500 GB segala percakapannya tentulah dia punya nilai tawar tinggi. Seapes-apesnya dia ikut terseret hukumannya bisa diperingan karena dianggap kooperatif sekaligus sebagai justice collaborator.
Sekarang tinggal tergantung apakah kepolisian AS akan benar-benar mendalami kasus ini atau tidak? Apakah 500 GB rekaman yang dimiliki Johannes hilang atau masih bisa ditemukan juga penting untuk ditelusuri. Harapan saya semoga saja KPK sudah punya salinan atau bukti aslinya agar meski Johannes sudah tiada namun prosesnya tetap bisa berlanjut.
Kasus e-KTP, Hambalang, maupun Bank Bali merupakan kasus besar di eranya masing-masing. Saya yakin banyak teror yang dialamatkan ke penyidik maupun mereka yang menjadi tokoh kunci. Seperti di kasus e-KTP ini kita tahu Novel Baswedan juga disiram air keras. Sebenarnya itu adalah peringatan awal saya rasa dari siapapun yang ingin penyidikan kasus ini tak berkembang lagi. Dan saya jadi memahami kenapa Pak Tito dan kepolisian berat. Bukan karena mereka tidak peduli, tapi yang dihadapi ini mafia-mafia yang seperti belut.
Meski bisa jadi kejadian ini mirip seperti meninggalnya mantan pacar Awkarin, Oka, yang meminjam istilah sang ayah ‘collapse by design‘ yang kalau mau diarti-artikan (karena kalau dicari artinya literally nggak ada) semacam suatu tindakan intensional yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk menjatuhkan psikis atau mental korbannya sehingga merasa ketakutan, tak berdaya, dan putus asa.
Bisa jadi ada serangkaian teror yang ditujukan secara langsung pada mereka atau keluarganya yang akhirnya menjadi beban. Kalau dalam kasus Oka adalah komentar-komentar dari fans Awkarin yang menudingnya menipu serta beberapa pernyataan Karin dan teman-temannya di media sosial mereka yang menggiring munculnya opini tersebut maka dalam kasus ini triggernya adalah ketidakmauan seseorang atau sekelompok orang yang kejahatannya akan terbongkar jika saksi kunci ini sampai punya kesempatan membuka segala sesuatunya.

Ini Alasan, Mengapa Mata Najwa Berakhir

Dunia panggung pertelivisian Indonesia sedang diguncang dengan adanya berita program talkshow Mata Najwa yang berakhir, berita ini seperti duka tiba-tiba bagi khalayak penggemarnya.

