Subscribe Us

Blokir Telegram, Kominfo: Kami Tidak Kena Hack

Jakarta - Sempat beredar kabar kalau situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkena aksi hacking. Namun belakangan informasi tersebut dimentahkan oleh Kominfo.

Hal itu disampaikan langsung oleh Noor Iza, Plt Kepala Biro Humas Kominfo. Melalu pesan singkat, dirinya menyatakan kalau kabar yang menyebut bahwa situs Kominfo telah mengalami aksi hacking adalah tidak benar.

"Rekan-rekan, berkenaan dengan tampilan web subdomain Kominfo terkena hack, hasil kami sementara bahwa web tersebut tidak terkena hack," jelas Noor Iza.

Sebelumnya beredar bukti screenshot yang menunjukkan kalau subdomain situs Kominfo berganti tampilannya. Aksi jahil semacam ini lebih dikenal dengan sebutan deface, dimana pelakunya mengubah tampilan sebuah website yang biasanya diganti gambar berisi pesan tertentu.

Namun ketika ditelusuri detikINET, bukti screenshot tidak terbukti. Alamat subdomain situs Kominfo yang dimaksud bisa diakses dengan normal.

Kominfo sendiri baru saja melakukan pemblokiran terhadap layanan Telegram lantaran dinilai banyak sekali kanal di layanan pesan instan tersebut yang dianggap bermuatan konten negatif, seperti propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, dan lain-lain.

Termasuk di dalamnya ditemukan ajakan cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing image (gambar tidak pantas), dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Namun sejauh ini belum ada informasi kalau beredarnya bukti screenshot situs Kominfo di-hack ada kaitannya dengan keputusan Kementerian tersebut melakukan pemblokiran terhadap Telegram.

(yud/rou)

Demi Tangkal Terorisme, Polri Dukung Pemblokiran Telegram

Jakarta - Polri mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram. Langkah itu merupakan upaya mencegah penyebaran paham radikal yang dilakukan kelompok teroris.

"Kita dukunglah langkah itu karena memang kita tahu Telegram banyak digunakan konten-kontennya yang kurang layaklah, bisa membahayakan masyarakat, yang kurang memahami bisa terpapar," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi, Sabtu (15/7/2017). 

Setyo menyebut ada beberapa dugaan kenapa Telegram banyak digunakan kelompok radikal untuk menyebarkan paham. Salah satunya komunikasinya yang mudah dilakukan.

"Ya mungkin salah satu alasannya adalah kapasitasnya besar, kemudian komunikasinya tepat dan mudah digunakan, menggunakannya mudah," ujarnya.

Menkominfo Rudiantara menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal di layanan tersebut yang bermuatan negatif.

Konten negatif yang dimaksud antara lain propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar tak senonoh, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

"Di Telegram, kami cek ada 17 ribu halaman mengandung terorisme, radikalisme, membuat bom, dan lainnya, semua ada. Jadi harus diblok, karena kita anti-radikalisme," kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu, Jumat (14/7).

Rudiantara mengancam akan menutup semua platform media sosial yang masih meloloskan konten negatif yang mengancam keamanan negara. Salah satunya dibuktikan dengan menutup akses Telegram.

Hal ini menyusul adanya peran media sosial dalam peracikan bom, misalnya. Pernyataan ini dilontarkan menteri menyusul beberapa aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Terakhir, peracik bom panci Agus Wiguna (22) belajar meracik melalui internet.

(idh/yud)

