Subscribe Us

Polres Labuhanbatu Ciduk Pengedar Sabu di Kecamatan Bilah Hulu

 


Labuhan batu – Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun Gunung Selamat, Desa Gunung Selamat, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu pada Jumat (3/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial SS (46), warga Kecamatan Bilah Hulu, yang diketahui bernama Sholahuddin Siregar. Dari tangan tersangka, petugas turut mengamankan barang bukti berupa 35 bungkus plastik klip yang diduga berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 49 gram, satu unit handphone merk Oppo warna merah maron, satu buah dompet berwarna hitam list coklat, satu buah pipet yang telah dimodifikasi menjadi sekop, satu buah amplop berwarna putih, serta uang tunai sebesar Rp.300.000.

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang dapat dipercaya. Pada hari Rabu, 01 April 2026 sekira pukul 17.00 WIB, Team I Unit I Satres Narkoba Polres Labuhanbatu menerima informasi terkait adanya seorang laki-laki yang diduga memiliki dan menyimpan narkotika jenis sabu di sebuah pondok ladang milik warga di Dusun Gunung Selamat.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung melakukan penyelidikan. Sekira pukul 18.30 WIB, petugas menemukan seorang pria dengan ciri-ciri sesuai informasi dan langsung melakukan penindakan. Dari hasil penggeledahan awal di lokasi, petugas menemukan 5 bungkus plastik klip berisi sabu yang disimpan di dalam amplop putih.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah tersangka dan kembali menemukan 30 bungkus plastik klip berisi sabu yang disimpan di dalam lemari kamar. Saat dilakukan interogasi, tersangka mengakui bahwa seluruh narkotika tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari seorang pria berinisial K yang berdomisili di daerah Perlayuan.

Petugas kemudian melakukan upaya pengembangan untuk mencari keberadaan pria berinisial K tersebut, namun hingga saat ini belum berhasil ditemukan.

Selanjutnya, tersangka beserta seluruh barang bukti dibawa ke Mapolres Labuhanbatu guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., melalui Plt Kasi Humas Polres Labuhanbatu IPTU Arwin, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian guna bersama-sama memerangi peredaran gelap narkoba.

(AT)

Sumber:

https://www.sepindonesia.com/2026/04/04/polres-labuhanbatu-ciduk-pengedar-sabu-di-kecamatan-bilah-hulu/

Masyarakat Desak Polisi Naikkan Status Kasus Pengeroyokan di Eks HGU PT BSP Asahan — Kapolres Dinilai Tidak Serius Tangani Perkara

Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap dua warga, Ali Murdhani dan Muhammad Ramadhan, di areal eks HGU PT BSP Asahan Unit Kuala Piasa Estate, Desa Padang Sari, terus menuai sorotan tajam. Satu bulan berlalu sejak laporan resmi dibuat, namun Polres Asahan belum juga menetapkan satu pun tersangka. Kondisi ini memicu tanda tanya besar dan kekecewaan publik, bahkan sebagian warga menilai Kapolres Asahan terkesan tidak serius menangani kasus ini.

Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: STTLP/B/211/III/2026/SPKT/Polres Asahan/Kepolisian Daerah Sumatera Utara tertanggal 4 Maret 2026. Namun hingga kini, progres penanganan dinilai stagnan, meski korban, saksi, serta bukti video sudah tersedia sejak awal.

Publik Menilai Perkara Sudah Jelas, Tetapi Polisi Terlalu Lamban

Menurut masyarakat, perkara ini sudah cukup terang secara hukum dan seharusnya tidak sulit untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Lambannya penanganan justru menimbulkan kesan negatif, mulai dari dugaan ketidakseriusan hingga adanya potensi pembiaran dan terkesan adanya kongkalikong,

“Ini sudah sebulan, tapi tidak ada tersangka. Apa sebenarnya yang ditunggu?” ujar salah satu warga.

Jawaban Polisi Dinilai Normatif dan Tidak Menjawab Kegelisahan Publik

Sebelumnya, awak media sudah mengonfirmasi perkembangan kasus ini melalui pesan WhatsApp kepada Polres Asahan.

Dalam keterangannya, kepolisian menyebut bahwa proses masih berada di tahap penyelidikan.

Namun penjelasan tersebut dinilai sekadar normatif dan tidak menunjukkan langkah nyata. Bahkan muncul penilaian bahwa Kapolres Asahan tidak memberikan atensi serius atas kasus yang menyita perhatian publik ini.

