Subscribe Us

Jokowi Undang Elit Parpol Pendukung Pemerintah, PAN Tidak Diundang, Sinyal Jokowi Tinggalkan PAN

Kata orang bijak membangun kepercayaan itu bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan dan waktu yang lama, tetapi menghilangkan kepercayaan tidak butuh perjuangan dan bisa terjadi dalam waktu singkat. Itulah yang terjadi dalam sebuah relasi dan hubungan. Kepercayaan adalah hal yang menjadi sangat penting.


Relasi dan hubungan tidak akan langgeng jika tidak ada lagi kepercayaan. Itulah mengapa orang yang pacaran dan sudah menikah sekali pun tidak akan pernah bisa melakukan relasi dan hubungan dengan baik jika tidak ada kepercayaan. Bahkan kata putus dan cerai adalah ujung dari semakin membesarnya rasa ketidakpercayaan tersebut.
Inilah juga yang terjadi dalam hubungan politik. Koalisi apapun tidak akan langgeng jika tidak ada rasa saling percaya. Ketika ada yang melakukan politik 2 kaki dan tidak menjaga kepercayaan dalam sebuah koalisi yang dibangun, maka relasi dan hubungan tidak akan berjalan dengan baik.
Hal ini sangat jelas terjadi dalam relasi partai politik pendukung pemerintah dengan PAN yang membelot saat voting RUU Pemilu. Parahnya, PAN disebut Jokowi telah menipu dirinya yang sehari sebelum paripurna menyatakan partai pemerintah akan solid.
“Untuk PAN, supaya diketahui bahwa sehari sebelumnya sudah bertemu dengan saya. Dan sudah menyampaikan kepada saya untuk mendukung (pemerintah),” kata Jokowi di arena Mukernas PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7/2017).
Kebohongan yang disampaikan oleh PAN tersebut seperti sengaja dibongkar oleh Jokowi yang sepertinya sudah sangat kesal dengan manuver-manuver politik PAN. Apalagi sejak PAN kembali “dipimpin” Amien Rais yang mentakeover PAN dari Ketua Umum sebenarnya, Zulkifli Hasan.
Pernyataan PAN yang akan mendukung sikap pemerintah tetapi kenyataannya malah membelot dan Walk Out sangat menohok Jokowi. Itulah mengapa komitmen busuk PAN dibongkar dan menjadi sebuah kode keras bahwa Jokowi tidak akan lagi main-main dengan manuver-manuver PAN melalui Amien Rais.
Dan benar saja, Jokowi benar-benar memberikan pukulan keras kepada PAN yang tidak diundang ke Istana bersama elit politik partai pendukung pemerintah. Pertemuan Jokowi dengan para elit partai politik pendukung pemerintah untuk membahas dua Perppu yang sudah dikeluarkan Jokowi tetapi belum dapat persetujuan dari DPR.
Adapun dua perppu yang dimaksud, yakni Perppu Nomor 1 Tahun 2017 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. Selain itu, Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
Jokowi sepertinya menginginkan supaya Perppu ini benar-benar bisa digolkan di DPR demi menyelesaikan target-target dan mengawal kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat. PAN sepertinya tidak diajak ikut dalam pembahasan karena punya sikap-sikap yang berbeda dengan pemerintah.
Hal ini tentu saja semakin memperkuat dugaan bahwa PAN memang tidak akan lagi dilibatkan dalam pembahasan isu-isu penting pemerintah yang membutuhkan dukungan partai politik pendukung. Faktanya sendiri memang PAN diakui oleh parpol pendukung pemerintah lain sudah jarang ikut rapat-rapat mereka, meski sudah diundang.
Hal itu diungkapkan salah satunya oleh Sekretaris Fraksi Partai Hanura, Dadang Rusdiana. Adapun baik Hanura maupun PAN sama-sama merupakan partai pendukung pemerintah.
“Setiap kami konsolidasi antar-fraksi enggak mau ikut bersama,” ucap Dadang melalui pesan singkat, Jumat (21/7/2017).
Hal serupa diungkapkan Bendahara Fraksi PDI Perjuangan, Alex Indra Lukman. Dalam beberapa kali pertemuan di level pimpinan fraksi pendukung pemerintah, PAN kerap tak hadir. Padahal, sebagai bagian dari pendukung pemerintah mereka tentunya diundang.
Kehadiran PAN memang tidak lagi begitu penting jika melihat ketidaksolidan yang mereka lakukan. Apalagi sudah sangat solid sebenarnya partai pendukung pemerintah yang kini diisi oleh 6 parpol: PDIP, GOLKAR, PKB, PPP, NASDEM, dan HANURA. Jika mereka berenam sudah solid, maka suara 4 parpol lain tidak akan ada gunanya.
Dukungan politik seperti ini sangat dibutuhkan Jokowi untuk meloloskan isu-isu penting yang ingin diselesaikan dengan segera. Dan kalau melihat dua Perppu yang harus diloloskan tersebut, maka sudah sepatutnya memang DPR untuk mendukungnya. Satu Perppu tentang mengawasi para pengemplang pajak, dan satu lagi memberangus ormas radikal dan anti Pancasila.
Semoga saja dukungan 6 parpol ini tetap solid dan mendukung isu-isu krusial bagi kemajuan bangsa dan negara. Dan kalau memang PAN tahu diri, sudah saatnya menyatakan keluar saja. Daripada nanti statusnya digantung Jokowi dan dicuekin dalam setiap pembahasan penting. Toh, keluarnya PAN dari koalisi akan menyenangkan hati Amien Rais. Betul??