Jawaban Telak Menteri Susi ke Mantan Stafsus SBY

Saya nyengir bahagia melihat tanggapan cerdas khas Menteri Perikanan dan Kelautan kita tercinta, Ibu Susi Pudjiastuti, atas cuitan yang diunggah oleh mantan Stafsus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief.
Andi mengquote sebuah pemberitaan dari Tempo berjudul ” Menteri Susi: Tak Puas Kebijakan Saya, PTUN-kan Saja” dan menambahkan kalimat “Dialog bu, ini negeri sama2, bukan milik Ibu“. Dan dijawab lugas oleh Susi:
Pencuri ikan bukan pemilik negeri ini.Sy tolak pendapat negeri milik sama2 dg pencuri ikan.ilegal fishing NO MORE. Dialog dg pencuri NO WAY!
Saya setuju sekali dengan pendapat Menteri Susi. Lah maling kalau diajak diskusi terus kapan tobatnya? Okelah kalau misalnya yang dihadapi maling ‘kepepet’ yang misalnya karena kondisi terdesak dia mengambil sedikit ikan untuk bisa makan dan itu dikonsumsi sendiri mungkin bisa diajak diskusi agar tidak seperti itu lagi dan bisa dibantu agar berdaya guna secara ekonomi. Lah tapi kalau malingnya ini masif, nggak kapok-kapok, tujuannya untuk komersial, bahkan bisa jadi hubungannya dengan kartel bisnis perikanan dan hasil laut lainnya.
Justru karena ini sama-sama negerinya kita, bukan sekedar milik Bu Susi apalagi si maling hasil laut, jalur hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara adalah langkah yang benar. Secara hukum benar, secara norma benar, dan hasilnya punya kekuatan yang tetap. Kalau diskusi maunya apa? Tawar menawar kepentingan?
Apalagi Menteri Susi juga mengatakan kalau PTUN tidak bisa memuaskan mereka silahkan menggagalkannya sebagai Menteri.
“Kalau tidak puas bisa PTUN-kan saya, gagalkan saya jadi menteri,”
Usaha menurunkan Susi sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan sebetulnya sudah santer digaungkan beberapa waktu terakhir. Namun entah karena sudah bocor duluan dan malah dikecam publik dan justru kelihatan sekali tendensi ‘udang di balik batunya’ akhirnya aksi itu sepertinya bak kerupuk yang melempem sebelum sempat dirasakan kriuknya.
Sepertinya nanti ketika Desember 2017 masuk tenggat waktu benar-benar tidak dibolehkannya penggunaan cantrang setelah usainya fleksibilitas yang diberikan Presiden Jokowi, barulah kelompok yang ingin menggulingkan Susi kembali memakai isu cantrang untuk mengusiknya. Padahal ternyata kebijakan Menteri Susi ini dampaknya positif terhadap jumlah ikan di lautan kita.

Tapi entahlah, di Indonesia ketika ada orang bekerja benar dan akibatnya mengusik comfort zone pengusaha yang selama ini rekeningnya tebal melalui bisnis kotor dan merugikan negara dan masyarakat maka justru banyak yang ingin menggagalkan dan melengserkannya. Sementara yang kinerjanya gagal secara harfiah justru aman-aman saja.
Sejujurnya kalau bukan Susi Pudjiastuti yang jadi menteri mungkin sampai sekarang saya nggak tahu kalau potensi laut kita sangat besar dan ternyata bisa diurus dengan benar. Kalau dipikir-pikir memang nggak masuk akal selama kita merdeka, dengan sebutan negara maritim, dan kekayaan laut yang luas kemudian industri perikanan dan kelautan kita selama ini seolah tidak bisa berkembang atau jalan di tempat. Padahal selain migas, kalau dikembangkan dengan benar maka laut kita bisa mendatangkan banyak uang sebagai penerimaan negara maupun menggerakkan ekonomi rakyat. Ngapain aja ya Menteri Perikanan dan Kelautan kita yang dulu-dulu?

Nah mungkin inilah bedanya cara kerja Jokowi dengan SBY jika ditilik dari cara mantan stafsusnya yang menyuruh Susi untuk “diskusi”. Jokowi jelas kerja, kerja, kerja. Kalau ada yang menghalangi kerja dilihat apa langkah yang bisa diambil. Kalau memang himbauan hingga perundingan tidak bisa maka jalur hukum bisa dipakai. Konstitusional kok dan untuk kasus ini punya alasan yang kuat. Sementara mungkin dulu SBY lebih senang memakai cara halus dan lembut dengan “diskusi”. Nah lebih efektif yang mana? Saya rasa hasil kerja bisa berbicara lebih banyak.

SUMBER 

Polisi selidiki penyebar rekaman suara isu bom

Banjarmasin (ANTARA News) - Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, sedang melakukan penyelidikan terhadap siapa penyebar isu bom yang ada di dua tempat di Kota Banjarmasin, melalui rekaman suara.