8 Agustus 2017 menjadi kabar duka serempak bagi pengagum setia seorang jurnalis cantik yang sudah berhasil menghipnotis banyak orang untuk setia menjadi penonton dalam program yang dibawakan di salah satu stasiun TV nasional “Mata Najwa”. Program talkshow ini sudah berjalan sejak November Tahun 2010. Tujuh tahun bukanlah hal yang sebentar. Ciri khas dalam talkshow yang dibawakan Najwa Shihab ini ialah dia hampir selalu berhasil mendatangkan tokoh tokoh utama Seperti Jokowi, Ahok, Fahri Hamzah, KH. Mustofa Bisri, Alm. Gus Dur dan lain lain dalam isu isu besar yang silih berganti di Indonesia.
Pertanyaan dan pernyataan yang tajam sering membuat bintang tamunya kegagapan bila yang dibawa bukanlah kebenaran. Mungkin kursi bintang tamu di Mata Najwa bisa dibilang kursi peradilan publik bagi yang tak mampu berucap kenyataan.
Dalam akun instagram @najwashihab dia menulis Menuju Catatan Tanpa Titik.
“Eksklusif Bersama Novel Baswedan” menjadi episode live terakhir Mata Najwa. Sudah 7 tahun Mata Najwa mengudara. Sejak episode perdana “Dunia dalam Kotak Ajaib” yang tayang pada 25 November 2009 hingga wawancara eksklusif Novel Baswedan pada 26 Juli 2017, total sudah 511 episode Mata Najwa.
Selama tiga pekan ke depan, Mata Najwa akan menghadirkan kolase berbagai episode lama yang kami anggap penting dan berharga. Pada pengujung Agustus, Mata Najwa akan tiba pada episode final: “ Catatan Tanpa Titik”.
Namun Agustus bukan hanya menjadi yang terakhir bagi Mata Najwa saja. Menjadi reporter Metro TV pada bulan Agustus 2000, perjalanan saya bersama Metro TV juga akan berakhir pada bulan yang sama. Ini adalah Agustus penghabisan.
Tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat. Rasa bangga menjadi reporter pertama Metro TV, sebagai pemilik kode reporter 01 dalam istilah teman-teman di Kedoya, sampai kapan pun tak akan luntur. Rangkaian perjalanan saya sebagai reporter sebuah TV berita pertama di tanah air terekam dalam, membuat kehidupan jauh lebih kaya serta menjadi bekal berharga untuk terus berkarya sebagai jurnalis.
Terima kasih tiada tara pada keluarga besar Metro TV. Juga kepada semua pihak yang telah bermitra dan mendukung, terutama pemirsa yang selama ini menemani saya dan Mata Najwa.
Salam,
Membaca caption di atas tentu bagi saya pribadi sebagai penggemarnya sangat tercengang mendapat berita itu. Bagaimana tidak, Mata Najwa bagi saya sudah menjadi tempat mencari terang saat gulita berbagai saat kasus tak kunjung mendapat jawaban. Selama tujuh tahun mengisi acara televisi Indonesia sehingga lebih menarik yang mana tentunya sedikit banyak sudah mempengaruhi gaya berpikir bagi penontonnya.
Najwa Shihab memang begitu kontroversial, dia adalah salah satu putri kandung dari ilmuan muslim ahli Tafsir Al Qur’an yang keilmuannya sudah tak diragukan lagi baik nasional maupun dunia internasional. Prof. Dr. Qurais Shihab. Dari latar belakang keluarga yang seperti itu dia memilih terjun ke dunia jurnalis sebagai perjalanan perjuangannya ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.
Dalam Talkshow Mata Najwa, seorang Najwa Shihab dengan mantra layar kacanya yang selalu berhasil membuat decak kagum pendengarnya dengan gaya berbicara yang tajam, tulisan yang kritis menohok di setiap sesi terakhir dari episode episodenya. Saya sendiri masih bingung dan belum bisa menerima. Mengapa Mata Njwa harus berakhir? Padahal program talkshow ini sudah banyak meracuni penggemarnya yang setia.
Ada dua kemungkinan mengapa Mata Najwa berakhir. Yakni, pertama Najwa Shihab akan berlaga di lain tempat yang lebih besar dan bukan hanya dalam lingkup di Metro TV. Kedua Najwa Shihab akan mencalonkan diri di Pilpres 2019 nanti haha *bercanda. Pada opsi kedua mungkin mbak Najwa sadar sekarang Pakdhe sudah pada posisi tidak ada lawan yang pantas untuk menandinginya.

Lihat saja dulu media massa yang pro Pakdhe ialah Metro TV, Kompas dan lain-lain. Sedangkan Kubu lain seperti yang baru hits baru-baru ini yakni Hari Tanoe yang istiqomah gencar selalu mengkritik pemerintah melalui media massa yang ia miliki baru beberapa minggu yang lalu mengumumkan pro-JOKOWI. Waw lanjutkan Pakdhe. Begitulah pemirsa. 

Fahri Hamzah Menyebut Perawatan Novel Dibiayai Asing, KPK Bilang: Jangan Percaya Berita Bohong

Tanggal 11 April 2017 menjadi hari yang sangat tidak menyenangkan bagi Novel Baswedan. Di pagi hari usai menjalankan Sholat Subuh, ia diserang oleh pecundang dengan cara menyiramkan air keras di wajahnya.