Situasi semakin membingungkan ketika dalam komunikasi lanjutan disebutkan bahwa berkas perkara tidak berada pada anggota yang memberikan keterangan, sehingga memperkuat kesan tidak adanya koordinasi yang rapi dalam penanganan kasus.

Bertentangan dengan Prinsip Cepat dan Profesional

Lambannya penanganan ini dinilai bertentangan dengan prinsip percepatan penyidikan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019, yang mewajibkan penyelidikan dilakukan cepat dan disertai gelar perkara dalam waktu yang wajar.

“Bukti sudah ada, saksi sudah diperiksa, video ada, tapi tersangka belum ditetapkan,toh mereka memgatakan masih penyidikan. Ini yang membuat kami bertanya: apakah Kapolres benar-benar serius menangani kasus ini?” ungkap warga lainnya.

Melihat lambatnya penanganan dan minimnya transparansi, pihak kuasa hukum masyarakat menyatakan akan mengambil langkah tegas.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan peningkatan status perkara atau penetapan tersangka, kami akan membuat laporan resmi ke Propam Polda Sumatera Utara. Penanganan yang tidak profesional seperti ini tidak boleh dibiarkan,” tegas kuasa hukum masyarakat.

Langkah ini akan ditempuh untuk memastikan bahwa setiap penyidik dan pejabat yang menangani perkara bekerja sesuai aturan, serta untuk menghindari adanya dugaan pelanggaran etik atau hambatan yang disengaja.

Berpotensi Menurunkan Kepercayaan Publik

Jika situasi ini terus berlarut, masyarakat khawatir kehilangan kepercayaan terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Asahan. Ketidakpastian yang berkepanjangan juga dikhawatirkan dapat memicu ketegangan sosial kalau sudah ada korban nyawa nanti barulah saling menyalahkan,

Masyarakat mendesak Kapolres Asahan agar segera bertindak tegas, cepat, dan transparan dengan:

Meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan

Menetapkan tersangka berdasarkan bukti yang telah ada

Menyampaikan keterbukaan informasi perkembangan perkara

Menjaga profesionalitas penanganan sesuai aturan Kapolri

Minim Transparansi, Publik Makin Resah

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lanjutan dari Polres Asahan, termasuk terkait kapan gelar perkara dilakukan atau siapa yang bertanggung jawab dalam kasus ini.

Ketiadaan update resmi semakin memperkuat penilaian bahwa penanganan perkara ini tidak menjadi prioritas Kapolres Asahan.

Pihak media berkomitmen akan terus melakukan upaya konfirmasi ke Polres Asahan, Polda Sumut, hingga Mabes Polri untuk memastikan publik memperoleh informasi yang akurat dan transparan.

Mata Uang yang Guncang

Langit Jakarta sore itu berwarna kelabu. Layar-layar televisi di berbagai sudut kota menyiarkan breaking news: “Presiden Prabowo resmi mengganti Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai penggantinya.”

Di ruang kerjanya yang sederhana, Sri Mulyani menutup laptop pelan. Tak ada tangisan, tak ada kemarahan—hanya senyum kecil yang samar. Ia tahu, kursi itu bukan miliknya selamanya. Tapi ia juga tahu, setiap kebijakan, setiap angka yang ia jaga, adalah darah dan napas jutaan rakyat.

Di luar sana, pasar keuangan bergemuruh. Rupiah jatuh lebih dari seribu poin, investor asing menarik modal, dan di media sosial, perdebatan semakin panas. Ada yang menyesali, ada pula yang bersorak.

Presiden Prabowo berdiri di depan para menteri, wajahnya tegas.
“Negara ini butuh keberanian baru. Kita tidak bisa selamanya dikekang oleh disiplin fiskal yang kaku. Rakyat ingin perubahan—dan saya akan memberikan itu.”

Beberapa menteri saling pandang. Mereka tahu, mengganti Sri Mulyani adalah perjudian besar. Ia bukan hanya menteri, tapi simbol kredibilitas ekonomi Indonesia di mata dunia.

Sri Mulyani melangkah keluar dari kantor Kemenkeu, disambut tepuk tangan pegawai. Beberapa menahan air mata. Ia menunduk, lalu berkata:
“Jaga negara ini. Angka-angka bukan sekadar tabel, mereka adalah wajah rakyat. Jangan biarkan mereka kehilangan harapan.”

Di antara kerumunan, seorang staf muda berbisik ke rekannya:
“Kalau bukan Bu Sri, siapa yang bisa menjaga kita dari utang yang membengkak?”

