Subscribe Us

Ahmad Dhani “Ngamuk” Setelah Postingan Penulis ?

Beberapa hari yang lalu, penulis mengangkat tulisan tentang pakaian kaos yang dipakai oleh Ahmad Dhani beberapa tahun yang lalu. Bagi pembaca setia di Seword yang ingin membacanya silahkan klik tulisan penulis yang bisa di akses di https://seword.com/politik/ahmad-dhani-teriak-pki-silahkan-perhatikan-bajunya

Ternyata postingan penulis tersebut menjadi viral di media sosial bahkan sudah masuk menjadi berita di beberapa media nasional. Tulisan tersebut ternyata membuat Ahmad Dhani “ngamuk” seperti yang diberitakan di dalam salah satu situs media nasional berikut ini :
http://www.tribunnews.com/seleb/2017/08/18/ngamuk-fotonya-pakai-baju-palu-arit-viral-dhani-ditantang-netizen-lakukan-ini
Penulis bingung, kenapa Ahmad Dhani “ngamuk” ya setelah penulis mengangkat foto ini ???
http://mulanjameelafan.weebly.com/uploads/1/0/4/0/1040996/1174022_orig.jpg
Penulis ingin bertanya…
Jadi benar, bahwa simbol merah yang terdapat pada baju kaos yang dipakai oleh Ahmad Dhani pada foto di atas adalah simbol Palu arit yang merupakan ciri khas PKI ???
Jadi benar ya jika tokoh pada baju yang dipakai oleh Ahmad Dhani di atas adalah Josif (Josef) Vissarionovich Stalin, Iósif Vissariónovich Stálin, nama asli Ioseb Jughashvili yang merupakan seorang tokoh komunis dan diktator yang sangat kejam dari Uni Soviet ???
Jika itu bukan simbol palu arit yang merupakan ciri khas PKI, lalu itu simbol apa ???
Jika itu bukan sosok Josef Vissarionovich, lalu itu siapa ???
Ahmad Dhani seharusnya tinggal menjawab saja pertanyaan penulis di atas, tidak perlu “ngamuk” apalagi sampai mencaci maki seperti yang terlihat dalam cuitannya berikut ini :
http://www.tribunnews.com/seleb/2017/08/18/ngamuk-fotonya-pakai-baju-palu-arit-viral-dhani-ditantang-netizen-lakukan-ini
Penulis bertanya secara baik-baik kenapa malah dicaci maki oleh Ahmad Dhani ya ???
Ahmad Dhani “panik” ya ???
Malu ya ketahuan jika pernah memiliki baju kaos simbol Palu arit yang merupakan ciri khas PKI, tapi teriak-teriak anti PKI ???
Beberapah hari yang lalu, penulis juga melihat jika Ahmad Dhani menjual kaos 212 seperti berikut :
http://hiburan.dreamers.id/article/65744/netizen-sindir-ahmad-dhani-karena-jual-kaos-islam-212
Maaf, Ahmad Dhani…
Itu maksudnya apa ya Islam 212 pada kaos tersebut ???
Mau “mencari” simpati umat ???
Anda pernah menggunakan kaos palu arit yang merupakan ciri khas PKI, lalu teriak anti PKI dan sekarang jual kaos Islam 212 ??? Ha ha ha
Gimana logikanya…
Seseorang yang memiliki dan mengenakan baju kaos dengan simbol Palu arit (komunis) lalu sekarang mengenakan kaos Islam 212 ???
Yang lebih lucu lagi, promo kaos Islam 212 tetapi bahasanya “fasih” mencaci maki orang lain dengan kata (Maaf) kodoker dan babier seperti cuitannya di atas ??? wkwkwkwkwk
Terima Kasih Ahmad Dhani…
Saya sebagai salah satu rakyat Indonesia akhirnya menyadari siapa sebenarnya orang-orang yang teriak anti PKI selama ini…
Memang sangat mudah bagi seseorang untuk meneriaki orang lain PKI (komunis) meskipun orang tersebut ternyata pernah menggunakan kaos dengan simbol PKI (komunis) beberapa tahun yang lalu !!!
Terima Kasih Ahmad Dhani…
Saya sebagai salah satu dari umat akhirnya menyadari siapa sebenarnya orang-orang dibalik 212  yang katanya membela agama tetapi bahasanya fasih mencaci maki…
Oh iya…
Penulis ingin mengucapkan Maaf kepada Ahmad Dhani karena penulis tidak memiliki kaos kuning dengan simbol Palu arit merah ciri khas PKI (komunis) seperti foto miliknya di atas karena penulis pernah belajar sejarah jadi penulis mengetahui bagaimana bentuk simbol PKI (komunis) tersebut.
Jadi jika ada orang yang teriak-teriak anti PKI (komunis) tetapi dia sendiri pernah menggunakan kaos dengan simbol PKI (Komunis) itu sama saja ahistoris !!! 😀 😛
Lalu kenapa penulis mengangkat foto lawasnya…???
Karena selama ini ada yang teriak-teriak anti PKI, teriak saat penangkapannya dalam kasus “makar” seperti PKI, mengungkapkan sejarah PKI menurut versinya sendiri untuk menyindir Presiden Jokowi, mengatakan bahwa Ahok merupakan bahaya laten bagi NKRI tetapi ternyata yang teriak tersebut malah memiliki dan menggunakan baju dengan simbol PKI !!! 😀 😛
Jadi sejarah itu sangat berguna bagi kita rakyat Indonesia untuk mengetahui bibit bebet dan bobot seseorang sehingga kita tidak mudah “tertipu” dengan penampilan serta bisa memahami siapa sebenarnya orang tersebut.
Apalah artinya jika seseorang teriak anti PKI, tetapi faktanya dia memiliki dan mengenakan baju simbol PKI…
Apalah artinya jika seseorang mengklaim dirinya sebagai pembela agama HANYA dengan menjual kaos 212 tetapi mulutnya “fasih” mencaci maki orang lain…
Apakah orang tersebut akan tetap bersinar ???
Atau dia malah makin tenggelam ???
Oh iya, Ahmad Dhani, Anda MASIH dicariin tuh oleh Ketua Asosiasi Pedagang Barang Antik Cikapundung, Bandung. (Sumber)