Ketika mendengar berita bahwa Novel Baswedan diserang seseorang tidak dikenal itu, saya marah. Saya yakin bukan hanya saya yang marah dengan peristiwa itu. Warga negara Indonesia yang waras dan ikut terlibat dalam perjuangan melawan korupsi pasti marah mendengar berita itu.
Penyerangan terhadap Novel Baswedan bisa dipastikan sangat terkait dengan perofesinya. Berbagai indikasi menunjukkan bahwa ada orang-orang tertentu yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran Novel Baswedan yang dikenal kritis dan hebat dalam mengungkap kasus-kasus korupsi. Karena kehebatannya itulah banyak koruptor dibuat kejang-kejang olehnya.
Dalam kasus pengusutan korupsi E-KTP, Novel menjadi Kepala Satuan Tugas. Menangani kasus ini bukan hal yang mudah sebab selain besarnya jumlah uang yang dicuri koruptor, dalam kasus ini terdapat jalinan yang sangat ruwet. Salah satu keruwetannya adalah orang-orang di senayan yang tidak suka jika kasus ini dibuka. Tentu seworders paham dari kasus inilah DPR membuat Pansus untuk mengusut KPK, eh tepatnya untuk melemahkan KPK.
Serangan pengecut dengan cara menyiramkan air keras di wajah Novel adalah tindakan sadis, biadab dan tidak bisa ditolerir. Dampak penyerangan air keras yang dialami Novel mengakibatkan 95 persen kulit, bahkan sampai 97 persen mata kirinya terbakar. Sementara mata kanannya mengalami kerusakan sekitar 60 persen.  Akibatnya Novel harus dibawa ke Singapura untuk menjalani perawatan.  Mengapa harus ke Singapura? Novel harus menjalani perawatan di sana supaya mendapat perawatan dan terapi yang lebih intensif akibat keparahan sakitnya.
Sayang, pengobatan Novel ke luar negeri dengan tujuan pemulihan yang lebih cepat tidak mendapat dukungan yang positif dari banyak orang. Salah satunya adalah Fahri Hamzah.  Sebagai wakil ketua DPR yang mestinya mencerahkan, ia justru memperkeruh suasana dengan menuduh bahwa pembiayaan pengobatan Novel dibiayai oleh negara asing. Apakah Fahri memiliki bukti bahwa pembiayaan pengobatan terhadap Novel dari luar negeri?
KPK mengatakan tidak!
Komisi Pemberantasan Korupsi membantah pernyataan yang disampaikan oleh Fahri Hamzah.Febri Diansyah menegaskan bahwa sejak awal KPK sudah memberikan informasi yang jelas tentang mekanisme biaya perawatan Novel Baswedan. Semua pembiayaan pengobatan adalah dari keuangan negara. Bahkan untuk mekanisme itu KPK juga berkoordinasi dengan presiden. Johan Budi yang pernah bekerjasama dengan Novel saat di KPK dan sekarang menjadi staf khusus Presiden bidang komunikasi mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah memutuskan untuk membiayai pengobatan dan perawatan penyidik KPK Novel Baswedan.
KPK perlu memberikan penjelasan pada masyarakat tentang mekaniske pengobatan Novel pada masyarakat untuk mengkliarifikasi pernyataan Fahri yang berpotensi memperkeruh suasana. Potensi itu sangat mungkin karena kapasitas Fahri Hamzah yang saat ini duduk sebagai wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat.
Supaya masyarakat dapat berpikir jernih dan tidak terprovokasi, Diansyah selaku unsur KPK menganjurkan pada semua pihak agar sebaiknya menahan diri menyampaikan informasi yang keliru dan bohong karena itu bisa menjadi fitnah pada pihak lain.
Apa respons Anda saat mendengar tuturan Diansyah? Respons saya yang pertama tentu adalah menyayangkan sikap curiga dari Fahri Hamzah. Jika staf khusus presiden dan KPK sudah menjelaskan bahwa pengobatan Novel murni biaya negara, mengapa masih tidak percaya? Jika masih tidak percaya pada sumber resmi dari negara, apakah Fahri lebih percaya pada hoax? Memang kalangan tertentu senang dengan hoax sebab hoax terkadang lebih memuaskan hati ketimbang kebenaran.
Selain menyayangkan sikap curiga, saya juga menilai Fahri sudah kehilangan empati terhadap Novel Baswedan.
Secara mudah, empati diartikan sebagai rasa iba dan turut merasakan apa yang dialami oleh Novel yang benar-benar mengalami kesakitan akibat luka di wajahnya. Hilangnya rasa empati ditandai dengan sikap nyinyir terhadap mekanisme pengobatan pada Novel.
Ingat, Novel butuh pemulihan. Bukan hanya dia yang ingin Novel pulih. Keluarga, bahkan warga negara Indonesia sangat mengharap Novel Baswedan segera pulih.
Matinya empati sebenarnya merupakan bentuk ketidakberpihakan pada korban, selain itu hilangnya empati merupakan tindakan abai terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Ah ngeri rasanya melihat orang-orang yang kehilangan empati.