Isu Anti-Islam dan Pro China, Prabowo-SBY Berkoalisi, Ujian Terbesar Jokowi di Pilpres 2019

Saat ini, Jokowi bagaikan seekor kelinci yang sedang dikelilingi oleh dua harimau yang siap menerkamnya. Jokowi sedang dibidik oleh dua kekuatan besar yang saat ini disebut-sebut sosok yang memiliki pengaruh besar dalam perpolitikan di Indonesia.
Jokowi tidak seperti mereka yang mampu merekrut orang-orang yang siap bekerja untuk memuluskan kepentingan bosa besarnya. Dengan latar belakang dari kalangan wong cilik, Jokowi nyaris tidak memiliki sosok yang siap menjadi bemper untuk dirinya berhadapan dengan para raksasa. Jokowi terlalu fokus berkerja sehingga lupa untuk menyusun kekuatan untuk berhadapan dengan singa-singa yang siap menerkamnya.
Setelah Jokowi menetapkan presidential threshold di angka 20%, arah politik berubah. Demokrat dan Gerindra yang sebelumnya bernafsu untuk mencalonkan kadernya menjadi presiden medadak panik. Angka 20% presidential threshold nyaris menutup peluang mereka memenangi Pilpres. Mereka terancam selamanya hanya akan menjadi calon presiden.
Mereka mau tidak mau harus bersatu untuk menjegal Jokowi. Mereka bisa belajar dari kisah sukses menjegal orang-orang yang dekat dengan Jokowi seperti Ahok. Ketika Agus masih menjadi rival Anies, kekuatan mereka terbagi. Ahok yang akhirnya menjadi pemenang. Di putaran dua, mereka kemudian bersatu untuk menjegal Ahok. Akhirnya terbukti. Ahok tidak hanya kalah namun juga dijebloskan ke penjara.
Prabowo dan SBY bakal segera bertemu untuk membahas sejumlah persoalan. Salah satunya, membahas peluang berkoalisi pada Pilpres 2019 nanti. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo dan SBY masih terus mencocokan waktu masing-masing untuk menggelar pertemuan. Pertemuan ini diindikasi sebagai langkah awal untuk melakukan koalisi Gerindra-Demokrat.
Meskipun Jokowi termasuk orang baru dan dari kalangan wong cilik, mereka menyadari bahwa kharisma Jokowi mampu menggerakkan hati masyarakat untuk terus mendukung Jokowi. Kekuatan rakyat tentu tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Meskipun Prabowo dan SBY bersatu untuk menghadapi Jokowi, mereka tetap berpeluang kalah jika Jokowi didukung penuh oleh rakyat. Koalisi mereka tidak ada artinya jika kekuatan rakyat mengarah ke Jokowi.
Hampir tidak mungkin menjegal Jokowi hanya dengan modal koalisi Demokrat-Gerindra jika Jokowi didukung penuh oleh rakyat. Saya yakin kader-kader mereka siap bergerilya untuk memecah kekuatan rakyat. Salah satu cara untuk memecah belah rakyat adalah dengan cara menghembuskan isu-isu sensitif yang bisa menggerogoti elektabilitas Jokowi.
Meskipun Jokowi seorang muslim dan asli Jawa, buka mustahil akan kembali diserang dengan isu-isu sensitif soal sara’. Memang kemungkinan tidak akan ada isu dilarang memilih pemimpin kafir karena Jokowi jelas-jelas muslim. Namun isu anti-Islam menurut pengamat politik Ujang Komarudin akan kembali mengemuka pada Pilpres 2019 mendatang untuk menyerang Jokowi.
Saat ini, isu tersebut sudah mulai didengungkan setelah Rizieq terjerat kasus pornografi dan Jokowi menerbitkan Perppu Ormas dan membubarkan HTI. Rezim Jokowi dinilai melakukan kriminalisasi ulama. Rezim Jokowi anti-Islam akan terus didengugkan oleh lawan-lawan Jokowi demi memecah belah dukungan rakyat. GNPF-MUI dan alumni 212 sudah merapat ke Prabowo dan siap membantu Prabowo mejegal Jokowi.
Jokowi harus benar-benar waspada. Jangan sampai melakukan blunder politik sekecil apapun karena pasti aka digoreng oleh lawan-lawannya..
Selain isu anti Islam, menuurut pengamat politik Ujang Komarudin terbuka kemungkinan Jokowi bakal diserang dengan menggunakan isu pro Tiongkok.
“Isu pro China ini saya kira juga sangat merugikan Pak Jokowi. Jika Presiden tidak mengelolanya dengan bijak, maka bisa menjadi senjata lawan politik untuk mengalahkannya,” pungkas Ujang.”
Isu-isu yang kemungkinan akan didengungkan untuk menjegal Jokowi memang sudah basi. Sejak Pilpres 2014, Jokowi sudah diserang dengan isu yang hampir sama. Saat itu Jokowi diserang sebagai orang kafir dan keturunan China. Karena isu tersebut akhirnya mentah, mereka hanya mengemas kembali isu tersebut lebih manis.
Mereka tidak mungkin mendengungkan isu Jokowi kafir karena pasti tidak laku. Jokowi adalah muslim yang taat dan sudah haji. Mereka juga tidak mungkin membuat isu Jokowi keturunan China karena juga tidak akan laku. Wajah Jokowi yang sangat ndeso dan Jawa yang akan membantah isu tersebut.
Akhirnya, mereka rubah isu Jokowi kafir menjadi Jokowi anti-Islam dan Jokowi China mejadi Jokowi pro China. Bagi orang-orang yang mau berpikir, pasti sangat mudah untuk melihat narasi ini. Namun sasaran mereka adalah umat Islam sumbu pendek, yang mudah dihasut dan diprovokasi hanya oleh sebuah isu. Untuk meyakinkan masyarakat, mereka menyewa jasa GNPF-MUI dan Alumni 212 untuk terus mengkampanyekan ke umat Islam bahwa Jokowi anti Islam.
Meskipun begitu hebat ancaman yang datang kepada Jokowi, saya percaya dan saya mendo’akan Jokowi mampu menghadapi ancaman ini dengan gilang gemilang di Pilpres 2019.
Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/
Sumber:

