Presiden Jokowi Resmikan Proyek Rumah DP 1 Persen di Kaltim, Tamparan Keras Bagi Pencetus DP Nol Rupiah!
Presiden kita ini biar badannya kurus, tetapi otaknya pintar dan selera humornya tinggi. Situasi panas dan semenegangkan apapun bisa dihadapi dengan ketenangan tingkat dewa. Untuk hal-hal tertentu, Jokowi sanggup menyindir secara halus dan seolah tak kentara. Apapun yang ia katakan. Ia lakukan. Ia pertontonkan pasti selalu ada pesan di balik itu semua. Ia maestro pertunjukkan yang sanggup memukau siapa saja dalam sekali pentas.
Bayangkan saja, ketika dia dihina dan dikata-katai macam-macam, misalnya oleh si Jonru kutu itu, Jokowi dengan tenangnya malah ke Sumba, naik kuda ia di sana. Ketika ada yang ‘ngotot’ ibukota nggak boleh pindah, kata jokowi: Tetap pindah. Hehehehe…Ketika ada yang grasak grusuk sibuk cari cara mengutak ngatik dasar negara Pancasila, Jokowi keluarkan Perppu, termasuk pembubaran ormas radikal.
Sekali lagi, dalam sebuah permainan catur, Jokowi itu ibarat Grand Master yang sudah malang melintang ikut kejuaraan dunia. Lawan adu menteri, Jokowi malah memberi menterinya secara gratis, asal raja lawan bisa di-skak mati dalam tiga langkah ke depan. Semua sudah diperhitungkan dengan cermat. Lawan tawarkan remis, Jokowi malah tertawa dan bilang, 10 langkah ke depan raja kamu bakalan terkapar tak berdaya. Itu Jokowi. Dia berpikir beberapa langkah ke depan, sementara orang lain baru bangun dari mimpi buruk dan coba-coba melangkah satu dua tertatih-tatih.
Hari ini pukulan telak kembali dilakukan Jokowi. Tidak sampai membuat lawan knock out sih. Tetapi paling nggak ada pesan penting yang tersampaikan. Gaungnya keras menghantam. Pesan itu adalah, kehebatanmu dan kecintaan warga padamu tidak terletak pada seberapa jago ‘congor’mu cuap-cuap. Tetapi pada seberapa serius kamu berusaha mewujudkan apa yang kamu katakan, dan seberapa tulus kamu melakukan itu pada warga yang kau sudah janjikan.kira-kira dengan bahasa sarkasme, begitulah pesan yang menggema.
Pukulan telak itu adalah soal DP rumah nol rupiah yang hanya hidup dalam angan-angan, telah dibalas secara cantik dengan DP 1 persennya Pemerintahan Jokowi yang membumi, dan rumahnya bahkan sudah ada, yang jadi.
Presiden Jokowi memang terus berkomitmen untuk mewujudkan program satu juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ini rumah yang benar-benar rumah bukan bualan, dan TIDAK ada batasan bahwa yang bisa memilikinya adalah bagi mereka yang punya gaji 7 – 10 juta.
Kalau harus yang punya gaji 7 – 10 juta baru bisa dapat rumah DP nol rupiah, maka tetangga saya akan bilang, “Ini niat nggak sih bantu orang miskin untuk bisa punya rumah….” Dalam hati saya, mas….mas….itu kan waktu kampanye, mana ada rumah DP nol rupiah di alam semesta ini. Kalau tinggal di hutan mungkin iya. Bukan hanya nol rupiah tapi minus rupiah sekalian.
Nah, dalam kunjungannya ke Balikpapan, Kalimantan Timur hari ini, Jokowi meninjau proyek rumah murah dengan DP 1 persen yang berlokasi di Kecamatan Balikpapan Utara. Lalu dengan tersenyum saat ditanya-tanyai wartawan Presiden kita ini mengatakan begini, “Ini perumahan yang disubsidi oleh pemerintah baik yang disubsidi uang muka maupun yang disubsidi bunga, jadi ini rumah dengan DP 1 persen betul-betul.”