Selamat jalan DL Sitorus, RIP

Agak kaget saya dan mungkin anda membaca berita konglomerat DL Sitorus menghembuskan nafas terakhirnya. Sitorus meninggal di kursi pesawat Garuda GA 188 saat boarding di Medan dari Jakarta tadi siang.
Darianus Lungguk Sitorus yang saya ingat dan laporan foto-foto media  selalu menjaga kebugaran dan tubuh yang proporsional.
Pertama kali melihat sosoknya yang tinggi dan proposional pada awal tahun 1980an. Saat itu Pak De eL, begitu biasa dipanggil, mau memberi modal pembangunan Gereja HKBP Tanjung Priok sekitar ratusan juta rupiah. Jumlah yang sangat besar saat itu.
Kenyataannya, lelaki Batak itu mau memodali tanpa jaminan apapun, sehingga jemaat HKBP Tanjung Priok yang umumnya hidup pas-pas-an,  bisa mencicil biaya sampai belasan tahun.
De eL merupakan satu pengusaha Batak yang sukses dan punya komitmen sosial yang tinggi.  Konon De eL memiliki ikatan batin dengan Gereja HKBP Tanjung Priok karena saat masih remaja ia sempat bekerja sebagai buruh di pelabuhan Tanjung Priok.
Karena itulah ia sempat berkaul, jika mendapat rejeki, ia akan membangun gereja yang tadinya cuma numpang di gereja lain di gang sempit gang Forth / Ford  menjadi bangunan gedung yang layak.
Bukan cuma layak, dari bangunan gereja 100 meter persegi, jemaat HKBP Tanjung Priok di bawah pimpinan Voorhanger St HP Sihombing bisa pindah ke Jl Swasembada Timur. Gedung gereja megah berdiri di  tanah sekitar 1000 meter persegi sehingga bisa menampung ribuan keluarga Batak Kristen jemaatnya.
Sejak dibangun tahun 1980an sampai  kini, Gereja HKBP Tanjung Priok termasuk gedung gereja terbesar di DKI Jakarta dan di Indonesia.
Jasa DL Sitorus bukan cuma dirasakan komunitas Batak di ibukota. Di kampung halamannya, penghargaan pada Sitorus dibuat menjadi nama jalan.
Peresmian DL Sitorus menjadi nama jalan terpanjang di Toba Samosir yang meliputi dua kecamatan, Lumbanjulu dan Ajibata, dilakukan Bupati  Monang Sitorus  dan Ketua DPRD Toba Samosir, pada 21 Maret 2009.
Kasus Hukum DL Sitorus
Selain dikenal dermawan, De eL juga “berani” menjalani bisnis kebon kelapa sawit. Tak heran ayah 5 anak itu menguasai ribuan bahkan puluhan ribu hektare tanah yang diubah jadi kebon sawit di sepanjang pulau Sumatera.
Karena sepak terjang berani itu, maka DL Sitorus sempat divonis bersalah dalam kasus perambahan hutan register 40 di Tapanuli Selatan.tahun 2004. Sebelumnya juga ia pernah dituduh bisnis illegal logging.
Kasus tahun 2004 itu bermula saat PT Torganda, core-business Sitorus mengonversi 72.000 hektare (dari 172.000 hektar) hutan di Register 40 menjadi perkebunan sawit, di Kecamatan Simangambat, Kabupaten Tapanuli Selatan. Konversi hutan menjadi perkebunan sawit itulah yang menjebloskan DL Sitorus ke balik jeruji besi selama 8 tahun. 
Setelah menjalani hukuman,  DL lebih banyak mengabdikan diri ke dunia pendidikan SD SMP SMA SMK bahkan LPK dan universitas. Sitorus juga memiliki yayasan pendidikan termasuk Universitas Satya Negara di kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan.
Konglomerat ini juga banyak membantu komunitas Batak dengan menyewakan tempat pesta Batak yang bernama Rumah Gorga. Adalah bergengsi bagi komunitas Batak di Jakarta dan Bekasi bila mampu mengadakan pesta perkawinan di satu dari enam Rumah Gorga yang megah dan bernuansa etnik Batak Toba yang indah.
Ia juga memiliki BPR yang melayani banyak keluarga Batak di seluruh Jawa dan Sumatera. Konon bisnisnya yang moncer itu ditangani oleh anak-anaknya dengan baik.
RIP Ompung De eL Sitorus, 1938 – 2017.

Breaking News!! DL Sitorus ‘Si Raja Perkebunan’ Dikabarkan Meninggal Dunia di Pesawat