Hari berikutnya, Purbaya Yudhi Sadewa berdiri di podium, mengenakan jas hitam dengan senyum percaya diri.
“Tugas ini tidak mudah,” katanya lantang. “Tapi saya berjanji membawa pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, 6 hingga 8 persen! Kita harus berani bermimpi lebih besar.”

Seketika ruangan penuh tepuk tangan—namun di luar gedung, rupiah terus melemah, dan harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik.

Di sebuah warung kopi di Depok, seorang pedagang berkata sambil mengaduk kopinya:
“Buat apa pertumbuhan tinggi kalau harga beras makin mahal? Yang penting stabil, bukan janji.”

Seorang mahasiswa menjawab dengan nada optimis:
“Tapi mungkin ini saatnya kita coba jalan baru. Sri Mulyani hebat, tapi rakyat juga butuh gebrakan.”

Mereka terdiam sejenak, sama-sama sadar bahwa kebijakan ekonomi bukan hanya soal angka, tapi soal perut dan masa depan.

Malam itu, Sri Mulyani duduk di balkon rumahnya, memandangi Jakarta yang dipenuhi lampu. Ia tahu perjuangannya selesai—setidaknya untuk sekarang. Tapi ia juga yakin, sejarah akan mencatat: di saat badai datang, ia pernah menjadi jangkar yang menahan kapal agar tidak karam.

Sementara di istana, Prabowo menatap peta besar Indonesia. Ia tersenyum tipis. “Ini baru awal,” gumamnya.

Dan di bursa saham esok paginya, ribuan angka merah menari di layar, seolah ikut berbisik:
“Apakah ini awal kemakmuran, atau awal dari krisis baru?”

Sehari Usai Prabowo Dilantik, Bakamla Usir Kapal Coast Guard China Dari Natuna

Museum Batak TB SILALAHI CENTER

Bagi kalian pecinta sejarah, tentu tempat ini tak asing bagi kalian. Yaps, tempat yang dimaksud adalah museum. Di museum kita dapat melihat benda benda pusaka pada masa lampau dan juga benda benda pusaka milik seseorang maupun suatu golongan atau etnis. Selain itu, di beberapa museum juga menyediakan bacaan tentang cerita dari benda benda pusaka tersebut.

Di Sumatera Utara sendiri terdapat cukup banyak museum. Salah satunya adalah Museum TB Silalahi, yang merupakan museum milik dari salah satu tokoh Batak ternama yang bernama Tiopan Bernhard Silalahi. Mengenal sedikit tentang beliau, Tiopan Bernhard Silalahi merupakan seorang tentara nasional Indonesia dengan pangkat Letnan Jenderal. Beliau dilahirkan di Pematangsiantar, Sumatera Utara pada 17 April 1938.

Source Image: Google Map

Selain menyandang pangkat Letnan Jenderal, TB Silalahi juga pernah menjabat sebagai menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi Republik Indonesia ke 6 pada zaman Soeharto dan ketua dewan pertimbangan presiden Republik Indonesia ke 2 pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, TB Silalahi juga adalah pendiri dan anggota dewan Pembina Yayasan Soposurung dan mendirikan salah satu sekolah unggunan di Balige, Sumatera Utara.

Museum TB Silalahi Center merupakan museum yang menyimpan kisah perjalanan hidup dari Tiopan Bernhard Silalahi dan juga barang barang pusaka milik beliau. Selain itu, museum TB SIlalahi juga menyimpan barang barang bersejarah milik suku Batak, baik Batak Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, Mandailing, dan sebagainya.

Source Image: Google Map

Jika kalian ingin mengetahui peninggalan serta barang barang milik dari Tiopan Bernhard Silalahi pada masa penugasan beliau, museum yang satu ini wajib untuk dikunjungi.

Museum TB Silalahi Center terletak di Silalahi Pagar Batu, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Didirikan pada tanggal 7 Agustus 2006 dan diresmikan pada tanggal 17 April 2008. Museum ini buka mulai hari Selasa sampai Minggu. Pada hari Selasa sampai Kamis, museum Tb Silalahi buka dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, sedangkan hari Jumat dan Sabtu buka mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Untuk harga tiket sendiri sangat murah, yaitu 10.000 rupiah per orang, dan pada hari libur harga tiket juga sama tanpa ada penaikan.