"Kami terus menyelidiki guna mengungkap siapa penyebar rekaman suara terkait adanya isu bom di Duta Mal dan Polresta Banjarmasin," kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi Sik di Banjarmasin, Sabtu.

Dia mengatakan, ada beberapa orang yang sudah dimintai keterangan secara berurut terkait untuk mengetahui dari mana asal muasal rekaman suara tersebut.

Selain itu, Ade juga memiliki pendapat lain diperkirakan rekaman suara tersebut sudah lama adanya sekitar dua tahun lalu, sebab menurut penyelidikan dua tahun lalu pernah juga Banjarmasin, digegerkan dengan rekaman suara tersebut.

"Kemungkinan itu rekaman suara dua tahun lalu kemudian diputar kembali oleh seseorang dan disebarkan melalui grup disalah satu media sosial," ucap alumnus Akpol angkatan 2006 itu.

"Intinya kami akan terus mencari siapa penyebar rekaman suara itu hingga ketemu," tutur perwira yang akrab dengan awak media itu.

Kasat Reskrim juga mengatakan, rekaman suara terkait isu bom itu tujuannya tidak ke Duta Mal ataupun ke Polresta Banjarmasin.

"Kalau itu memang benar ancaman bom pastinya penyebar isu langsung menuju atau menghubungi tempat yang ingin ditujunya, bukan malah disebar ke grup media sosial, namun kami tetap bersiaga dan terus melakukan antisipasi," tuturnya.

Untuk diketahui pada Jumat (14/7) malam, Banjarmasin digegerkan dengan adanya isu bom melalui rekaman suara yang mengatakan bom akan meledak di Duta Mal dan Polresta Banjarmasin.

Guna antisipasi hal tersebut, pihak Polresta Banjarmasin, langsung melakukan siaga satu dan pemanggilan luar biasa kepada seluruh personel.

Pihak Unit Gegana Satuan Brimob Polda Kalsel juga diturunkan untuk melakukan penyisiran di seputaran halaman Polresta Banjarmasin dan seputara Duta Mal. Tidak lupa Satuan Satwa juga menurunkan ajing pelacak dalam pemeriksaan tersebut. 

(T.G007/H005)

Akhir Pelarian Bandar Sabu 1 Ton di Pantai Anyer

Liputan6.com, Jakarta - Jajaran Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu di kawasan Anyer, Serang, Banten. Tak tanggung-tanggung, jumlah sabu yang diamankan mencapai seberat 1 ton.
Kapolda Metro Jaya M Iriawan membeberkan proses penyergapan empat tersangka penyelundupan sabu 1 ton itu berlangsung di bekas bangunan Hotel Mandalika, Anyer, Serang.

Menurut dia, operasi tersebut terungkap berdasarkan hasil pengembangan dari Jakarta. Iriawan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengintaian selama dua bulan di lokasi bangunan yang terlihat kusam tak terurus tersebut. 
Halamannya yang dikelilingi rumput ilalang serta kaca bangunan yang pecah menambah kesan tempat tersebut jauh dari perhatian warga. "Anggota saya sudah dua bulan lalu (pantau lokasi) di sini," ujar Iriawan di lokasi kejadian, Serang, Kamis (13/7/2017).

Iriawan pun bercerita bagaimana detik-detik anggotanya mengungkap aksi penyelundupan sabu tersebut. Dia menuturkan, anggotanya yang tergabung dalam Tim Survival Polda Metro Jaya bersama Tim Jaguar Polresta Depok, harus menyelinap di balik rerimbunan ilalang sekitar hotel yang sudah tak terawat itu. 

Malam yang gelap di pantai Anyer, Serang, Banten, ditambah perahu karet yang senyap membuat tantangan tersendiri bagi kepolisian, saat hendak menyergap pelaku. 