Poligami: Dekat Paha-la untuk Masuk Syurga

Mengapa memasyarakatkan poligami di tengah kehidupan bermasyarakat Indonesia yang mayoritas muslim sedemikian susah? Apakah ini masalah komunikasi yang dibangun para ustadzah kurang masif, terstruktur dan sistematis?
Padahal yang namanya poligami adalah termasuk sunah Rosul. Ada paha-la tersedia bagi para poligamer yang syar’i. Belum lagi dengan banyaknya paha-la yang dipandangi setiap hari bagi poligamer syar’i bagi mereka dijamin syurga. Syurga yang dimaksudkan pun sangat jelas.
Ustadz Syamsuddin Nur telah mensyiarkan bahwa syurga itu adalah tempat pesta seks. Alloh SWT sendiri sebagai penyedia jasa seks bebas di syurga. Rasa cemburu pun tiada, nafsu syahwatlah sebagai penggantinya. Mantap bukan, syurga yang disediakan untuk para poligamer?
Keterangan Ustadz Syamsuddin makin syar’i ketika mendapatkan tambahan dari Ustadz Hendy. Bahwa di surga itu kelamin tidak pernah kendur. Dapat dibayangkan betapa indah syurga yang diterangkan dua ustadz tersebut.
Masalahnya, dengan iming-iming syurga sesyar’i itu, mengapa poligami tetap kurang peminat bagi kebanyakan kaum muslim negeri ini? Secara khusus, yang sering melakukan penolakan adalah kaum Hawa. Padahal, bagi istri yang taat pada suami janji syurga pun disediakan.
Belum lagi, ini yang sering terdengar dari tivi, daripada suami berbuat dosa dengan selingkuh, main wanita, punya tabungan perempuan, kan lebih baik si suami diijinkan poligami. Sunah Rosul, gitu loh…
Dalam situasi seperti itu jelas-jelas kalau suami makan barang haram. Padahal bisa diupayakan dengan menghalalkan segala cara supaya suami menikmati barang halal. Mengapa istri tidak membantu suami menikmati barang halal dan memaksa beberapa suami menikmati barang haram? Kan sayang sekali para suami kalau malah melahap barang haram. Ancamannya pun jelas. Dijauhkan dari paha-la dan didekatkan dengan neraka.
Hanya saja, sebuah tantangan serius atas syiar poligami yang dekatkan pada paha-la juga tidak main-main. Rasa sakit hati para istri yang belum tersentuh manajemen qolbu seperti Teh Ninih memang masih kuat.
Paling tidak, saat ini rasa sakit di hati itu terwakili oleh curahan hati Dian Rositaningrum istri Aunur Rofiq Lil Firdaus alias Opick. Seperti telah jadi berita bahwa Opick melakukan poligami yang membuat sakit hati Dian Rose. Maklum, lima belas tahun hidup bersama kini kedatangan madu hasil dari poligami sang suami.
Opick dan istrinya Diana (foto : tribun jateng)
Dian Rose pun merasa dijebak dipoligami secara diam-diam dengan seorang wanita yang sudah 7 tahun tinggal bersama dengan dirinya dan sang suami.
Berikut ini isi curahan hati yang diduga pemburu berita berasal dari istri Opick berjudul “Bicara Poligami”. Sebagian tulisan yang pantas digarisbawahi, sebagai berikut!
Anda ingin poligami berhasil ???
Islam mempunyai rules maka ikuti petunjuknya  maka kalian akan selamat mempunyai keluarga sakinah mawadah warohmah dan Allah ridhoi …

Datang dengan keadaan sudah menikah karena ketahuan dan istri harus menerima dengan iman ??? Think ….
Awal kebaikan kah yang di tanamkan ..
ajarkan kami tentang keimanan  , jangan ajarkan kami kebencian. Bukan kah ini menjebak istri yang tidak siap dengan hadirnya madu????  Menjebak???  Ya .. Karena mau tidak mau istri harus menerima keadaan dengan teriak ini sudah takdir … Terima lah maka kau masuk surga … Hallooooooo masuk surga bukan karena poligami.. Masuk surga karena ahlak yang baik dan takut akan Allah swt. Bagaimana untuk istri yang shock dengan fakta pemaksaan??? cerai taruhannya, yup … anak2 korbannya, harus nya dia bisa hidup bersama ibu bapak nya, tapi ini perpisahan yang akan mengganggu jiwa kepada semua yang terlibat, istri, anak, ibu, bapak, keluarga besar. Berfikirlah wahai imam yang bijaksana … Poligami tidak semudah memuntahkan spermamu pada lobang yang baru …
Kasihanilah kami para wanita .. ibu dari anak2 mu yang melahirkan anak2 mu jangan korbankan istri dan anak2 …berapa banyak janda2 yang akhirnya menjadi single parent hanya karena kurang ilmu agama .. Sudahkah anda mengajarkan istri anda mengenal tauhid , melepaskan dunia , sehingga dia sanggup melepaskan cinta kepadamu dan meraih cinta Allah saja .. (nyengir  liat kamu para imam dng cinta yang baru eaaaa eaaaa berasa abg… , Kita ngilangin cinta dunia dia bergelut dengan kecintaan dunia  )
Kalau sudah mengajarkan, lihat polanya… Menjadi semakin taatkah kepada anda dan Allah atau sebaliknya????
Apakah poligami ini dapat diterima dengan iman dan akal sehat ?????
Di mana ADAB seorang muslim???
Pola poligami seperti ini kah yang kalian akan syiarkan wahai para imam …
Iman kah atau nafsu yang kalian yang terdepan???
Urusan akhirat kah atau urusan dunia dengan berbangga2 menaklukan para wanita?
Layaknya orang yang menikah karena takut berzina karena kalian mendekati zina sebelum halal, ini iman ???
Jelas, perkara tidak mudah untuk melewati rasa sakit hati para istri seperti tercermin dari tulisan di atas.
Nah, bagaimana mengatasi masalah ini? Supaya syiar tentang poligami yang mendekatkan paha-la dan dapat syurga tidak sia-sia? Manajemen qolbu perlu digalakkan selain tentu saja keampuhan tamba ati perlu ditambah dosisnya.
Selain itu, Mungkin hal yang bisa dipikirkan para poligamer adalah perlu mencetak banyak-banyak ustadzah yang syiar tentang poligami. Ustadzah yang dimaksud tentu produk dari akademi suami poligami. Dijamin syiarnya sungguh riil berdasarkan pengalaman yang syar’i. Insya Allah, poligami yang mendekatkan pada paha-la dan syurga bisa menjadi gerakan 212.

Prabowo Ejek Wartawan: “Muka Kayak Enggak Belanja di Mall”, Tidak Pantas!