Source Image: Google Map

Di museum Tb Silalahi, kita tak hanya melihat barang barang milik TB Silalahi serta barang pusaka berharga milik Suku Batak, melainkan kita juga akan mendapatkan view yang sangat menarik. Disini kita dapat puas memandang keindahan Danau Toba dari lantai dua museum dengan jendela kaca yang sangat besar. Disertai juga teropong sehingga pemandangannya lebih jelas. Buat kalian yang ingin mengenal budaya Batak dengan peninggalan peninggalan berharganya, museum TB Silalahi sangat direkomendasikan kepada kalian.

Source Image: Google Map

Di tempat ini juga terdapat café untuk tempat makan dan minum yang sudah dikelola oleh pihak museum. Disini pengunjung dapat beristirahat sambil memulihkan tenaga setelah lelah berkeliling museum yang luas ini. Buat kalian yang hobby berfoto ria, pihak museum tidak melarang para pengunjung untuk menjadikan barang barang yang ada disana untuk spot foto, asal tidak diambil atau dirusak. Di museum ini juga menyediakan lahan parkir untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi. Jadi pengunjung tak perlu repot repot untuk memarkirkan kendaraan mereka. Untuk arsitekturnya sendiri, museum Tb Silalahi sangat bagus dan bernuansa Batak. Terbukti di beberapa sudut dinding dan tiangnya, terdapat corak corak khas suku Batak yang sangat menarik.

Source Image: Google Map

Untuk penataannya sendiri baik bagian luar ruangan atau dalam ruangan, benar benar sangat rapi,bersih, terawat serta di desain dengan baik. Tak perlu kawatir jika matahari terik, karena udara di dalam ruangan tetap adem karena di setiap sudutnya terpasang pendingin ruangan. Di museum ini juga terdapat patung dari Raja Batak dan menjadi salah satu spot berfoto favorit di tempat ini. Tak hanya itu, dikawasan museum juga terdapat Huta Batak mini yang menceritakan kehidupan bangsa Batak pada zaman dahulu lengkap dengan rumah adatnya, patung patungnya, serta Sigale Gale. Di Huta Batak mini ini, pengunjung dapat menari dengan patung Sigale Gale sambil memberikan sejumlah uang.

Tak hanya wisatawan dalam negeri saja yang datang kesini, banyak juga turis yang datang kesini. Buat kalian yang benar benar ingin mengenal kehidupan Bangsa Batak tak ada salahnya berkunjung ke tempat ini. Sangat jelas pemaparannya karena ada bacaan di setiap dinding museumnya mengenai benda benda pusaka yang ada di museum ini. Selain itu, kita juga dapat memperoleh kisah perjalanan Tb Silalahi dari seorang pengembala kerbau sampai menjadi letnan jenderal ternama milik Indonesia. Sangat menginspirasi !!

Sumber: GoBatak.com

Mahfud MD Minta Pemilu 2019 Tidak Bawa Mundur Kemajuan Demokrasi RI

Sejumlah tokoh kebangsaan hadir bersilaturahmi di kediaman Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Mereka membicarakan persoalan masa depan bangsa termasuk penyelenggaraan pemilu 2019 yang masih dalam proses penghitungan suara. 

Usai berdiskusi bersama BJ Habibie, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menjelaskan bahwa pesan pokok dalam pertemuan tersebut bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Indonesia merdeka dengan tujuan untuk bersatu agar bisa menjadi negara maju.

"Oleh sebab itu, pemilu yang sekarang ini supaya tidak membawa mundur lagi kemajuan kita di bidang demokrasi. Kita yang datang di sini berasal dari kelompok politik atau pilihan politik yang berbeda-beda tapi membawa pesan yang sama," kata Mahfud di kediaman BJ Habibie, di Kuningan, Jakarta, Rabu 1 Mei 2019.

Untuk itu, Mahfud mengajak segenap bangsa untuk mengawal jalannya pemilu sampai nanti berakhir dengan sebaik mungkin. Namun setelah pemilu, imbuh Mahfud, Indonesia jangan sampai berpecah lagi. 

Erick Thohir Kaitkan Makna Film Avengers: Endgame dengan Pemilu 2019

Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menyebut film Avengers: Endgame memiliki pesan-pesan penting tentang kehidupan. Ia pun mengaitkannya dengan gelaran Pemilu 2019.

"Di film ini banyak juga pesan-pesan penting. Di mana yang namanya hal-hal pertempuran, peperangan, kerusuhan, kehancuran itu tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah," kata Erick usai nonton bareng (nobar) Avengers: Endgame di Epiwalk epicentrum, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/5/2019).