Gaya Berpidato Jokowi yang Santai dan Jeli Melihat Situasi

Kemarin atau tepatnya pada hari Minggu (23/7/2017), Jokowi menghadiri peringatan perayaan Hari Anak Nasional di Pekanbaru, Riau. Acara yang digelar di Lapangan Gedung Daerah Pauhjanggi Provinsi Riau tersebut berlangsung sangat meriah. Jokowi dalam acara tersebut hadir bersama dengan istrinya, Iriana dan juga menteri-menteri dari Kabinet Kerja yakni Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, serta Menteri Sekretariat Kabinet Pratikno.
Selain menghadiri acara tersebut, Jokowi juga memberikan sambutan berupa nasihat serta pesan kepada sekitar 3000 anak yang menghadiri acara peringatan tersebut. Selain memberi nasihat dan pesan, Jokowi juga berhasil menghibur anak-anak tersebut dengan aksi sulap sederhana yang dilakukannya bak pesulap profesional.
Jokowi yang juga didampingi Ibu Negara sebagai asisten sulap mampu membuat anak-anak semakin antusias dan tidak bosan mengikuti acara peringatan tersebut. Jokowi pada aksi sulapnya tersebut melakukan atraksi dengan sebuah kantong. Kantong tersebut terlihat kosong tidak berisi. Untuk menunjukkan punchline dari aksi sulapnya tersebut, Jokowi meminta kepada anak-anak tersebut yang ingin melihat “kantong kosong” tersebut. Sontak semua anak-anak yang menghadiri peringatan anak tersebut secara antusias ingin naik ke atas panggung untuk melihat isi dari “kantong kosong” tersebut.
Akhirnya Jokowi pun memanggil seorang anak yang kemudian diketahui bernama Muhammad Amin untuk naik ke atas panggung. Setelah itu Jokowi mempersilakan Amin untuk melihat isi dari kantong tersebut. Namun Amin heran karena kantong tersebut kosong. Setelah Jokowi memperlihatkan kantong tersebut, maka ia langsung menginstruksikan Amin untuk merogoh kantong tersebut. Saat tangannya masuk ke dalam kantong yang tadinya kosong tersebut, ia terkejut karena tangannya menyentuh sesuatu. Lalu Jokowi memberi arahan agar Amin mengeluarkan sesuatu tersebut. Akhirnya nampaklah sebuah jam tangan di kantong yang tadinya kosong tersebut. Jokowi pun memberikan jam tangan tersebut kepada Amin.
Sambutan Jokowi yang dilakukan pada Hari Anak Nasional membuat ia dibanding-bandingkan dengan gaya sambutan Susilo Bambang Yudhoyono. Saat memberi sambutan pada Hari Anak Nasional, SBY berpidato dengan formal layaknya acara resmi di depan peserta yang kebanyakan anak-anak tersebut. Dalam sambutannya, SBY beberapa kali menegur peserta acara yang mengantuk ketika mendengar pidatonya tersebut.
Anak-anak kecil tentu belum mampu mencerna pidato dengan kalimat yang sulit dimengerti. Oleh karena itu, mereka tentu akan cepat bosan ketika mendengar sesuatu yang sama sekali mereka tak mengerti apa maknanya. Dengan kebosanan yang mereka rasakan, maka mereka dapat dengan mudahnya mengantuk.
Maka dari itu, Jokowi paham betul apa yang ada dalam pikiran anak-anak. Ia pun mempelajari trik-trik sulap sederhana untuk dapat menghibur anak-anak tersebut. Dengan terhiburnya mereka, maka pesan yang ia sampaikan pun akan lebih mudah dicerna oleh anak-anak tersebut.
Aksi sulap yang dilakukan Jokowi adalah hal yang menurut saya anti-mainstream dan juga jauh dari kata formalitas. Jokowi terliihat santai dan paham bahwa pendengar yang ia hadapi adalah anak-anak yang tidak mungkin mengerti pidato dengan bahasa tinggi layaknya mahasiswa. Oleh karena itu beliau pun mengakalinya dengan aksi sulap dan hal itu berhasil untuk menyedot perhatian anak-anak yang mengikuti peringatan tersebut.