Kata-kata Presiden manis sekali bukan. “….Jadi ini rumah dengan DP 1 persen betul-betul…” Berarti kan Presiden Jokowi sudah tau bahwa rupanya ada yang ndak betul betul hahahaha…. Selera humor Presiden kita ini tinggi juga. Berkelas. Nyindirnya halus.
Menurut Presiden, sebanyak 500 unit rumah tapak telah dibangun di proyek perumahan bernama Pesona Bukit Batuah ini dari total target 4000 unit rumah. Masih akan terus dibangun sesuai target.
Bagaimana harganya? Oow, tidak perlu tunggu gaji Anda sudah di atas 7 – 10 juta dulu baru boleh dapat rumah ini. Menurut Jokowi setelah dia tanya ke pembeli, harga rumah itu sekitar Rp.128-135 juta, lalu cicilannya tergantung . Jadi umpamanya 10 tahun maka sebulan harus dicicil sekitar Rp.1,3 juta.
Tetapi kalau dicicil selama 15 tahun maka sebulan ‘hanya’ bayar Rp.1,050 juta. Bagaimana kalau untuk cicilan 20 tahun? Ya lebih murah lagi dong, yaitu sekitar Rp.780 ribuan saja. Ini perbulan, jadi untuk masyarakat kurang mampu tentu subsidi yang pemerintah berikan pasti amat sangat membantu. Daripada yang 0 rupiah tapi harus punya gaji minimum 7 juta!
Presiden kemudian menekankan lagi bahwa program serupa ini juga akan dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia. “Ini memang setiap tahun akan kita tambah terus tergantung kebutuhan lapangan,” kata Jokowi. Keren kali Presiden kita ini. Membangun dari pinggiran sudah pasti jalan.
Jokowi sangat serius dengan proyek ini, bahkan untuk mengurangi adanya penyimpangan, Presiden kembali menegaskan bahwa akan dilakukan pengecekan yang menyeluruh kepada pembeli proyek rumah tersebut agar penerimanya merupakan masyarakat yang memang membutuhkan.
Dalam proyek pengadaan rumah murah ini, pemerintah bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai Bank BUMN yang khusus bergerak di bidang kredit kepemilikan rumah. Untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah yang diusung Pemerintah sejak bulan April 2015, hingga Juni 2017, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk sekitar 1,44 juta unit dengan nilai total Rp156 triliun (Data Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden).
Bagaimana dengan program 0 rupiah? Nggak usah ditanyalah, kirim ke laut saja sebab hanya bikin sakit hatinya orang miskin. Itu yang punya gaji tidak menyentuh angka 7 juta juga harus gigit jari, kalau perlu jari kaki juga digigit.
Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno dengan entengnya bilang bahwa program rumah DP 0 rupiah yang dia gagas bersama Anies Baswedan adalah untuk masyarakat berpenghasilan antara Rp 7 hingga Rp 10 juta.
“Itu yang mereka harus dipastikan mereka bisa sanggup mencicil. Karena DP 0 rupiah kategorinya untuk pendapatan sekitar Rp 7-Rp 10 juta per bulan. Kalau di bawah itu enggak cocok untuk pola rumah dengan DP 0 rupiah,” kata Sandiaga ditemui di posko pemenangannya di Melawai, Jakarta (Lengkapnya baca di sini: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/12/11173641/sandiaga.dp.0.rupiah.untuk.pendapatan.rp.7.juta-rp.10.juta.per.bulan)
Mereka berdua tentu bukan Jokowi. Beda jauh. Jokowi menunjukkan kapabilitas dirinya. Dia mewujudkan apa yang disebut orang sebagai ‘melayani dengan hati, bekerja dengan tulus’. Tidak memuja kemahiran berkata-kata, tetapi selalu mengandalkan proses dan hasil kerja…kerja…kerja.
Salah satu keberhasilan seorang pemimpin adalah membuat program yang outputnya dapat dirasakan dan dinikmati warga secara maksimal. Jokowi berhasil membangun banyak infrastruktur yang dapat dinikmati orang banyak, termasuk rumah DP satu rupiah ini.
Semoga kata-kata indah Immanuel Kant berikut ini dapat mengakhiri tulisan ini dengan damai (Bagi yang benci Jokowi sampai ke ubun-ubun, monggo untuk nggak usah baca) “We are not rich by what we possess but by what we can do without.”