“Jangan hanya membela orang kaya saja. Kira-kira itu baik enggak? Kita belain para wartawan. Gaji kalian juga kecil kan? Kelihatan dari muka kalian. Muka kalian kelihatan enggak belanja di mall. Betul ya? Jujur, jujur… Selalu sumber alam kita mau diambil, dikuras. Kita kasihan sama kalian tidak bisa belanja di mall. Jadi kita berjuang buat kalian..”
Ibarat sudah putus asa dan menemukan jalan buntu ke Pilpres 2019, Prabowo malah melakukan kesalahan konyol yang tidak pantas dilakukan oleh seorang yang dianggap sebagai negarawan.  Ketua umum partai Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan bahwa seorang pemimpin harus membela kepentingan rakyat. Rakyat yang kurang mampu seharusnya yang diperhatikan oleh pemimpin.
Ia mengatakan bahwa jangan sampai ada ketimpangan status ekonomi di masyarakat. Wajar saja, sebagai pengamat, ia bisa berkata apapun, sesuka hatinya. Namun tentu pembaca Seword juga pasti sudah tahu, bagaimana hancurnya negara ini, jika dipimpin oleh orang semacam ini.
Sebenarnya dengan statementnya, Prabowo sedang melakukan blunder pemikiran. Di awal perkataannya, ia menegaskan ingin membela para wartawan. Namun di sisi lain, ia malah mengejek wartawan yang digaji kecil dengan sebutan “Muka kalian kelihatan enggak belanja di mall”. Ini adalah penghinaan yang cukup jelas kepada para orang kecil. Lantas inikah yang dinamakan ‘membela orang kecil’?
Alih-alih ingin menjilat kaum wartawan yang dianggap kaum marginal, orang ini malah ibarat “meludahi” kaum marginal dengan ejekannya. Menyinggung profesi wartawan dengan kalimat yang tidak pantas, sebenarnya ia sedang mencoreng mukanya sendiri. Siapa yang membuat Prabowo dikenal meskipun tidak terkenal? Mau tidak mau, itu adalah wartawan yang terhormat. Mengapa harus diejek?
Apakah betul bahwa gaji wartawan dianggap rendah? Jika memang rendah, apakah itu memengaruhi kesejahteraan mereka? Jikalau memang memengaruhi kesejahteraan mereka, apakah mereka pantas diejek “muka tidak belanja di mall”?
Ini sungguh-sungguh suatu blunder yang dilakukan oleh Prabowo Subianto, orang yang tidak pernah susah. Di tengah-tengah tegangnya intoleransi Indonesia, bukannya malah toleran, Prabowo malah menunjukkan intoleransi antar lapis ekonomi. Sini saya pecut kudanya!
Orang yang tidak pernah susah memang memiliki karakter yang cenderung menginjak dan menekan manusia yang di bawahnya. Inilah kegagalan berpikir 48% rakyat Indonesia pendukung Prabowo dan 58% warga Jakarta pendukung Gubernur terpilih hahaha. Siapa presiden dan gubernur yang kalian pilih?
Apakah kalian memilih presiden yang sehat, gemuk, bugar dan memiliki kuda seharga puluhan juta? Salah! Kalian harusnya memilih presiden yang jujur, merakyat, dan sederhana. Presiden harus lahir dari kaum marginal, agar mengerti bagaimana kesulitan kaum marginal, dan juga kaum eksekutif. Siapakah orang yang paling layak menjadi pemimpin kita? Salah! Jawabannya adalah Joko Widodo.
Indonesia menjadi salah satu negara yang paling sulit diatur. Lihat saja dari masa ke masa, setelah Soekarno mendirikan NKRI, pemimpin seperti Soeharto sampai SBY, sangatlah mengalami kesulitan di dalam memimpin negara ini. Sulit sekali bagi pemimpin Indonesia untuk menyelaraskan seluruh keberbedaan yang ada dari Sabang sampai Merauke.
Namun saya percaya, ada beberapa pemimpin yang justru tidak ingin menonjolkan keberbedaan dan keberagaman yang ada. Mereka lebih menghargai keberagaman. Kita tahu bahwa beberapa presiden Indonesia mencoba untuk merangkul keberagaman.
Jokowi hadir sebagai pemimpin, bukan untuk mengerucutkan keberagaman, namun untuk menghargai keberagaman. Jadi tidak berlebihan jika kita jatuh dalam kesimpulan bahwa ejekan Prabowo kepada para wartawan, adalah sebuah kalimat yang memecah belah antara kaum marginal dan eksklusif. Sebuah kalimat yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang negarawan, memecah belah keberbedaan yang ada. Jurang yang ada, malah diperlebar dengan kalimat-kalimat bocornya.
Semoga ini adalah kalimat terakhir yang memecah belah dikeluarkan oleh Prabowo. Jangan sampai keluar lagi. Karena entah mengapa, semakin ia berbicara, malah semakin memecah kaum marginal dan tidak marginal. Orang tidak pernah susah, memang kalimat-kalimatnya sangat menyakiti.

Sandiwara Patrialis Ketika Vonis 12,5 Tahun

Hari ini tanggal 14 Agustus 2017, Eks hakim konstitusi Patrialis Akbar dituntut 12,5 tahun bui karena terbukti melakukan korupsi terkait dengan permohonan uji materi UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Innalillahi, karena saya di persidangan telah mengungkapkan seluruh fakta. Banyak hal fiksi semacam karangan yang dibuat tidak berdasarkan fakta persidangan,” kata Patrialis seusai sidang di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).
Ha….ha…ha….ada-ada saja ulah manusia bila sudah kena tangkap. “Demi Allah, saya betul-betul dizalimi. Saya tidak pernah menerima uang satu rupiah pun dari Pak Basuki,” ujar Patrialis.
Patrialis justru menganggap dirinya sebagai korban, bukan seorang pelaku korupsi. Korban ? Nggak salah pak ? Patrialis ditangkap dalam operasi tangkap tangan, Rabu (25/1/2017). Patrialis ditangkap setelah diduga menerima suap sebesar 20.000 dollar Amerika Serikat dan 200.000 dollar Singapura, atau senilai Rp 2,15 miliar.
Sudah tertangkap tanganpun masih bilang bahwa dirinya adalah korban. Iya korban kerakusan dirinya sendiri. Mahfud mengatakan tindakan Patrialis tidak pantas lantaran sudah digaji oleh negara sebesar Rp 72,8 juta per bulan dan menerima tunjangan nomor satu.
“Moralnya bobrok, sudah pastilah,” kata Mahfud. Mahfud menambahkan, jika perbuatan korupsi itu terbukti, Patrialis harus dihukum berat. Sebagai penegak hukum, kata Mahfud, Patrialis patut dihukum seumur hidup seperti pendahulunya, Akil Mochtar
Nah, Patrialis Akbar yang dituntut 12,5 tahun penjara saja sudah mengatakan ‘Innalillahi,. Padahal hukuman itu sangat kurang menggigit apalagi bila ditinjau dari ucapan yang pernah disampaikan oleh Patrialis sendiri.
“ Koruptor yang sudah tua dimiskinkan saja dengan mengambalikan kerugian dan denda 10 kali supaya dia miskin. Namun kalau mereka tidak bisa membayar denda berpuluh puluh kali lipat yang kami tentukan, ya koruptor masuk penjara juga,” Kata Patrialis Akbar pada saat menjabat Menteri Hukum dan HAM tahun 2011.
Saat menjabat sebagai Menkum HAM, Patrialis juga pernah menanggapi wacana hukuman mati bagi koruptor. Menurutnya, aturan itu sudah ada dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Nah, sekarang bagaimana Patrialis Akbar, hukuman dimiskinkan atau dihukum mati ? Mulutmu adalah Harimaumu.
Gajinya sudah tinggi. Kalau dilihat dari daftar kekayaannya ketika masuk sudah Rp 14 M lebih yang di LHKPN, kok masih kurang ya.
Kalau benar dia menerima suap dan terbukti nanti, dan saya percaya itu akan terbukti nanti, karena KPK yang nangkap, maka tidak ada jawaban lain: dia orang rakus. Kedua, mungkin dia punya agenda politik yang akan ditempuhnya bermodalkan uang, mau jadi apa lagi. Kalau di Indonesia, politiknya nggak punya uang, kan nggak bisa,” papar Mahfud.
Bahkan ketika di MK, Patrialis Akbar diduga pernah mengunakan kop surat MK untuk mengakhiri perselisihan dengan warga Kampung Citeko.
“Itu sempat. Itu sebelum membeli lahan di situ kan ada jalan kecil, jalan buntu. Nggak tahu secara jelas. Tapi saya dengar (Patrialis) menggunakan surat (MK) itu,” ujar Sekretaris Desa Citeko, Sahrudin, kepada detikX di kantornya.
Lebih jauh Sahruddin bahkan menjelaskan walau sudah mengantongi izin lingkungan dari sejumlah warga desa, ternyata pembangunan popes itu belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Patrialis baru mengantongi izin peruntukan penggunaan tanah (IPPT) dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bogor.
Melihat kenyataan ini, masihkah pantas Patrialis Akbar di hukum 12,5 penjara ? Seharusnya Patrialis Akbar dihukum seumur hidup dan dimiskinkan atau dihukum mati seperti yang pernah diwacanakan oleh dirinya sendiri kala menjabat Menteri Hukum dan HAM.