Bahkan saat berpidato pun, Jokowi kerap kali mengeluarkan lawakan-lawakan segar yang dapat membuat suasana yang formal menjadi lebih cair dan lebih hangat. Saat mendengar Jokowi berpidato, saya seperti mendengar seorang stand-up comedian yang sedang melakukan aksi soolonya di atas panggung.
Gayanya begitu santai dan tidak terlalu terpaku kepada formalitas sehingga mampu membuat pendengarnya antusias dan mampu mencerna apa isi dari pidato yang ia sampaikan. Bahkan ditengah-tengah pidato ia kerap mengadakan kuis kepada peserta yang menjadi pendengarnya. Semua peserta sangat antusias dan ketika Jokowi mempertanyakan pertanyaan tersebut kepada seorang yang terpilih untuk naik ke atas panggung, semua menjadi bersemangat dan situasi tidak kaku.
Selain untuk membuat suasana menjadi lebih cair dan lebih hangat, tujuan Jokowi memberikan pertanyaan kepada pendengarnya tentu untuk menguji wawasan dari pendengar tersebut. Momen-momen lucu pun hadir ketika Jokowi memberikan pertanyaan kepada peserta acara dimana ia hadir memberikan sambutan.
Seperti seorang anak SD yang terpeleset kala menyebut ikan tongkol, seorang santri yang beatbox dihadapan Jokowi, lalu mahasiswa yang secara tak segan meminta sepeda kepada Jokowi, dan juga menyebut Jokowi dengan sebutan Pakde. belum lagi dikala Jokowi memberikan pertanyaan untuk menyebut nama-nama ikan, kadang mereka menjawab nama-nama ikan tersebut dalam bahasa daerah setempat sehingga membuat Jokowi kebingungan. Belum lagi dikala ia belajar bahasa Ngapak kepada seorang siswa SD dan juga menghadapi seorang siswa SD yang bersikukuh bahwa hasil dari 2 x 2 x 2 adalah 6.
Kuis yang diadakan Jokowi pun menjadi lambang bahwa dia memang pemimpin yang memiliki gaya santai tapi serius dan juga peka terhadap keadaan yang terjadi disekitarnya. Dan terbukti mereka dapat mengambil pesan dari apa yang telah disampaikan oleh Jokowi.
Pada saat diwawancara pun Jokowi tetap menunjukkan bahwa dia adalah orang yang santai dan tidak terlalu formal. Saat diberikan pertanyaan Jokowi menjawab dengan santai dan juga kerap kali melontarkan candaan kepada para wartawan yang bertanya kepadanya. Saya ingat salah satu wawancaranya yang menginjak kaki seorang wartawan karena pernyataannya yang membuat Jokowi tertawa.
Itu semua karena Jokowi jeli dalam melihat segala sesuatu yang terjadi. Ia bisa membaca situasi apa yang sedang terjadi dan mengerti akan situasi tersebut. Aksi sulap yang dilakukannya kemarin adalah bukti kejeliannya dalam membaca situasi. Aksi sulap yang dia lakukan tentunya atas dasar pertimbangan bahwa audience yang akan dia hadapi adalah anak-anak yang pastinya tidak akan terpikat dan mengerti dengan kata-kata “saudaraku ditengah perubahan zaman ini kita harus bergerak secara dinamis dan mempelajari seluk beluk negara kita.”
Gaya berbahasa ataupun berpidato Jokowi merupakan salah satu keunggulannya. Sebagai pemimpin ia memiliki gaya berkomunikasi yang situasional yakni gaya berkomunikasi yang dapat dilakukan sesuai dengan situasi yang terjadi. Pidato yang ia lakukan telah menjadi cermin bahwa dia adalah pemimpin sederhana yang berbaur dengan rakyatnya dan menghilangkan sekat diantara rakyat dengan pemimpinnya.

Jokowi Main Sulap, Gerinda Mundur dari Pansus, Heru Ganti Ahok

Dua langkah telak Jokowi terakhir, menuai kemenangan hebat. Pertama, aksi pembubaran HTI tanpa perlawanan, kedua, lolosnya UU Pemilu dengan parliamentary threshold tetap 20%. Dua kemenangan itu adalah bukti nyata taktik seorang ‘ndeso’ yang membuat Amin Rais ternganga.