"Memakai kapal karet atau perahu kecil. Mesinnya cukup halus, jadi kita pakai peralatan canggih, night vision," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan di lokasi penangkapan Hotel Mandalika, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Kamis.
Detik-Detik Pengepungan
Setelah tim pemburu siap mengepung hotel, tiba saatnya meringkus para penyelundup sabu jaringan internasional tersebut. Namun, keempat kawanan penjahat itu melawan polisi.
Dua pelaku berusaha kabur dan menabrak dua polisi dengan mobil hingga terluka. Polisi akhirnya mengambil sikap tegas dengan menembak bagian bodi mobil Innova krem yang ditumpangi pelaku. Setidaknya ada 24 lobang peluru di sisi kiri bodi mobil tersebut. Akibatnya satu orang tewas.

Lin Ming Hui, yang ditengarai sebagai bos sabu tewas tertembus timah panas. Dua tersangka ditangkap hidup, Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu. Sedangkan satu tersangka lainnya, Hsu Yung Li, berhasil kabur.

Atas keberhasilan operasi tersebut, Iriawan mengapresiasi jajaran anak buahnya. Dia mengatakan bila diuangkan, total jumlah sabu tersebut mencapai Rp 1,5 Triliun. 

"(Sabu 1 ton itu senilai) Rp 1,5 triliun, jadi ada berapa juta manusia yang bisa diselamatkan?" kata Iriawan. 

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menyampaikan pengungkapan Sabu 1 Ton itu merupakan hadiah besar pada peringatan Hari Anti Narkoba (HANI) 2017 yang jatuh pada Kamis, 13 Juli 2017.

"Di HANI ini, Indonesia mendapatkan hadiah karena pada hari ini, kepolisian dan jajarannya beserta gabungan TNI, Bea Cukai, BNN, berhasil menangkap, menyita, jaringan narkotika internasional jenis sabu seberat 1 ton," tutur Budi Waseso dalam pidato acara HANI 2017 di TMII, Jakarta Timur, Kamis (13/7/2017).
Pria yang akrab disapa Buwas itu sangat bersyukur atas prestasi tersebut. Sebab, hasil dari tangkapan itu, 5 juta warga Indonesia terselamatkan dari jerat narkotika.
Selain itu, dia merunut keberhasilan BNN ke belakang. Sepanjang 2016, BNN telah menyosialisasikan bahaya narkoba dan pembekalan diri kepada warga melalui penyelenggaraan 2.566 acara yang melibatkan 9 juta orang lebih dari berbagai kalangan.

"BNN telah mengungkap 807 kasus narkoba dengan 1.238 tersangka yang mereka 1.217 merupakan WNI dan 21 WNA. Untuk kasus Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU) ada 21 kasus dengan 30 tersangka dan menyita aset sebesar Rp 261.863.413.345," jelas Buwas.

Presiden Jokowi Resmikan Proyek Rumah DP 1 Persen di Kaltim, Tamparan Keras Bagi Pencetus DP Nol Rupiah!

Presiden kita ini biar badannya kurus, tetapi otaknya pintar dan selera humornya tinggi. Situasi panas dan semenegangkan apapun bisa dihadapi dengan ketenangan tingkat dewa. Untuk hal-hal tertentu, Jokowi sanggup menyindir secara halus dan seolah tak kentara. Apapun yang ia katakan. Ia lakukan. Ia pertontonkan pasti selalu ada pesan di balik itu semua. Ia maestro pertunjukkan yang sanggup memukau siapa saja dalam sekali pentas.