Kenapa Lubang Pusar Tidak Boleh Dibersihkan?

Pusar adalah suatu tanda lubang tertutup di atas perut, yang sengaja dibuat ketika tali pusar dilepas dan dipotong dari perut bayi yang baru lahir agar terlepas dari plasenta ibunya. Semua makhluk mamalia yang berplasenta pasti akan mempunyai pusar. Pada hewan umumnya pusar hanya terlihat seperti garis tipis yang samar.
Kotoran pada kulit (daki/ bolot ), meskipun setiap hari kita sudah mandi, kotoran ini tetap ada. Ini disebabkan karena sebenarnya daki itu bukan cuma kotoran. Setiap hari ada sel mati yang mengandung keratin gugur dari permukaan kulit dan minyak yang keluar, semua bercampur bersama kotoran, itulah yang menjadi daki. Sel kulit mati dan minyak yang terkumpul pada lubang pusar menjadi kotoran di sana. Tetapi kotoran pusar itu tidak boleh dibersihkan.
Kenapa lubang pusar tidak boleh dibersihkan?
Kulit yang terdapat pada pusar lebih tipis daripada kulit pada bagian tubuh yang lainnya. Jadi, jika kulit dianalogikan sebagai dinding kastil, pusar dianggap sebagai pintu gerbangnya. Ingatkah anda, dulu waktu anda masih dalam kandungan ibu, pusar menjadi penghubung antara ibu dan anak. dan sekarang pintu itu sudah tertutup.
Pintu merupakan titik lemah dari suatu kastil. dan pintu ini harus senantiasa kita jaga, karena jika pintu ini anda rusak sendiri dengan mengorek-korek atau membersihkannya yang akan menyebabkan pintu retak, anda yang akan rugi sendiri. Bagaimana tidak, anda telah membukakan jalan pada jutaan musuh yang telah menunggu di sekeliling kastil anda.
Walaupun di balik kulit masih ada pertahanan lainnya (Antibodi, makrofag, dll), apa salahnya jika anda menjaganya, karena tidak ada yang bisa menjamin prajurit anda di balik dinding kastil akan menang atas serangan musuh.

Realisasi Kinerja Jokowi

Kebebasan berdemokrasi telah mengantarkan seluruh elemen masyarakat ikut berperan serta dalam memperjuangkan pilihannya. Melihat realitas dari janji kampanye Joko Widodo yang mendengarkan keluhan rakyat, bersentuhan langsung, mementingkan pelayanan rakyat, jujur dan bekerja nyata yang menjadi sebuah prioritas, dengan ideologi politik seperti itulah mampu mengantarkan masyarakat mempercayakan beliau menjadi presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 dan mendapatkan kemenangan.