Amin Rais memang ternganga melihat taktik Jokowi. Ia seolah ‘berdamai’ dengan musuhnya. Pertemuan Jokowi  dengan GNPF-MUI di istana tempo hari, memunculkan taktik matikan api dari Jokowi. Sepintas lalu, itu langkah geser ke samping Jokowi. Namun efeknya luar biasa. Bachtiar Natsir pelan-pelan bisa ‘diorangkan’ Jokowi mengikuti jejak Ma’aruf Amin.
Ketika Bachtiar Natsir ngangguk-angguk kepala, ada imbalan penghiburan di sana. Kapolda Metro Jaya, M. Iriawan digeser, penahanan Alkhaththath ditangguhkan dan proses penyelidikan Bachtiar Natsir terkait kasus TPPU, digantung bak misteri untuk sementara.
Ketika ada tabir misteri pengenduran tekanan, Rizieq yang tak tahan di Arab sana, ikut terjebak dalam permainan. Apalagi ketika Rizieq absen di Indonesia, Jokowi leluasa membubarkan HTI tanpa gejolak. Rizieq ingin pulang. Bisikan bahwa kasusnya akan dipitieskan alias dihentikan membuat Rizieq bimbang, ragu dan tertarik pulang. Tetapi itu bisa saja hanya pancingan agar Rizieq pulang sendiri. Ketika Rizieq sampai di Indonesia, ia langsung diciduk.
Itu soal Rizieq. Mari kita teropong UU Pemilu yang dimenangkan Jokowi. Lolosnya UU Pemilu dengan parliamentary threshold tetap 20% yang diinginkan Jokowi, membuat lawannya terpojok. Gerinda, PKS, Demokrat dan PAN mati kutu. Hanya aksi walk-out alias pengecut yang bisa dibuat. Mimpi mengeroyok Jokowi pun sirna.
Tadinya jika threshold-nya nol persen, maka Jokowi saat Pilpres 2019, akan dikeroyok oleh Prabowo, Rhoma Irama, Yusril, Harry Tanoe, Rizieq Shihab, Ahmad Dhani, Novel Muchsin, dan seterusnya. Tetapi fakta berkata lain.  Lolosnya UU Pemilu itu membuat kemungkinan pertarungan Pilpres 2014 Jokowi vs Prabowo, kembali terulang.
Secara telak, partai pendukung Prabowo memang kalah taring. Luka kekalahan itu menusuk Gerinda. Gerindapun ngambek lalu mundur dari Pansus KPK. Kini DPR semakin terpojok dan tinggal mengharapkan ‘harga’ dirinya yang seupil itu di tangan Jokowi.
Jika itu terjadi, maka upaya keras pembubaran KPK dari ‘anak-anak TK’ DPR akan gagal. KPK selamat, DPR terpuruk, Fadli Zon bungkam, Fahri Hamzah terjebak simalakama. Fahri sudah kepala basah, tetap bela Novanto ngawur-ngawuran. DPR ikut ke penjara pun ngawur-ngawuran.
Melihat banyak yang ngawur, Jokowi mencoba bermain sulap. Aksi main sulap Jokowi di hadapan anak-anak adalah aksi penuh sindirian. Setelah menang telak soal pembubaran HTI dan lolosnya UU Pemilu, Jokowi bermain sulap. Ia belajar trik sulap lima hari, lima malam. Kegiatan itu tak akan dilakukan jika situasi tidak kondusif. Namun ketika situasi aman terkendali, saatnya bermain sulap-sulapan, bermain senang dan menyenangkan.
Sulapan Jokowi menggoreng nalar para anggota DPR. DPR yang ketakutan disisir KPK, ngambek luar binasa. Mereka membentuk Pansus bunuh diri. Benar kata Gusdur, DPR adalah Taman Kanak-kanak. Mereka tidak paham arti kerja keras. Tahunya hanya korup, membegal anggaran proyek, seperti e-KTP itu.
Ketika ditegur KPK, DPR mengamuk, ambil meriam, tembak membabi buta KPK. Makanya Jokowi bermain sulap. Lu mau sukses, beratraksi, belajar hingga tengah malam. Ada usaha keras. Bukan tahunya korup sana-sini memperkaya diri secara instan. Lha nantinya bisa pengecut-pengecutan seperti Gerinda itu. Dukung, tidak dukung, dukung Pansus, lalu mundur sebagai pengecut.
Jokowi memang bermain sulap. Tetapi itu hanya mengelabui lawannya. Ia tidak selamanya sulap-sulapan. Jika fokus sulap, maka bisa terbalik menjadi aksi palsu. Itu sebetulnya hanya unjuk gigi sementara. Karena selanjutnya, adalah konsolidasi pertahanan. Justru ketika situasi kondusif, Jokowi perketat pertahanan dengan tingkat kewaspadaan tingkat tinggi. Jokowi mempertahankan kemenangan.
Saat DPR dilanda bau korup ngawur-ngawuran, Jokowi menyindirnya dengan menarik Heru menjadi Kepala Setpres. Heru adalah sosok kesayangan Ahok menjadi Kepala Setpres. Dalam sosok Heru ada sprit anti korupsi Ahok. Heru yang hebat dalam manajemen birokrasi sangat dibutuhkan Jokowi meneropong Gubernur Anies. Heru akan menjadi senjata andalan hebat Jokowi untuk menguliti Anies Baswedan di DKI ke depannya. Heru pasti tahu kulit luar, hingga urat tersembunyi dalam Pemrov DKI. Begitulah kura-kura.