Kroniknews.com – Pengusaha asal Sumatera Utara Darius Lungguk (DL) Sitorus dikabarkan meninggal dunia di dalam pesawat, Kamis (3/8/2017).
Info yang dihimpun Tribun-medan.com, DL Sitorus diketahui meninggal di dalam Pesawat Garuda Indonesia GA 188 tujuan Jakarta-Medan sesaat sebelum pesawat take off.
Karena peristiwa ini, pesawat yang seharusnya berangkat pukul 13.35 WIB tertunda keberangkatanya.
Anak DL Sitorus, Sihar Sitorus mengaku belum mengetahui prihal kematian ayahnya.
“Saya masih di pesawat belum tahu kepastiannya,” kata Sihar melalui whatsapp.
Dari pesan berantai Whatsapp tersebar foto meninggalkan DL Sitorus saat masih di dalam pesawat. Berikut fotonya:
DL Sitorus meninggal di Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 188.
Karena peristiwa ini, pesawat yang seharusnya berangkat pukul 13.35 WIB menjadi tertunda keberangkatanya.
Berita dukacita ini disampaikan oleh anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan kepada awak media ini sekira pukul 15.15 WIB.
“DL Sitorus meninggal dunia di pesawat GA 188 setelah boarding,” katanya melalui pesan singkat.
Pengusaha Sukses
Darianus Lungguk (DL) Sitorus adalah seorang pengusaha sukses asal Sumatera Utara. Beliau dijuluki Si Raja Perkebunan asal Sumut.
Selain memiliki perkebunan kelapa sawit dengan luas puluhan ribu hektare, DL Sitorus juga memiliki yayasan pendidikan.
Konglomerat ini juga dikabarkan memiliki gedung-gedung –untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan suku Batak– yang diberi nama “Rumah Gorga” dan tersebar di Jakarta dan Bekasi.
DL Sitorus dilahirkan di Parsambilan, Kecamatan Silaen, Toba Samosir, Sumut. Dia kemudian pindah dan besar di Siantar. DL Sitorus menikah dengan Boru Siagian, dan dikaruniai 5 orang anak, 2 perempuan dan 3 laki-laki.
Sebagai putra daerah yang disebut-sebut paling sukses di perantauan (luar Sumut) dan selalu memberikan perhatian untuk membangun kampung halaman (Bona Pasogit), nama DL Sitorus diabadikan menjadi nama suatu jalan di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.
Bupati Toba Samosir, Sumatera Utara, Drs Monang Sitorus SH MBA meresmikan nama Jalan DR Sutan Raja DL Sitorus, sekitar 12 km, mulai dari simpang Sibisa di Aek Natolu
Kecamatan Lumban Julu sampai simpang Kantor Kelurahan Parsaoran Ajibata melintasi Sibisa, Bandara Sibisa, Simarata dan Motung Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Sumut.
Kini, nama DL Sitorus menjadi perbincangan publik. Pasalnya, seorang anaknya yang bernama Sabar Ganda Leo, yang sehari-hari memegang kendali di PT Sabar Ganda (perusahaan yang terlibat sengketa tanah seluas 9,9 hektare di Cengkareng, Jakarta Barat).
Sengketa inilah yang membuat pengacara PT Sabar Ganda bernama Adner Sirait diduga menyuap hakim Ibrahim –hakim PT Tata Usaha Negara (TUN)– sebesar Rp 300 juta di Cempaka Putih. Ibrahim adalah hakim yang menangani sengketa tanah antara PT Sabar Ganda melawan Pemprov DKI.
Kasus hukum yang menyeret pengusaha yang diberi gelar “Raja Kebun” ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebel.umnya, tahun 2004, DL Sitorus pernah mendekam di hotel prodeo dalam kasus perambahan hutan register 40 di Tapanuli Selatan.
Kasus ini bermula saat perusahaa milik DL Sitorus, PT Torganda mengonversi 72.000 hektare (dari 172.000 hektar) hutan di Register 40 menjadi perkebunan sawit, di Kecamatan Simangambat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. PT Torganda mempekerjakan lebih dari 15.000 karyawan.
Itu belum termasuk pekerja yang bekerja di perkebunan lain dan perusahaan keluarganya yang lain. Grup Torganda ini juga diduga memiliki 33 bank perkreditan rakyat (BPR).
Konversi hutan menjadi perkebunan sawit itulah yang menjebloskan DL Sitorus ke balik jeruji besi selama 8 tahun. Ia ditangkap pada 30 Agustus di Pematang Siantar dan dibawa ke Medan. Kejaksaan Agung menuduh DL Sitorus melakukan tindak pidana korupsi. Selain itu, ia juga dituduh melakukan penebangan liar.
Kesuksesan DL Sitorus di bisnis kelapa sawit ternyata membawanya ke panggung politik. Pada 20 Januari 2006, DL Sitorus mendeklarasikan Partai Peduli Rakyat Nasional, dimana dia menjadi tokoh utama pendiri partai ini.
Di dunia pendidikan, DL Sitorus yang memiliki perhatian lebih di dunia pendidikan menjabat sebagai Ketua Yayasan Abdi Karya (YADIKA) yang berdiri sejak tahun 1976.
YADIKA secara bertahap telah menyelenggarakan semua strata pendidikan tingkat TK, SD, SMP, SMU, SMEA, STM, LPK dan BLK.
Tahun 1989 DL Sitorus semakin menancapkan bisnisnya di dunia pendidikan dengan mendirikan Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta

Mafia Bisnis dan Curut Politik Dibalik Isu Ekonomi Indonesia Lesu

Banyak politisi dan pengusaha yang teriak-teriak ekonomi Indonesia sedang lesu. Joko Widodo pun kembali dikuyo-kuyo seolah gagal menumbuhkan sektor perekonomia. Sepinya Glodok dan beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta dijadikan contoh. Betulkah kejadiannya seperti itu?