Jokowi menegaskan bahwasannya dengan adanya etos kerja yang baik akan mempercepat pencapaian  kehendak kita bersama untuk menjadikan bangsa kita besar.  Bagaimana pidato Presiden Jokowi tentang pentingnya bekerja? Di sini ada hal yang menarik pidato dari beliau bagaimana keberpihakannya, merakyatnya, tanpa melihat kelas yang dilihat hanyalah prioritas dalam bekerja harus dilakukan dengan maksimal di segala aspek, kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, pedagang asongan, sopir, akademisi, guru, TNI, POLRI, pengusaha dan kalangan profesional.
Saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong rotong. Inilah, momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama untuk bekerja…bekerja… dan bekerja. baca disini 
Jokowi menekankan bangsa ini perlu bekerja keras, karena kerja merupakan makna budaya dan representasi pembangkit karakter bangsa, dengan itulah tidak akan ada kemunduran di berbagai bidang. Bekerja yang baik menurut Jokowi ialah bagaimana kita bisa menghasilkan sebuah hasil yang bisa di lihat, dirasakan orang lain dan mempunyai kebanggaan dan kepuasaan bagi diri sendiri.
Sejarah mencatat bangsa ini merdeka dengan cara bekerja keras dalam menumpas penjajahan sehingga kita merdeka. Setelah bangsa ini merdeka selama 71 tahun Jokowi berharap seluruh elemen masyarakat beserta stakeholder yang merupakan aset berharga bangsa dapat meneruskan cita-cita perjuangan para pendahulu kita yang menginginkan bangsa kita berjaya.
Jokowi melihat perlu adanya revolusi dengan cara merubah pola pikir bangsa melalui realitas yang ada dengan cara kerja keras dan bergotong royong. Bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugasnya masing-masing, di segala bidang apapun, dengan kreativitas yang dimiliki.
Jokowi yakin Negara ini akan semakin kuat dan mampu bersaing dalam dunia global dengan selalu mengedepankan dan  menumbuhkan kecintaan kita terhadap bangsa ini.
Oleh sebab itu Jokowi mengusung adanya konsep Revolusi Mental. Revolusi Mental memang tidak akan bisa terlepas dari Bung Karno. Beliaulah yang menjadi pencetus dan membuat idenya. Jokowi berharap bangsa ini menjadi manusia yang berintegrasi.
Jokowi melihat bagaimana kerusakan di dalam etos kerjaterjadinya penyelewangan-penyelewangan di bidang ekonomi, politik, kebobrokan di bidang hukum para pemangku jabatan yang lebih mementingkan kepentingan sendiri dan golongannya dimana mereka bekerja semata-mata  hanya untuk uang.
Program-program yang dijalankan sebatas wacana tanpa memerdulikan tanggung jawab dari apa yang semestinya dilakukan, masyarakat sudah terlalu lelah untuk mendengarkan retorika-retorika yang diaspirasikan dan dijanjikan, prinsip kerja asal kerja menjadi sebuah keterbiasaan,  wacana dalam bekerja dianggap menjadi hal mudah dan lumrah bagi mereka.
Revolusi mental menurut Jokowi adalah bangsa yang berkarakter santun, berbudi pekerti, ramah dan bergotong royong. Artinya masyarakat harus mengenal orisinal bangsa Indonesia, karena dengan menerapkan sistem seperti itu tidak akan ada munculnya korupsi, kolusi, nepotisme, dan kerja yang tidak baik.
Menurut Jokowi terminologi revolusi tidak selalu perang melawan penjajahan, menurutnya revolusi merupakan refleksi tajam bahwa karakter bangsa harus dikembalikan keaslinya. baca disini dan implementasinya adalah melalui jalur pendidikan yang berkualitas dan merata, serta penegakan hukum yang tak pandang bulu.
Kepercayaan masyarakat lantas dibuktikan oleh Joko Widodo perjalanan tiga tahun dari kepemimpinan Jokowi membawa perubahan, Ideologi  kerja Kabinet Jokowi dalam menerapkan prinsip kerja nyata pun dilaksanakan, misalnya prioritas Nawa Cita mulai memberikan angin segar kepada masyarakat.
Bagaimana dampak yang dirasakan  dari program KIS (Kartu Jakarta Sehat) dalam perubahan ekonomi menurut Direktur utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris dalam waktu 3 tahun. Program JKN – KIS telah menanggung hampir 70% dari total penduduk Indonesia. baca disini 
Sistem Pemerintahan yang transparan, pengurusan birokrasi terhadap pelayanan publik di segala aspek kepemerintahan semakin baik dan berkurangnya pungli, sidak yang dilakukan di kantor pemerintahan menjadikan para pegawai ketar-ketir dan tidak ada kata bermalas-malasan dalam bekerja.  Beberapa proyek mangkrak berhasil diselesaikan, salah satunya insfratuktur jalan dan pembangunan proyek kelistrikan. baca disini
Perubahan nyata dari pembangunan khususnya insfrastuktur jalan setelah beliau memimpin tidak hanya terfokus di Jakarta dan Pulau Jawa saja, tetapi lebih ke pemerataan pada daerah-daerah yang sulit di jangkau seperti Sumatra hingga Papua.
Pemerataan insfratuktur akan dapat merubah perputaran ekonomi yang lebih baik, penjualan dan produk-produk dari hasil bumi daerah dapat tersalurkan dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Semua itu tak semudah mengembalikan telapak tangan untuk mewujudkannya.
Para pemimpin besar adalah pemimpin yang mampu memicu imajinasi rakyatnya untuk mencapai cita-cita dan impian yang besar. Sehingga pengaruhnya merubah pola pikir rakyat untuk tidak ragu dan penuh semangat melakukan apapun untuk mencapainya, bahkan melakukan pengorbanan-pengorbanan  besar. Para pemimpin seperti Soekarno, Gandhi, Wasinghton atau Kennedy mampu membakar semangat pengikutnya sehingga tujuan besarnya tercapai.
Seseorang yang memiliki visi besar, impian, imajinasi dan karakter yang cukup kuat untuk mendorong perubahan dan kemajuan, Revolutionaries, dia harus memiliki kecerdasan, keberanian sekaligus empati. baca disini  
Jokowi mempunyai kemampuan dekat dengan rakyat, dengan cara itulah beliau mempunyai harapan untuk menentukan wajah Indonesia mencapai cita-citanya menuju masa depan yang lebih baik, semoga dengan kekuasaan politik yang dimiliki tetap konsisten dengan kerja nyata, Pemimpin yang baik, harus bisa memilih solusi yang terbaik dari yang terburuk, memberikan solusi-solusi kreatif yang bisa diterima di semua pihak.
Kemampuan komunikasi Jokowi menjadi hal yang vital karena merupakan hal yang sangat penting dalam penyampaian visi dan ide yang baik, sebuah ide yang besar bisa gagal dan sering gagal karena terlalu banyak alasan dalam komunikasi, dan kesadaran warga Negara pun akan sangat membantu dalam kinerja pemerintah untuk perubahan ke arah yang lebih baik.
Ungkapan Jokowi sebagai Presiden RI bukan semata omong kosong,  akan tetapi kata kerja yang diungkapkan Jokowi merupakan sebuah kerja nyata, membangun karakter bangsa, membangun budaya seperti itulah Jokowi membangun sebuah kesadaran tentang etos berbangsa dan bernegara.

Apa Makna Tato 4:20 di Tangan Ello?

Apa Makna Tato 4:20 di Tangan Ello?



Di Amerika tanggal 20 April menjadi hari yang disebut dengan international counterculture holiday yang terkenal dengan sebutan
Metrotvnews.com, Jakarta: Marcello Tahitoe atau yang akrab disapa Ello tertangkap Polres Metro Jakarta Selatan terkait dengan keterlibatan narkoba. Ello diduga mengonsumsi narkoba jenis ganja. Dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya bakal mengumumkan kasus itu sore nanti.

Terlepas dari kasus narkoba pada kalangan artis, ada hal yang menarik dari tato yang terukir di tangan kanan anak ketiga dari mendiang Diana Nasution tersebut. Tersemat 4:20. Walau Ello pernah juga mengatakan bahwa di pukul tersebut saat-saat di mana matahari tak lagi panas menyinari bumi. Namun apakah ada arti dan sejarah dari tato dari penyanyi yang terkenal dengan tembang "Pergi Untuk Kembali" dan "Masih Ada" tersebut?

Sejarah Angka 4:20 Itu Sendiri

Jika ditilik dari Wikipedia.com, diketahui tahun 1971, ada lima anak sekolah menengah atas di San Rafael, California yang menyebut diri mereka sebagai "the Waldos". Julukan ini merupakan kepanjangan dari "wall outside the school".