Bayangkan saja, ketika dia dihina dan dikata-katai macam-macam, misalnya oleh si Jonru kutu itu, Jokowi dengan tenangnya malah ke Sumba, naik kuda ia di sana. Ketika ada yang ‘ngotot’ ibukota nggak boleh pindah, kata jokowi: Tetap pindah. Hehehehe…Ketika ada yang grasak grusuk sibuk cari cara mengutak ngatik dasar negara Pancasila, Jokowi keluarkan Perppu, termasuk pembubaran ormas radikal.
Sekali lagi, dalam sebuah permainan catur, Jokowi itu ibarat Grand Master yang sudah malang melintang ikut kejuaraan dunia. Lawan adu menteri, Jokowi malah memberi menterinya secara gratis, asal raja lawan bisa di-skak mati dalam tiga langkah ke depan. Semua sudah diperhitungkan dengan cermat. Lawan tawarkan remis, Jokowi malah tertawa dan bilang, 10 langkah ke depan raja kamu bakalan terkapar tak berdaya. Itu Jokowi. Dia berpikir beberapa langkah ke depan, sementara orang lain baru bangun dari mimpi buruk dan coba-coba melangkah satu dua tertatih-tatih.
Hari ini pukulan telak kembali dilakukan Jokowi. Tidak sampai membuat lawan knock out sih. Tetapi paling nggak ada pesan penting yang tersampaikan. Gaungnya keras menghantam. Pesan itu adalah, kehebatanmu dan kecintaan warga padamu tidak terletak pada seberapa jago ‘congor’mu cuap-cuap. Tetapi pada seberapa serius kamu berusaha mewujudkan apa yang kamu katakan, dan seberapa tulus kamu melakukan itu pada warga yang kau sudah janjikan.kira-kira dengan bahasa sarkasme, begitulah pesan yang menggema.
Pukulan telak itu adalah soal DP rumah nol rupiah yang hanya hidup dalam angan-angan, telah dibalas secara cantik dengan DP 1 persennya Pemerintahan Jokowi yang membumi, dan rumahnya bahkan sudah ada, yang jadi.
Presiden Jokowi memang terus berkomitmen untuk mewujudkan program satu juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ini rumah yang benar-benar rumah bukan bualan, dan TIDAK ada batasan bahwa yang bisa memilikinya adalah bagi mereka yang punya gaji 7 – 10 juta.
Kalau harus yang punya gaji 7 – 10 juta baru bisa dapat rumah DP nol rupiah, maka tetangga saya akan bilang, “Ini niat nggak sih bantu orang miskin untuk bisa punya rumah….” Dalam hati saya, mas….mas….itu kan waktu kampanye, mana ada rumah DP nol rupiah di alam semesta ini. Kalau tinggal di hutan mungkin iya. Bukan hanya nol rupiah tapi minus rupiah sekalian.
Nah, dalam kunjungannya ke Balikpapan, Kalimantan Timur hari ini, Jokowi meninjau proyek rumah murah dengan DP 1 persen yang berlokasi di Kecamatan Balikpapan Utara. Lalu dengan tersenyum saat ditanya-tanyai wartawan Presiden kita ini mengatakan begini, “Ini perumahan yang disubsidi oleh pemerintah baik yang disubsidi uang muka maupun yang disubsidi bunga, jadi ini rumah dengan DP 1 persen betul-betul.”
Kata-kata Presiden manis sekali bukan. “….Jadi ini rumah dengan DP 1 persen betul-betul…” Berarti kan Presiden Jokowi sudah tau bahwa rupanya ada yang ndak betul betul hahahaha…. Selera humor Presiden kita ini tinggi juga. Berkelas. Nyindirnya halus.
Menurut Presiden, sebanyak 500 unit rumah tapak telah dibangun di proyek perumahan bernama Pesona Bukit Batuah ini dari total target 4000 unit rumah. Masih akan terus dibangun sesuai target.
Bagaimana harganya? Oow, tidak perlu tunggu gaji Anda sudah di atas 7 – 10 juta dulu baru boleh dapat rumah ini. Menurut Jokowi setelah dia tanya ke pembeli, harga rumah itu sekitar Rp.128-135 juta, lalu cicilannya tergantung . Jadi umpamanya 10 tahun maka sebulan harus dicicil sekitar Rp.1,3 juta.
Tetapi kalau dicicil selama 15 tahun maka sebulan ‘hanya’ bayar Rp.1,050 juta. Bagaimana kalau untuk cicilan 20 tahun? Ya lebih murah lagi dong, yaitu sekitar Rp.780 ribuan saja. Ini perbulan, jadi untuk masyarakat kurang mampu tentu subsidi yang pemerintah berikan pasti amat sangat membantu. Daripada yang 0 rupiah tapi harus punya gaji minimum 7 juta!
Presiden kemudian menekankan lagi bahwa  program serupa ini juga akan dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia. “Ini memang setiap tahun akan kita tambah terus tergantung kebutuhan lapangan,” kata Jokowi. Keren kali Presiden kita ini. Membangun dari pinggiran sudah pasti jalan.
Jokowi sangat serius dengan proyek ini, bahkan untuk mengurangi adanya penyimpangan, Presiden kembali menegaskan bahwa akan dilakukan pengecekan yang menyeluruh kepada pembeli proyek rumah tersebut agar penerimanya merupakan masyarakat yang memang membutuhkan.
Dalam proyek pengadaan rumah murah ini, pemerintah bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai Bank BUMN yang khusus bergerak di bidang kredit kepemilikan rumah. Untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah yang diusung Pemerintah sejak bulan April 2015, hingga Juni 2017, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk sekitar 1,44  juta unit dengan nilai total Rp156 triliun (Data Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden).
Bagaimana dengan program 0 rupiah? Nggak usah ditanyalah, kirim ke laut saja sebab hanya bikin sakit hatinya orang miskin. Itu yang punya gaji tidak menyentuh angka 7 juta juga harus gigit jari, kalau perlu jari kaki juga digigit.
Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno dengan entengnya bilang bahwa program rumah DP 0 rupiah yang dia gagas bersama Anies Baswedan adalah untuk masyarakat berpenghasilan antara Rp 7 hingga Rp 10 juta.
“Itu yang mereka harus dipastikan mereka bisa sanggup mencicil. Karena DP 0 rupiah kategorinya untuk pendapatan sekitar Rp 7-Rp 10 juta per bulan. Kalau di bawah itu enggak cocok untuk pola rumah dengan DP 0 rupiah,” kata Sandiaga ditemui di posko pemenangannya di Melawai, Jakarta (Lengkapnya baca di sini: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/12/11173641/sandiaga.dp.0.rupiah.untuk.pendapatan.rp.7.juta-rp.10.juta.per.bulan)
Mereka berdua tentu bukan Jokowi. Beda jauh. Jokowi menunjukkan kapabilitas dirinya. Dia mewujudkan apa yang disebut orang sebagai ‘melayani dengan hati, bekerja dengan tulus’. Tidak memuja kemahiran berkata-kata, tetapi selalu mengandalkan proses dan hasil kerja…kerja…kerja.
Salah satu keberhasilan seorang pemimpin adalah membuat program yang outputnya dapat dirasakan dan dinikmati warga secara maksimal. Jokowi berhasil membangun banyak infrastruktur yang dapat dinikmati orang banyak, termasuk rumah DP satu rupiah ini.
Semoga kata-kata indah Immanuel Kant berikut ini dapat mengakhiri tulisan ini dengan damai (Bagi yang benci Jokowi sampai ke ubun-ubun, monggo untuk nggak usah baca) “We are not rich by what we possess but by what we can do without.”