Saya menemukan sebuah infografis yang dibuat oleh detik, namun sepertinya hasil ini tidak mutlak. Sebab dalam salah satu artikel mereka yang lain disebutkan bahwa  penjualan bersih Indomaret masih naik 8,8% dari periode yang sama semester I tahun lalu Rp 29,12 triliun menjadi Rp 31,69 triliun. Namun dalam laporan keuangan sang induk, penghasilan komprehensif Indomaret yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun jauh 81,8% dari Rp 239,4 miliar menjadi Rp 43,53 miliar. Itu artinya tidak selaras dengan kenaikan penjualan bersih Indomaret. Tapi bisa jadi banyak faktor yang melatari terjadinya hal ini, bisa jadi beban perusahaan juga bertambah karena (mungkin) ada kenaikan gaji karyawan misalnya.
Beberapa poin yang dijadikan acuan di infografis itu juga ada yang membuat saya menaikkan alis. Misalnya saja penjualan ritel menurun. Data ini saya asumsikan berasal dari peritel besar yang volume penjualannya lebih mudah didata.
Saya kurang setuju. Buat saya ekonomi bukan lesu, melainkan ada pergeseran pola konsumsi dan jenis serta cara berusaha. Saya pernah mendengarkan saat Rhenald Kasali on air di salah satu radio swasta dan saya kira apa yang beliau sampaikan benar dan mewakili pergerakan usaha saat ini. Stay relevant adalah kunci yang harus dijalankan siapapun yang ingin tetap survive di dunia bisnis saat ini.
“Ada shifting dari kalangan menengah ke atas karena disruptive economy dari konvensional ke serba online. Perubahan ini bukan mengakibatkan tumbuhnya infrastruktur baru, tetapi pemerataan ekonomi di masyarakat,”
Ini salah satunya berkaitan dengan sektor ritel pakaian tadi. Saat ini untuk belanja baju, jilbab, celana, kaos, dll kita tidak harus pergi ke mall atau department store. Dan ini yang melakukan bukan cuma Gen Z ataupun Gen Y yang masih belia dan kata Presiden Jokowi akan mengubah landscape politik maupun ekonomi 5-10 tahun ke depan. Mama saya pun yang sudah setengah abad usianya juga keranjingan belanja online. Jilbab sampai innernya 95 persen didapat dari hasil ubek-ubek shopee, instagram, facebook, bahkan lazada. Sangat jarang Beliau pergi ke mall untuk membeli itu.
Dan kalau Anda mengikuti berbagai online shop di Instagram pasti membuat cukup terkejut. Seorang seller bisa membuka order ribuan jilbab dan ludes hanya dalam waktu satu jam. Selain barang-barangnya lebih variatif, punya keleluasaan memilih, harga yang ditawarkan online cukup kompetitif tinggal kita sebagai customer pintar memilih online shop yang reputasinya oke saja.
Saya sendiri sangat tergantung online untuk membeli produk seperti kosmetik ataupun skincare. Selain harganya lebih irit (bayangkan body lotion yang di outlet harganya 490 ribu bisa saya dapatkan cukup dengan 360 ribu di online, original pun!), banyak produk yang tidak ada outletnya di sini maupun kalau ada outletnya tapi tidak lengkap bisa saya temukan di seller-seller online. Dan saya bisa mengecek mana penjual dengan harga murah tapi trusted dengan mudah. Sekedar beli shampoo saja juga saya sering beli online karena tergiur promo buy one get one misalnya.
Kenapa pedagang di Glodok yang hanya punya toko offline sepi? Ya karena mereka nggak jemput bola dengan juga mencoba berjualan online. Saat ini masyarakat tidak perlu datang ke pusat elektronik hanya untuk mencari barang yang dibutuhkan. Mereka tinggal googling, cek review, cari toko yang trusted dan harganya oke, kemudian melakukan transaksi dan tinggal tunggu barangnya datang. Lumayan kan waktu atau uang yang harus dikeluarkan untuk menuju tempat toko tersebut bisa dihemat.
Orang pun sekarang nggak harus punya kantor ataupun toko untuk mau mulai berbisnis. Anda bisa cari uang dari rumah di lapak digital. Kalau butuh bertemu klien bisa dilakukan di restaurant atau coffee shop. Dan yang sekarang sedang mulai naik daun adalah munculnya co-working space. Dengan konsep ini Anda jauh lebih efisien dalam mengurangi biaya perusahaan untuk utilitas kantor, pemeliharaan gedung, dll. Tak sedikit pula pekerjaan masa kini yang bisa dikerjakan secara remote. Klien dengan penyedia jasa maupun antar teman kantor cukup berkomunikasi via video call, chat, email, telepon, dll.
Dan usaha orang-orang sekarang makin kreatif. Jualan kopi susu, catering diet, tanaman, jajanan, dll bisa dijadikan sumber penghidupan. Menjamurnya sosial media juga mempermudah mereka berpromosi dan in touch dengan konsumen. Gaya berpromosi mereka pun tidak kaku, cocok dengan mayoritas pengguna media sosial saat ini. Rugi para pengusaha besar yang membayar tim marketing dan PR mereka kalau tidak bisa mengimbangi ini.
Hal-hal seperti ini sepertinya agak susah dikejar oleh mafia-mafia bisnis besar yang selama ini bahagia karena merasa sebagai satu-satunya jujugan konsumen. Sekarang pesaing mereka bukan sesama kapitalis bermodal besar tapi justru masyarakat yang mulai bergerak dengan modal yang mereka miliki yang juga menyasar mereka yang dulunya adalah konsumen bisnis besar itu. Mereka mengeluh dengan menciptakan opini seolah ekonomi RI melemah. Dan ini juga dimanfaatkan curut-curut politik yang ingin menjatuhkan Jokowi.
Kalau mau melihat ekonomi lesu atau tidak jangan lihat yang ada di pusat perbelanjaan atau mall. Coba sekarang eranya mulai tengok ke agen-agen ekspedisi seperti JNE, J&T, Sicepat, dll. Anda akan melihat tumpukan barang siap kirim yang mayoritas adalah kiriman dari online shop ke para pembelinya. Atau lihatlah abang-abang Go Food dan Go Send yang setiap hari riwa riwi mengantarkan pesanan.
Sekarang ini yang terjadi bukan hanya perputaran uang tapi juga perpindahan uang. Lihat saja Blue Bird mengeluh omzetnya turun, tapi di satu sisi jumlah penumpang angkutan online nambah sebab memang pangsa pasarnya besar. Orang tertarik dengan harga murah dan kemudahan akses. So, kalau pengusaha besar ingin tetap bisa bersaing dengan sehat dan jadi pilihan konsumen, stay relevantlah dengan perkembangan jaman.