Adalah Steve Capper, Dave Reddix, Jeffrey Noel, Larry Schwartz, and Mark Gravich, lima anak yang mencari daun ganja yang pernah mereka pelajari kandungannya. Mereka mencari berdasarkan peta yang mereka percayai dibuat oleh para penanam tanaman ganja.

Anak-anak "the Waldos" ini bertemu di pukul 4:20 p.m. (sore), sebagai waktu bertemu yang lokasinya berada di bawah patung the Louis Pasteur di taman sekolah menengah atas, San Rafael High School.

Awalnya the Waldos ini sering menyebut 4:20 Louis (maksudnya di sekitar patung Louis atau patung Louis Pasteur yang merupakan karya dari Benny Bufano).

Karena terlalu panjang, mereka sering menyebutnya hanya dengan "4:20" saja. Menurut Wikipedia.com, akhirnya angka ini berkembang menjadi sebuah kode yang berarti penggunaan marijuana/ganja secara umum.

(Baca juga: Marcello Terjebak di Jalur Alternatif)

Angka 4 dan 20 sendiri juga merupakan bulan April yang dalam penulisan Amerika disingkat menjadi bulan terlebih dahulu (4) kemudian tanggal terjadinya yaitu (20).

Di Amerika tanggal 20 April menjadi hari yang disebut dengan international counterculture holiday yang terkenal dengan sebutan "cannabis culture", dan tepatnya pada pukul 4:20 tersebut merupkan waktu di mana menikmatinya.

Cerita tersebut didapatkan dari salah satu anggota the Waldos yang menceritakan kisah tersebut dalam rekaman yang berkaitan dengan tindakan kriminal. Fakta lain juga menyebutkan bahwa penulisan 4:20 juga memiliki variasinya yang berbeda, seperti misalnya 4/20, 4.20 atau 420.

Saksi Kunci E-KTP Tewas, Masih Ingat Kasus Marimutu Manimaren dan Bos Kontraktor Hambalang yang Loncat dari JPO Cawang?

Jangan dekat-dekat dan berurusan sama mafia. Bahaya!
Sepertinya kalimat di atas harus kita camkan baik-baik. Dekat dan berurusan dengan mafia itu ada sisi enaknya. Proyek banyak, uang berputar besar, kalau ada yang mengganggu kita bisa minta tolong mereka untuk bantu ‘mengatasi’, koneksinya luas, punya pengaruh, dan benefit-benefit lainnya. Tapi, begitu kita menjadi ancaman atau bersenggolan dengan mereka wah bahayanya juga besar. Bisa nyawa kita bahkan anggota keluarga seperti anak dan pasangan yang jadi taruhan.
Kita mendengar kabar Johannes Marliem, saksi kunci kasus e-ktp, tewas. Disebutnya sih bunuh diri. Tapi seberapa besar Anda percaya dia betul bunuh diri? Saya sih cuma percaya 10 persen. Itupun kalau benar dia bunuh diri, 99 persen saya yakin pasti ada rangkaian teror yang terus menerus menyerangnya.
Tapi Johannes tewasnya di luar negeri lho…. Lah memangnya mafia yang merasa terusik dengannya nggak punya modal dan kuasa untuk menerornya di luar negeri sana? Ya jangan samakan dengan Anda yang kalau ribut sama orang saking nggak punyanya modal jadi cuma nyindir-nyindir di media sosial saja.
Entah kenapa banyak sekali kejadian di mana orang-orang yang sedang berada dalam lingkaran kasus besar berakhir mengenaskan. Pemberitaan menyebutkan bunuh diri. Tapi ya balik lagi, saya sih nggak yakin itu murni bunuh diri.
Mari kita flashback
Selasa pagi 11 November 2013 Ikuten Sinulingga, Direktur Operasional III PT Wijaya Karya Tbk (Wika), nekat melompat dari Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Halte Transjakarta Cawang Supoyo, Jakarta Timur. Ikuten sempat dibawa ke IGD RS UKI namun akhirnya nyawanya tak bisa tertolong setelah seminggu dirawat.
Muhammad Nazaruddin, menyebut perusahaan konstruksi Wijaya Karya terlibat dalam proyek Hambalang yang saat itu tengah diselidiki KPK dengan membantu PT Adhi Karya dalam menyiapkan uang Rp 100 miliar untuk Anas Urbaningrum.
Saat itu jubir Wika mengatakan Ikuten terpeleset dan mengatakan kejadian itu tidak ada hubungannya dengan kasus Hambalang. Khayal nggak sih orang terpeleset di jembatan sampai seperti itu? Padahal JPO punya pagar pembatas yang akan menahan tubuh orang dewasa andaikanpun mereka terpeleset saat berjalan agar tidak jatuh ke bawah. Kalaupun terpeleset asumsi saya sih cuma mentok terkilir saja atau kalau wanita dengan high heels bisa mengalami patah kaki. Dan saat itu seperti berusaha dibentukkan opini “ini tidak ada hubungan dengan kasus Hambalang“.
Saat itu Minola Sebayang, pengacara yang masih kerabat Ikuten, sempat menyatakan dugaannya ada unsur kriminalitas di balik kasus ini. Sayangnya saat kejadian tidak ada saksi. Bahkan tubuh Ikuten yang jatuh ditemukan sopir taksi yang kebetulan lewat saat itu. Telepon genggam Ikuten hilang saat kejadian itu namun dompetnya utuh.
“Jam tangan yang digunakan Ikuten talinya (dari kulit) putus, namun kacanya tak pecah. Kalau memang loncat, harusnya kaca itu pecah, dan talinya tidak putus. Jam tangan itu terlepas dan ditemukan di dekat korban,”
Mundur ke satu dekade sebelumnya di tahun 2003. Marimutu Manimaren, tokoh Golkar yang juga adik bos PT Texmaco Marimutu Sinivasan, loncat dari lantai 56 Hotel Aston Semanggi hingga mayatnya pun bersimbah darah serta organ tubuhnya ada yang tercecer.
Banyak yang kemudian mempertanyakan, Marimutu benar bunuh diri atau bagaimana? Apakah tekanan karena namanya (bersama dengan Setya Novanto) disebut-sebut Rudy Ramli dalam skandal Bank Bali menjadi motif tindakan nekatnya itu? Untuk pengusaha dan politisi sekelas Marimutu masak sih kasus begini saja bisa meruntuhkan mentalnya?
Jadi Kesimpulannya?
Saya ragu Johannes benar-benar bunuh diri. Melihat semangatnya membuka kasus ini termasuk dengan mengatakan punya rekaman 500 GB segala percakapannya tentulah dia punya nilai tawar tinggi. Seapes-apesnya dia ikut terseret hukumannya bisa diperingan karena dianggap kooperatif sekaligus sebagai justice collaborator.
Sekarang tinggal tergantung apakah kepolisian AS akan benar-benar mendalami kasus ini atau tidak? Apakah 500 GB rekaman yang dimiliki Johannes hilang atau masih bisa ditemukan juga penting untuk ditelusuri. Harapan saya semoga saja KPK sudah punya salinan atau bukti aslinya agar meski Johannes sudah tiada namun prosesnya tetap bisa berlanjut.
Kasus e-KTP, Hambalang, maupun Bank Bali merupakan kasus besar di eranya masing-masing. Saya yakin banyak teror yang dialamatkan ke penyidik maupun mereka yang menjadi tokoh kunci. Seperti di kasus e-KTP ini kita tahu Novel Baswedan juga disiram air keras. Sebenarnya itu adalah peringatan awal saya rasa dari siapapun yang ingin penyidikan kasus ini tak berkembang lagi. Dan saya jadi memahami kenapa Pak Tito dan kepolisian berat. Bukan karena mereka tidak peduli, tapi yang dihadapi ini mafia-mafia yang seperti belut.
Meski bisa jadi kejadian ini mirip seperti meninggalnya mantan pacar Awkarin, Oka, yang meminjam istilah sang ayah ‘collapse by design‘ yang kalau mau diarti-artikan (karena kalau dicari artinya literally nggak ada) semacam suatu tindakan intensional yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk menjatuhkan psikis atau mental korbannya sehingga merasa ketakutan, tak berdaya, dan putus asa.
Bisa jadi ada serangkaian teror yang ditujukan secara langsung pada mereka atau keluarganya yang akhirnya menjadi beban. Kalau dalam kasus Oka adalah komentar-komentar dari fans Awkarin yang menudingnya menipu serta beberapa pernyataan Karin dan teman-temannya di media sosial mereka yang menggiring munculnya opini tersebut maka dalam kasus ini triggernya adalah ketidakmauan seseorang atau sekelompok orang yang kejahatannya akan terbongkar jika saksi kunci ini sampai punya kesempatan membuka segala sesuatunya.