Polisi ringkus dua pengeroyok Hermansyah

Jakarta (ANTARA News) - Petugas gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur dan Polres Kota Depok meringkus dua pelaku lainnya yang diduga terlibat pengeroyokan ahli telematika Hermansyah yakni DO dan R.

"Kita tangkap di Bandung," kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Hendy F Kurniawan melalui keterangan tertulis di Jakarta Rabu (12/7) malam.

Hendy mengungkapkan petugas masih memburu seorang pelaku lainnya berinisial ER berdasarkan keterangan istri Hermansyah, Irina Ustinova.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, jumlah pelaku yang mengeroyok Hermansyah sebanyak lima orang dengan menggunakan dua unit mobil.

Selain menangkap DO dan R, petugas telah menyita mobil Yaris yang digunakan Lauren Paliyama bersama tersangka DO dan ER.

Sebelumnya, Hermansyah terlibat pertengkaran dengan pengemudi lain berjumlah lima orang yang berujung pembacokan usai kendaraannya bersenggolan di Tol Jagorawi Jakarta Timur pada Minggu (9/7) sekitar pukul 04.00 WIB.

Petugas gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur dan Polres Kota Depok telah meringkus pelaku pengeroyokan Hermansyah yakni Edwin Hitupeuw dan Lauren Paliyama di Jalan Dewi Sartika Depok usai menyembunyikan kendaraan yang bersenggolan dengan mobil korban di Bandung Jawa Barat pada Rabu (12/7) pukul 01.00 WIB.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017