Taktik Jitu Jokowi Kembali Membuat Amien Rais Ketar-Ketir

PAN yang dulu mendukung pemerintah, perlahan-lahan mulai terbuka kedoknya. Jokowi mampu membuka kedok PAN dengan menerbitkan Perppu Ormas serta menetapkan presidential threshold  di angka 20%. Dengan pancingan Perppu Ormas dan presidenti threshold 20%, kedok PAN mulai terbongkar. PAN bersama partai oposisi memilih walkout dalam rapat paripurna UU Pemilu. PAN ternyata bisa menjadi musuh dalam selimut.
Jokowi sangat cerdas dengan berhasil memanfaatkan momen untuk menjebak lawan-lawan politiknya. Ketika Jokowi ingin membuka kedok PAN lewat Perppu Ormas dan presidential threshold 20%,, mucul isu bahwa Jokowi akan kembali melakukan reshuffle menteri. Meskipun belum ada konfirmasi langsung dari Jokowi, namun isu reshuffle terus menghangat.
Jokowi seperti membiarkan wacana reshuffle berkembang dan mengelinding bak bola salju. Jokowi ingin melihat siapa-siapa diantara menterinya yang terlihat panik. Reaksi ingin melihat seberapa tenang menterinya dalam menghadapi isu. Jokowi juga seperti ingin mengetahui hasil kerja para menterinya dari reaksi yang timbul dari menteri-menterinya.
Normalnya manusia akan terlihat panik ketika ada wacana pemecatan jika dia memiliki kinerja yang kurang memuaskan pimpinannya. Orang-orang yang kerjanya sudah bagus pasti akan merasa tetap tenang karena yakin hasil kerjanya sudah sesuai target pimpinan.
Yandri Susanto selaku Sekretaris Fraksi  PAN merespon mencuatnya kembali isu reshuffle kabinet yang berpotensi akan menggusur Kader PAN. Dia mengatakan seharusnya kader PAN (Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Asman Abnur) tidak akan direshuflle jika paramenternya kinerja kecuali kalau ada unsur politik seperti misalnya tidak mendukung Ahok. Entah apa yang membuat Yandri tiba-tiba panik dan merasa bahwa Asman akan direshuffle, padahal Jokowi belum mengonfirmasi apa-apa.
Jokowi memang telah berhasil membuat PAN kepanasan. Tidak hanya Yandri, namun pendiri PAN yang sekarang menjabat dewan kehormatan PAN, Amien Rais juga merasakan hal yang sama. Dia merasa bahwa kader PAN akan direshuffle oleh Jokowi.
Tidak tanggung-tanggung, Amien Rais bahkan meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Asman Abnur mundur dari kabinet pemerintahan Jokowi-JK. Entah apa yang membuat Amien Rais meminta Asman untuk mundur. Padahal Jokowi tidak memberikan kode bahwa Asman akan direshuflle.
Kepanikan Amien Rais semakin memperlihatkan sosok dirinya yang sebenarnya. Beruntung masih ada Zulkifli Hasan yang tidak menggubris pernyataan Amien. Zulkifli menegaskan tidak akan mencampuri kewenangan presiden berkaitan perombakan kabinet kerja Jokowi-JK karena itu hak prerogatif presiden.
Permintaan Amien Rais kepada Asman untuk mundur dari Kabinet Jokowi-JK sebetulnya adalah upaya Amien Rais untuk menghindari rasa malu yang lebih besar. Harga diri PAN dan Amien Rais akan terasa diinjak-injak oleh Jokowi jika nanti Asman benar-benar direshuffle. Jadi sebelum Asman benar-benar direshuffle, akan lebih terhormat jika mengundurkan diri. Status dipecat, diberhentikan, atau direshuflle memang memalukan.
Seorang yang dipecat dari perusahaan tempat dia bekerja nilai jualnya akan semakin turun. Ketika dia mencari pekerjaan di tempat lain akan sulit diterima dengan status dipecatnya itu. Orang-orang yang dipecat menunjukkan kalau kerjaannya tidak beres. Keberadaannya hanya akan merugikan perusahaan.
Berbeda dengan orang yang keluar dari perusahaannya dengan cara mengundurkan diri. Nilai jualnya akan tetap tinggi. Ketika hendak mencari kerja di perusahaan lain juga peluangnya lebih besar.
Mungkin ini yang menyebabkan Amien Rais meminta Asman untuk mundur dari cabinet Jokowi-JK. Harga diri PAN menjadi pertaruhannya. Jika Jokowi sampai benar-benar mereshuffle Asman, maka PAN semakin turun pamornya di masyarakat. Masyarakat akan menilai bahwa kinerja kader-kader PAN payah sehingga kemudian dipecat oleh Jokowi.
Amien ingin mengantisipasi hal ini dengan cara meminta Asman untuk mundur . Dia tidak ingin harga diri PAN diinjak-injak oleh Jokowi. Selain itu, PAN memang semakin menunjukkan gelagat ingin lepas dari koalisi partai pemerintah. Kebenciannya kepada Jokowi semakin memuncak.
Saya semakin bangga dengan Jokowi yang luar biasa cerdik untuk membuat lawan-lawannya kebakaran jenggot. Bahkan Jokowi bisa jadi tidak akan mereshuffle kader PAN, namun PAN sudah kebakaran jenggot.
Seorang tokoh politik berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi harus dipecundangi oleh seorang yang pengalaman politiknya belum sebanyak Amien Rais. Hal ini menunjukkan bahwa selamanya orang-orang yang licik akan kalah oleh orang-orang yang jujur. Pengalaman politik yang sudah matang tidak serta merta membuatnya memenangi pertarungan. Pememang sejati adalah orang-orang yang hatinya tulus.