Prabowo - SBY Bertemu, PAN Klaim Dukung Pemerintah Sampai 2019

Liputan6.com, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) optimistis kesepakatan antara Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas tidak akan mempengaruhi sikapnya. Oleh karena itu, PAN tidak terlalu ambil pusing soal pertemuan kedua tokoh tersebut.
"Enggak ada hubungannya dengan PAN pertemuan tersebut," ucap Sekjen PAN Eddy Soeparno kepada Liputan6.com, Jakarta, Kamis 27 Juli 2017.

Dia menegaskan partai berlambang matahari itu tetap berkomitmen mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hingga 2019.

"Kita memiliki komitmen mendukung pemerintah sampai dengan 2019," tegas Eddy.
Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto melawat ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya membicarakan kondisi politik saat ini. Salah satunya terkait UU Pemilu yang baru disahkan.

Keduanya sepakat untuk mengkritisi pemerintah. Terutama terkait presidential trashold atau ambang batas pencalonan Presiden sebesar 20 persen.

SBY - Prabowo pun bersyukur atas sikap PAN dan PKS yang sejalan dalam menolak UU Pemilu.

Cak Imin Beberkan Hasil Pertemuan PKB dengan HTI

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar membeberkan hasil pertemuannya, dengan perwakilan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Pria yang karib disapa Cak Imin itu menyebutkan, ormas Islam yang kini sudah dibubarkan pemerintah itu memang sulit mengakui Pancasila sebagai sesuatu yang final.

"HTI anggap Pancasila belum final, saya bilang ngajak, ayolah realistis, Pancasila ini final. Kedua, dalam hal prinsip Islam yang diperjuangkan kita kultural aja, akhlak baik, perilaku santun, tidak korupsi sudah cukup Islam," ujar Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis 27 Juli 2017.
Cak Imin mengakui pembubaran HTI memang sudah nyata. Namun, soal ormas ini mengadukan banyak anggotanya mendapat intimidasi secara tidak langsung, ia mengimbau agar sebaiknya mereka dirangkul dan tidak dimusuhi.

"Kami imbau sudah HTI dibubarkan, tidak usah para pengikutnya dimusuhi. Jadi kita ambil hikmahnya, jangan dimusuhi, kita rangkul, dialog, bicara, dan jadi bagian dari keluarga kita," ujar dia.
Terkait permintaan HTI kepada PKB agar mendukung penolakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Ormas Nomor 2 Tahun 2017, Cak Imin menegaskan, semua harus sesai asas demokrasi.

"Saya berjanji pasal per pasal dikritisi total agar tak ada yang anti-demokrasi, kalau ada ya harus disempurnakan," ujar dia.

Kedatangan perwakilan HTI dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar diinisiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Jadi ada yang mengontak saya dari HTI, mau ketemu, ya boleh, ada inisiatornya dari MUI," Cak Imin menandaskan.

Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah mencabut izin ormas HTI baru-baru ini. Pemerintah melalui kajian menilai HTI sebagai ormas anti-Pancasila karena akan mendirikan negara khilafah. Namun, ormas ini telah membantah tudingan ini dan akan menggugat pemerintah melalui uji materi Perppu Ormas di MK.

