Rizieq Hadir Di Acara Halal Bihalal FPI Bersama Anies Baswedan
Ternyata meski Rizieq sudah kabur ke luar negeri, dirinya masih sempat ‘mengurus’ FPI. DPD FPI Jakarta mengelar acara halal bihalal yang juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan.
Tentu saja Rizieq tidak langsung hadir, memangnya dia berani balik kesini? Yang ada dirinya memberikan ceramah langsung lewat sambungan telepon. Sebenarnya istilah ceramah langsung tidak tepat, toh orangnya tidak ada disitu.
Omongan Tidak Sesuai Sikap
“Imam besar FPI (Rizieq Syihab) juga memberikan nasihat via voice (suara telepon) yang diperdengarkan langsung kepada jemaah,” kata Mardani, Wasekjen PKS
Mardani menjelaskan, kala itu Rizieq menyampaikan ceramahnya lewat ponsel milik Ketua DPP FPI Habib Muhsin. Suara dari telepon tersebut langsung dihubungkan ke pengeras suara agar didengar oleh semua orang yang menghadiri acara tersebut.
Dalam ceramahnya Rizieq mengupas makna surat Ali Imran ayat 159. Makna petikan ayat tersebut merupakan tentang sikap seorang pemimpin.
“Intinya pemimpin itu harus lemah lembut, harus banyak mendoakan rakyatnya, banyak memaafkan dan harus banyak bermusyawarah,” kata Mardani.
Um… bukannya ini namanya munafikun sejati? Mengatakan pemimpin itu harus lemah lembut, tapi Rizieq sendiri berkoar-koar tidak karuan. Mengatakan pemimpin itu harus mendoakan rakyatnya padahal Rizieq sendiri sudah banyak menghina orang lain.
Bisa pula mengatakan pemimpin itu harus banyak memaafkan. Pernahkah Rizieq meminta maaf kepada siapapun yang sudah dihinanya? Wah, yang ada malah teriak pemerintah itu menzolimi dirinya dan ingin revolusi dari Arab sana.
Ini namanya adalah orang yang tidak tahu diri. Sok menasehati orang padahal dirinya sendiri sangat bermasalah. Sudah pernah dipenjara dua kali pula, tinggal tunggu hat trick di pemerintahan Jokowi.
Anies yang memang hadir di acara tersebut juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Anies menyampaikan tiga hal. Yakni tentang pengaruh FPI terhadap stabilitas keamanan dan kedamaian Jakarta, ajakan tentang kebhinnekaan dan meminta FPI untuk bisa bekerja sama dengan Pemprov DKI saat dirinya resmi memimpin Jakarta.
“Pertama, FPI ini penentu ketenangan di DKI karena itu kalau FPI tenang, Jakarta tenang. Kalau FPI damai, Jakarta damai. Mau FPI damai dan tenang mau? Mau,” ujar Mardani meniru Anies.
“Jadi FPI harus menjadi unsur yang menjaga kebhinekaan. Siap FPI menjaga kebhinekaan? Siap,” lanjut Mardani meniru Anies.
“Maukah FPI membantu Gubernur dan wakil Gubernur terpilih untuk mewujudkan Jakarta yang sejahtera, adil? Mau? Mau,” kata Mardani meniru Anies.
Mari kita telaah satu per satu sambutan Anies. Pertama tentang pengaruh FPI untuk stabilitas keamanan dan kedamaian Jakarta. Anies tidak mungkin mengatakan yang buruk-buruk soal FPI di acara mereka. Berarti Anies ‘memuji’ FPI soal keamanan dan kedamaian di Jakarta.
Mungkin saja Anies mengalami macet pembuluh darah di otak, dia pura-pura tidak tahu bahwa FPI adalah sumber masalah keamanan dan kedamaian di Jakarta. Saat heboh kasus Ahok pihak mana yang paling cari masalah? Yang sering melakukan sweeping siapa? Anies sengaja membutakan diri.
Yang kedua adalah soal ajakan kebhinekaan. Wah, kalau ini sih FPI sudah bermasalah. Ketuanya sendiri saja menghina Pancasila. Anda kira mereka akan sumpah setia kepada Pancasila? Jangan harap!! FPI saja sudah mewek gara-gara terancam Perppu Ormas.
Yang terakhir adalah soal ajakan bekerja sama dengan Pemprov DKI saat Anies menjabat. Hm…. FPI mau kerja sama tentang apa ya? Apa mau menjual pentungan ke Satpol PP? Atau FPI dilibatkan dalam sweeping resmi?
Masihkah ingat janji Anies yang memastikan semua ormas di Jakarta mendapatkan dukungan dari Pemda?
“Komitmen kita adalah kita ingin memastikan semua ormas di Jakarta dapat dukungan dari Pemda dan dananya ada. Begitu ada keberpihakan, dananya bisa disalurkan kepada mereka,” ujarnya.
Ingat ya, semua ormas akan mendapatkannya asal ada ‘keberpihakan’. Apa yang dimaksud dengan keberpihakan? Ya berpihak ke Anies la, masak ke rakyat kebanyakan? Jadi, uang rakyat akan dihamburkan untuk para ormas. Kalau lapar ya cari makan sendir, ga usah cari bantuan Pemprov!
Kalau dipikir-pikir, kenapa Anies mau menghadiri acara FPI yang ketuanya cabul? Alasan paling logis adalah dirinya ‘terpaksa’ balas budi karena suka tidak suka, FPI memberikan andil besar dalam kemenangan Anies-Sandi.
Kita lihat saja nanti, bagaimana sikap FPI setelah Anies-Sandi menjabat. Akankah ada sweeping lagi atau tidak. Anies akan termakan janjinya sendiri, siapa suruh janji surga ke semua pihak?
SUMBER
SUMBER