Rizieq Hadir Di Acara Halal Bihalal FPI Bersama Anies Baswedan

Ternyata meski Rizieq sudah kabur ke luar negeri, dirinya masih sempat ‘mengurus’ FPI. DPD FPI Jakarta mengelar acara halal bihalal yang juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan.
Tentu saja Rizieq tidak langsung hadir, memangnya dia berani balik kesini? Yang ada dirinya memberikan ceramah langsung lewat sambungan telepon. Sebenarnya istilah ceramah langsung tidak tepat, toh orangnya tidak ada disitu.
Omongan Tidak Sesuai Sikap
“Imam besar FPI (Rizieq Syihab) juga memberikan nasihat via voice (suara telepon) yang diperdengarkan langsung kepada jemaah,” kata Mardani, Wasekjen PKS
Mardani menjelaskan, kala itu Rizieq menyampaikan ceramahnya lewat ponsel milik Ketua DPP FPI Habib Muhsin. Suara dari telepon tersebut langsung dihubungkan ke pengeras suara agar didengar oleh semua orang yang menghadiri acara tersebut.
Dalam ceramahnya Rizieq mengupas makna surat Ali Imran ayat 159. Makna petikan ayat tersebut merupakan tentang sikap seorang pemimpin.
“Intinya pemimpin itu harus lemah lembut, harus banyak mendoakan rakyatnya, banyak memaafkan dan harus banyak bermusyawarah,” kata Mardani.
Um… bukannya ini namanya munafikun sejati? Mengatakan pemimpin itu harus lemah lembut, tapi Rizieq sendiri berkoar-koar tidak karuan. Mengatakan pemimpin itu harus mendoakan rakyatnya padahal Rizieq sendiri sudah banyak menghina orang lain.
Bisa pula mengatakan pemimpin itu harus banyak memaafkan. Pernahkah Rizieq meminta maaf kepada siapapun yang sudah dihinanya? Wah, yang ada malah teriak pemerintah itu menzolimi dirinya dan ingin revolusi dari Arab sana.
Ini namanya adalah orang yang tidak tahu diri. Sok menasehati orang padahal dirinya sendiri sangat bermasalah. Sudah pernah dipenjara dua kali pula, tinggal tunggu hat trick di pemerintahan Jokowi.
Anies yang memang hadir di acara tersebut juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Anies menyampaikan tiga hal. Yakni tentang pengaruh FPI terhadap stabilitas keamanan dan kedamaian Jakarta, ajakan tentang kebhinnekaan dan meminta FPI untuk bisa bekerja sama dengan Pemprov DKI saat dirinya resmi memimpin Jakarta.
“Pertama, FPI ini penentu ketenangan di DKI karena itu kalau FPI tenang, Jakarta tenang. Kalau FPI damai, Jakarta damai. Mau FPI damai dan tenang mau? Mau,” ujar Mardani meniru Anies.
“Jadi FPI harus menjadi unsur yang menjaga kebhinekaan. Siap FPI menjaga kebhinekaan? Siap,” lanjut Mardani meniru Anies.
“Maukah FPI membantu Gubernur dan wakil Gubernur terpilih untuk mewujudkan Jakarta yang sejahtera, adil? Mau? Mau,” kata Mardani meniru Anies.
Mari kita telaah satu per satu sambutan Anies. Pertama tentang pengaruh FPI untuk stabilitas keamanan dan kedamaian Jakarta. Anies tidak mungkin mengatakan yang buruk-buruk soal FPI di acara mereka. Berarti Anies ‘memuji’ FPI soal keamanan dan kedamaian di Jakarta.
Mungkin saja Anies mengalami macet pembuluh darah di otak, dia pura-pura tidak tahu bahwa FPI adalah sumber masalah keamanan dan kedamaian di Jakarta. Saat heboh kasus Ahok pihak mana yang paling cari masalah? Yang sering melakukan sweeping siapa? Anies sengaja membutakan diri.
Yang kedua adalah soal ajakan kebhinekaan. Wah, kalau ini sih FPI sudah bermasalah. Ketuanya sendiri saja menghina Pancasila. Anda kira mereka akan sumpah setia kepada Pancasila? Jangan harap!! FPI saja sudah mewek gara-gara terancam Perppu Ormas.
Yang terakhir adalah soal ajakan bekerja sama dengan Pemprov DKI saat Anies menjabat. Hm…. FPI mau kerja sama tentang apa ya? Apa mau menjual pentungan ke Satpol PP? Atau FPI dilibatkan dalam sweeping resmi?
Masihkah ingat janji Anies yang memastikan semua ormas di Jakarta mendapatkan dukungan dari Pemda?
“Komitmen kita adalah kita ingin memastikan semua ormas di Jakarta dapat dukungan dari Pemda dan dananya ada. Begitu ada keberpihakan, dananya bisa disalurkan kepada mereka,” ujarnya.
Ingat ya, semua ormas akan mendapatkannya asal ada ‘keberpihakan’. Apa yang dimaksud dengan keberpihakan? Ya berpihak ke Anies la, masak ke rakyat kebanyakan? Jadi, uang rakyat akan dihamburkan untuk para ormas. Kalau lapar ya cari makan sendir, ga usah cari bantuan Pemprov!
Kalau dipikir-pikir, kenapa Anies mau menghadiri acara FPI yang ketuanya cabul? Alasan paling logis adalah dirinya ‘terpaksa’ balas budi karena suka tidak suka, FPI memberikan andil besar dalam kemenangan Anies-Sandi.
Kita lihat saja nanti, bagaimana sikap FPI setelah Anies-Sandi menjabat. Akankah ada sweeping lagi atau tidak. Anies akan termakan janjinya sendiri, siapa suruh janji surga ke semua pihak?