BNN Tembak Mati Satu Pengedar Sabu di Pluit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak mati satu pengedar sabu pada penggerebekan di Pluit, Jakarta Utara. Satu orang itu merupakan warga negara Taiwan.
Sementara, dua pelaku lainnya berhasil diamankan.

"Ada 3 orang pelaku, 1 meninggal," ujar Kabag Humas BNN, Kombes Sulistiandriatmoko, kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (26/7/2017).
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menuturkan satu pelaku yang telah diamankan adalah warga negara Taiwan. Sisanya merupakan warga negara Indonesia.
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan sekitar 300 kilogram narkotika jenis sabu dari dalam rumah di Jalan Muara Karang Cantik Nomor 16 Blok D Selatan RT 04 RW 18, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Sabu itu disembunyikan pelaku di mesin pemoles sepatu.
"Dari 8 mesin pemoles sepatu (berisi @ 1 mesin 1,1 kg sabu) total Barang bukti yang berhasil disita 256 Kg sabu," tulis Kabag Humas BNN, Kombes Sulistiandriatmoko, kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (26/7/2017).
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pengungkapan ini merupakan operasi kerja sama antara BNN, Bareskrim Polri, Bea dan Cukai serta intelejen antarnegara. Namun, operasi memang dikendalikan oleh BNN.

Blokir Telegram, Kominfo: Kami Tidak Kena Hack

Jakarta - Sempat beredar kabar kalau situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkena aksi hacking. Namun belakangan informasi tersebut dimentahkan oleh Kominfo.

Hal itu disampaikan langsung oleh Noor Iza, Plt Kepala Biro Humas Kominfo. Melalu pesan singkat, dirinya menyatakan kalau kabar yang menyebut bahwa situs Kominfo telah mengalami aksi hacking adalah tidak benar.

"Rekan-rekan, berkenaan dengan tampilan web subdomain Kominfo terkena hack, hasil kami sementara bahwa web tersebut tidak terkena hack," jelas Noor Iza.

Sebelumnya beredar bukti screenshot yang menunjukkan kalau subdomain situs Kominfo berganti tampilannya. Aksi jahil semacam ini lebih dikenal dengan sebutan deface, dimana pelakunya mengubah tampilan sebuah website yang biasanya diganti gambar berisi pesan tertentu.

Namun ketika ditelusuri detikINET, bukti screenshot tidak terbukti. Alamat subdomain situs Kominfo yang dimaksud bisa diakses dengan normal.

Kominfo sendiri baru saja melakukan pemblokiran terhadap layanan Telegram lantaran dinilai banyak sekali kanal di layanan pesan instan tersebut yang dianggap bermuatan konten negatif, seperti propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, dan lain-lain.

Termasuk di dalamnya ditemukan ajakan cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing image (gambar tidak pantas), dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Namun sejauh ini belum ada informasi kalau beredarnya bukti screenshot situs Kominfo di-hack ada kaitannya dengan keputusan Kementerian tersebut melakukan pemblokiran terhadap Telegram.

(yud/rou)

Demi Tangkal Terorisme, Polri Dukung Pemblokiran Telegram

Jakarta - Polri mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram. Langkah itu merupakan upaya mencegah penyebaran paham radikal yang dilakukan kelompok teroris.

"Kita dukunglah langkah itu karena memang kita tahu Telegram banyak digunakan konten-kontennya yang kurang layaklah, bisa membahayakan masyarakat, yang kurang memahami bisa terpapar," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi, Sabtu (15/7/2017). 

Setyo menyebut ada beberapa dugaan kenapa Telegram banyak digunakan kelompok radikal untuk menyebarkan paham. Salah satunya komunikasinya yang mudah dilakukan.

"Ya mungkin salah satu alasannya adalah kapasitasnya besar, kemudian komunikasinya tepat dan mudah digunakan, menggunakannya mudah," ujarnya.

Menkominfo Rudiantara menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal di layanan tersebut yang bermuatan negatif.

Konten negatif yang dimaksud antara lain propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar tak senonoh, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

"Di Telegram, kami cek ada 17 ribu halaman mengandung terorisme, radikalisme, membuat bom, dan lainnya, semua ada. Jadi harus diblok, karena kita anti-radikalisme," kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu, Jumat (14/7).

Rudiantara mengancam akan menutup semua platform media sosial yang masih meloloskan konten negatif yang mengancam keamanan negara. Salah satunya dibuktikan dengan menutup akses Telegram.

Hal ini menyusul adanya peran media sosial dalam peracikan bom, misalnya. Pernyataan ini dilontarkan menteri menyusul beberapa aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Terakhir, peracik bom panci Agus Wiguna (22) belajar meracik melalui internet.

(idh/yud)