Kejutan Tengah Malam, Pak Jokowi Menonton Konser di Kemayoran

Seperti yang kita tahu, hari ini (11/08) Pak Jokowi menghadiri silaturahmi nasional bersama dengan ribuan relawannya yang diperkirakan mencapai 10.000 peserta. Tema dari acara ini adalah “Pancasila rumah kita”, dimana tujuan dari acara ini bukan hanya sekadar silaturahmi tetapi juga untuk mempererat rasa persaudaraan dan persatuan.


Pak Jokowi hadir di acara ini pada pukul 18.20 WIB. Bersamanya juga terlihat Gubernur DKI Jakarta, Pak Djarot, beberapa menteri seperti Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menkominfo Rudiantara, dan Kepala Kantor staf Presiden Teten Masduki. Terlihat juga beberapa politisi dari PDIP. Pada acara tersebut juga menegaskan untuk mendukung Pak Jokowi melanjutkan kinerja baiknya untuk periode berikutnya.
Acara tersebut selesai pada pukul 21.00 WIB, dan sejatinya Pak Jokowi dijadwalkan untuk pulang ke Istana Bogor dan istirahat. Tetapi ibarat tenaga yang selalu terisi, Pak Jokowi memilih untuk memutar balik dan menonton konser di Jakarta International Expo.
Konser ‘We The Fest’ adalah konser tahunan yang diadakan di Jakarta dengan mengusung konsep urban festival. We The Fest tahun ini dilaksanakan tanggal 11-13 Agustus 2017 di JI Expo Kemayoran. Band-band yang tampil terdiri dari band lokal dan band internasional. Beberapa nama band lokal sudah tidak asing lagi seperti “The S.I.G.I.T”, “Anomalyst”, dan “Payung Teduh”. Juga ada penyanyi yang terkenal seperti “Raisa”, “Jonas Blue”, “Yuna” dari Malaysia, hingga “Andre Dunant”. Tidak hanya sebatas konser, di acara ini juga diadakan beberapa pameran.
Menarik untuk dilihat karena seorang presiden tiba-tiba datang ke acara anak muda seperti ini. Dan dari nama-nama band tersebut hampir tidak ada yang merupakan band Metal seperti yang disukai oleh Pak Jokowi selama ini.
Dilansir dari Detik.com, bahwasannya datang ke konser tersebut memang tidak ada di agenda dan Pak Jokowi hanya ingin melihat-lihat saja
“Ya, saya ingin melihat tren saja. Kalau saya kan penginnya metal, tapi tadi saya lihat kayak Shura, ya baguslah,” kata Jokowi di lokasi.
Jokowi menyebutkan baru pertama kali mengunjungi konser musik tersebut. Karena itu, ia ingin melihat dan menikmati konser.
“Saya mau lihat-lihat dulu, ini pertama kali saya ke sini,” ucap Jokowi.- Detik.com
Pak Jokowi memang merupakan salah satu sosok yang sulit ditebak. Terlihat ketika Pak Jokowi mengundang para pelawak ke Istana. Ketika Pak Jokowi memberikan sepeda ke Raisa. Hingga bagaimana Pak Jokowi membuat vlog tentang kelahiran anak kambing.
Dari semua tindakannya selalu ada yang menerima dampak positif dan ada yang menerima dampak negatif (contohnya sang mantan tersindir). Dan terkhusus dari kegiatan ini juga ada yang mengalami dampak serupa. Untuk dampak positifnya tidak perlu diragukan lagi adalah panitia dari acara “We The Fest”. Kita semua tahu bahwa Pak Jokowi adalah buzzer yang terbaik di Indonesia. Setiap jenis pakaian baru yang dipakainya pasti akan laris di pasaran. Begitu juga dengan konser ini. Jika kita melihat ke website wethefest.com maka kita akan menemukan bagaimana mahalnya harga tiket konser tersebut yakni tiket yang paling murah seharga Rp. 560.000,-. Dengan kehadiran Pak Jokowi ke acara tersebut tentu saja akan membuat banyak orang penasaran dan akan memberikan dampak positif di dua hari tersisa. Dampak lainnya juga dari tiket yang dibeli oleh Pak Jokowi beserta pengawalnya.
Ada yang mendapat untung, ada juga yang mendapat lelah. Mereka adalah para pengawal Pak Jokowi yang biasa disebut Paspampres. Kita semua tahu konsep pengawalan dari seorang presiden adalah menggunakan beberapa lapis pengamanan dan juga melakukan sterilisasi. Bahkan ketika ingin melakukan blusukan saja hal tersebut harus sudah ada di agenda sehingga bisa dilakukan pengawalan. Terlihat bahkan bagaimana Pak Jokowi dikawal langsung oleh Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo, ketika blusukan ke Papua. Tetapi kehadiran Pak Jokowi di acara ini sama sekali tidak diagendakan, dan acara ini juga penuh dengan manusia yang tidak bisa ditebak ‘jenisnya’ karena juga banyak peserta internasional. Para Paspampres akan sangat lelah menjaga pak Jokowi dari setiap ancaman yang datang hingga tengah malam nanti. Semoga para Paspampres selalu bersemangat jika mendapat kejutan-kejutan dari Pak Jokowi. 

