Mulai dari Isis Sampai Rencana Pembunuhan Ahok Lewat Telegram, Bos Telegram Meminta Maaf
Kita harus membuka mata bahwa saaking amannya, aplikasi Telegram memang banyak digunakan anggota ISIS untuk berkomunikasi dan menyebarkan propagandanya. Hal ini karena aplikasi Telegram menggunakan enkripsi untuk data penggunanya, celah inilah yang dimanfaatkan oleh kelompok militan Isis dalam melakukan berbagai bentuk komunikasi.
Sebenarnya pihak aplikasi ini mengetahui terkait hal ini, pemilik aplikasi Telegram Pavel Durov mengatakan jika ia mengetahui jika platform mereka digunakan ISIS. Namun, ia tidak mengambil tindakan karena privasi pengguna memang menjadi fokusnya, seperti yang dilansir oleh Engadget.com (20/11/15).
Fakta aneh yang ditemukan antara adanya komunikasi yang dilakukan oleh Bahrun Nai, padahal Bahrun Naim berada jauh di Raqqa sana, sementara para pelaku yang berhasil ditangkap berada di Indonesia. Mereka memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan untuk berkoordinasi, dan yang paling sering digunakan oleh kelompok ini adalah Telegram.
Telegram merupakan aplikasi tukar pesan yang memiliki sistem enkripsi dan memungkinkan penggunanya untuk menghapus pesan dengan pengatur waktu. Telegram diyakini sebagai alat komunikasi favorit kelompok radikal Islamic State (ISIS) lalu mengapa kita seperti kebakaran jenggot dengan pembolokiran ini.
Hasil studi dari perusahaan keamanan siber Flashpoint pada pertengahan 2016, menyatakan bahwa Facebook dan Twitter juga dimanfaatkan ISIS untuk menyebar propaganda. Tetapi, dua perusahaan itu secara agresif menutup akun pengguna yang terkait ISIS pasca serangan Paris, 13 November lalu.
Sejak saat ini, Flashpoint meyakini kelompok ISIS menggunakan Telegram lebih sering.
Namun atas nama privasi telegram tidak bisa berbuat apa-apa terkait aplikasinya dipergunakan oleh kelompok radikal, walupun kita akui bahwa bukan hanya telegram tetapi Facebook juga menjadi tempat favorit bagi Isis melakukan propagandanya. Tetapi kita lihat bagaimana Facebook mulai ketat apalagi untuk akun baru jika anda mencoba membuka akun baru lalu mencoba membagikan satu atau dua artikel maka akun anda akan diblokir sementara sembari anda harus mengkonfirmasi sejumlah data atau identitas anda.
Anggota ISIS mendaftar akun di Telegram dengan nomor telepon palsu melalui aplikasi penyedia nomor virtual. Beberapa juga tidak menggunakan username atau memakai username palsu. Komunikasi dilakukan melalui grup-grup tertutup yang diundang melalui tautan khusus (invite link) dan akan selalu diperbarui.
Telegram juga memiliki fitur channel.
Satu yang membuat pengguna dapat mengirim pesan broadcast ke banyak orang. Setelah beberapa channel dari ISIS diblokir oleh Telegram tahun lalu, kini, ISIS menggunakan invite link tersebut untuk mendapatkan akses ke dalam channel ISIS yang tidak berdasarkan username, sehingga lebih sulit dilacak. Olehnya itu, tak heran jika pemerintah mengambil langkah tegas alias menyediakan payung sebelum hujan.
Lalu bagimana dengan Ahok, ada pernyataan mengejutkan dari Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Pol Setyo Wasisto, menyampaikan Polri telah memberikan laporan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait ancaman pembunuhan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melalui aplikasi percakapan, Telegram.
Dalam rilisnya di viva.co.id Jendral Wasito menyampaikan bahwa bahwa ancaman pembunuhan Ahok melalui telegram jelas ada laporannya, sudah diserahkan ke Menteri Kominfo. Sehingga ancman terhadap ahok ini bukanlah isapan jempol belaka.
Sangat mengejutkan adalah ada tujuh ratus halaman laporannya. Laporan Menkominfo itu tentang Telegram ada tujuh ratus, terkait dengan berbagai hal. Ada ujaran kebencian, ada ancaman, ada terorisme, banyak. Dan Telegram sudah disomasi oleh Kementerian Kominfo, tapi tidak ada respons. Oleh sebab itu aplikasi tersebut diblokir.
Awal mulaynya pesan ancaman kepada Ahok mencuat setelah aplikasi pesan singkat, Telegram, resmi diblokir pemerintah. Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat bahkan mengakui bahwa ia mendapatkan bocoran ancaman pembunuhan Ahok melalui aplikasi percakapan tersebut.
Ada yang harus kita sadari betul bahwa alasan Telegram diblokir karena dianggap memuat kanal bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Namun bagi pecinta aplikasi ini tak perlu khawatir sebab permintaan maaf itu terkait pengoperasian layanan chat Telegram di Tanah Air telah dilayangkan oleh bos telegram bahkan ia akan mengambil langkah teknis guna bisa secepatnya bisa mengembalikan keadaan. Bos telegram Pavel Durov, menyodorkan tiga solusi menjawab pemblokiran aplikasi pesan singkat Telegram di Indonesia. Salah satunya, yakni terkait upaya memblokir semua saluran publik teroris yang sebelumnya telah dilaporkan Kemkominfo.