SUMBER

Kisah Sukses Pegawai Toko Komputer yang Jadi YouTuber Kondang

Jakarta - Sebelum akun LinusTechTips tenar, Linus Sebastian adalah seorang pegawai di toko komputer online bernama NCIX. Seperti apa cerita hidupnya sampai ia memilih meninggalkan pekerjaannya dan fokus menggarap akun YouTube-nya?

Linus adalah seorang berkebangsaan Kanada yang berusia 30 tahun. Di NCIX ia bekerja sebagai category manager, yang kemudian mendapat tugas untuk menjadi host di acara teknologi yang dibuat di YouTube. Tugasnya? Mendemonstrasikan produk yang dijual di toko tersebut.

Ia memulai kanal tersebut dengan sumber daya yang sangat terbatas. Contohnya kamera yang digunakan merupakan kamera pinjaman dari anak bos besarnya di NCIX. Dan video pertama yang dibuatnya adalah demonstrasi heatsink prosesor Sunbeam.

Namun akun YouTube NCIX itu tak berkembang dan biaya produksinya terlalu tinggi. Kemudian Linus disuruh membuat akun LinusTechtips pada November 2008 untuk memproduksi video dengan biaya yang lebih murah tanpa mempengaruhi nama NCIX.

Pada Januari 2013, Linus memilih untuk mengundurkan diri dari NCIX. Padahal saat itu kariernya cukup cemerlang, Linus merupakan salah satu sales dengan penjualan sistem komputer kelas atas yang tertinggi di NCIX. Kinerjanya yang bagus itu membuatnya mendapat promosi menjadi channel manager, yang membawahi sejumlah product manager.

Kisah Sukses Pegawai Toko Komputer yang Jadi YouTuber KondangFoto: internet


Selepas dari NCIX, Linus bersama empat rekannya kemudian mendirikan Linus Media Group. Mereka ini yang kemudian menjadi orang di balik akun LinusTechTips.

Pilihan Linus untuk mengembangkan akun YouTube tersebut bukan tanpa aral. Pada 2014 ia mengaku sering tak bisa tidur di malam hari karena memikirkan bagaimana cara menghasilkan uang untuk menghidupi keluarganya dan membayar gaji para karyawannya, mengingat ia sebenarnya tak punya cukup modal untuk menggarap akun tersebut.

Namun ia tidak pantang menyerah. Linus pun bekerja keras membesarkan akun YouTube-nya. Jerih payahnya selama setahun akhirnya mulai terasa. Kondisi keuangan mulai membaik pada 2015, ini terlihat dari pilihannya untuk menempati kantor di daerah komersial untuk pertama kalinya setelah sebelumnya berkantor di kawasan perumahan. 

Saat ini, channel LinusTechTips tercatat mempunyai nilai USD 1,5 juta, atau sekitar Rp 20 miliar. Channel buatan Linus sebenarnya tak cuma satu, karena ada Techquickie dan Channel Super Fun yang digarapnya.

Channel YouTube-nya pun masuk ke dalam lima besar akun di kategori sains dan teknologi dengan penonton terbanyak. Secara total, ketiga akunnya itu punya jumlah subcriber mencapai 6 juta.

Sampai Mei 2017 lalu, ada 3685 video yang sudah diposting di LinusTechTips, yang isinya bermacam, dari review produk, panduan merakit komputer, vlog, dan bermacam lainnya. Setiap harinya ada sebuah video baru di akun tersebut, dan mereka belum pernah alpa dalam menggunggah video baru setiap harinya.(asj/afr)