Oktober 2017, Tarif Parkir Di DKI Jakarta Menjadi Rp 50.000 Sekali Parkir. Mantap!

Kira-kira dua tahun lalu saya mulai menganalisa kemacetan Ibu Kota Negara Indonesia dengan membandingkan langkah yang sudah ditempuh oleh beberapa negara lain. Jika sistem dari beberapa negara lain disatu padukan dan dilaksanakan di Jakarta, lambat laun masalah kemacetan kendaraan akan terurai juga.
Dua tahun lalu, pembangunan Mass Rapid Transportation masih berupa wacana. Sehingga apapun yang akan dilaksanakan, ujung mentok juga karena tidak adanya solusi transportasi bagi pemakai kendaraan pribadi. Salah satunya adalah dengan mengenakan tarif parkir yang sangat mahal.
Dan bagi saya, berita yang saya baca dua hari lalu tentang rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menaikkan tarif parkir menjadi Rp 50.000 per sekali parkir benar-benar satu tindakan yang sangat berani, karena saya yakin akan ada 1001 alasan penolakan dari warga. Salah satunya adalah transportasi umum di Jakarta yang belum menjangkau semua jalan kecil yang ada di Jakarta.
Kalau kita ingat apa yang Anis Baswedan katakan pada debat Pilkada tentang sistem transportasi terpadu, harusnya ini akan sangat mendukung keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk menaikkan tarif parkir. Apalagi diberitakan bahwa kenaikkan tarif parkir ini akan mulai diberlakukan pada bulan Oktober 2017. Jadi pas sekali antara gagasan Anies Baswedan tentang sistem transportasi terpadunya dengan pemberlakukan tarif parkir yang baru.
Keputusan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Saefullah, ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang melintas di jalan-jalan protokol dan jalan-jalan arteri yang ada di Jakarta. Jujur saja, jumalh Rp 50.000 sebenarnya masih bisa dibayar oleh seorang pengendara jika dia harus parkir seharian.
Di Kopenhagen, Denmark, setengah dari penduduk kota pulang pergi bekerja memakai sepeda. Ini karena penerapan tarif parkir yang sangat tinggi. Beberapa gedung parkir bisa memiliki tarif sampai Rp 372.000 per hari dan sekitar Rp 4.7 juta per bulan untuk mereka yang berlangganan lahan parkir.
Di Tokyo, Jepang, demi menghindari kemacetan cukup parah, Kota Tokyo memasang sistem tarif kendaraan, yakni sekitar Rp.5,8 juta per bulannya. Bahkan, kalau kita parkir seharian bisa dikenakan sekitar Rp.700 ribu-an, lho.
Beberapa kota besar lainnya seperti Zurich, Hongkong, London dan Boston juga memiliki tarif parkir yang sangat mahal. Dan Jakarta, adalah kota dengan tarif parkir termurah di Asia Tenggara.
Keputusan menaikan tarif parkir ini akan lebih bijaksana jika MRT sudah selesai dan dapat digunakan sebagai transportasi pengganti. Saya tidak tahu apakah TransJakarta akan mampu mengatasi reaksi kenaikkan tarif parkir ini? Mungkin orang yang paling pas yang bisa menjawab pertanyaan saya adalah Anies Baswedan dengan kebijakan dia tentang sistem transportasi terpadu yang berulang kali dia katakan di debat Pilkada.
Kesimpulannya, kenaikkan tairf parkir ini sudah bukan lagi masalah karena solusi bagi mereka yang tidak mampu membayar parkir Rp 50.000 per sekali parkir bisa pergi ke tempat kerja ataupun ke tujuan yang diinginkan dengan menggunakan transportasi terpadu.
Selain menaikkan tarif parkir ini, Pemprov DKI Jakarta juga akan mendorong agar uang muka (down payment) kendaraan bermotor, terutama mobil melonjak, mulai Oktober 2017. Tujuannya adalah untuk mengurangi bertambahnya jumlah kendara bermotor, terutama kendaraan roda empat, di Jakarta. Tapi jangan salah, keputusan ini mungkin akan diprotes oleh para dealer mobil. Karena keputusan ini akan langsung mempengaruhi jumlah penjualan mereka.
Berdasar analisa, setiap 4 penduduk warga Jakarga memiliki setidaknya 1 unit kendaraan roda 4 dan setiap dua penduduk Jakarta memiliki 1 sepeda motor. “Jika langkah ini tak dilakukan, saya khawatir lama kelamaan etiap dua orang warga Jakarta memiliki 1 mobil,” kata Saefullah. Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBNKB akan dinaikkan dari 10 persen menjadi 20 persen.
Saat ini, Saefullah menilai perilaku warga Jakarta sudah serupa dengan warga Los Angeles, Amerika Serikat. Satu orang bisa memiliki beberapa kendaraan, tapi mengendaliannya belum seperti Los Angeles.
Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Edi Sumantri, mengatakan, rencana kenaikan tarif parkir dan BBNKB tini elah dibicarakan bersama DPRD DKI. Edi menyebut penambahan kendaraan roda empat baru di Jakarta mencapai 900 unit per hari. Sedangkan roda dua mencapai 1.400 unit perhari.
Padahal ruas jalan tidak bertambah banyak dan tidak sebanding dengan penambahan kendaraan yang meningkat signifikan. Menurutnya salah satu cara untuk menekan pertumbuhan kendaraan adalah dengan meningkatkan pajak BBNKB dengan skema, misalnya mobil baru Rp 100 juta, pajaknya tidak lagi 10 persen, melainkan 20 persen.
Dengan adanya dua kenaikkan tarif pajak ini, kata Edi, selain membatasi kendaraan, peningkatan tarif pajak diharapkannya juga dapat menambah realisasi pajak daerah.
Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dan kota metropolitan, akhirnya akan mensejajarkan diri dengan kota-kota nesar lainnya di dunia. Baik dari sisi perilaku penduduknya maupun tingkat harga-harga yang mahal bukan alang kepalang. Dan jujur saja, jumlah UMP Jakarta sebesar Rp 3.1 juta, benar-benar harus ditinjau kembali.