Persahabatan Timun dan Tomat di Kebun Ajaib
Di sebuah kebun kecil yang penuh warna, hiduplah berbagai macam sayuran. Ada Timun yang tinggi, ramping, dan selalu tenang. Ada juga Tomat yang bulat, ceria, dan penuh semangat. Meski bentuk dan sifat mereka berbeda, keduanya sangat akrab dan tak terpisahkan.
Suatu hari, datanglah hujan deras yang mengguyur kebun. Tanah menjadi becek, batang-batang sayuran lain mulai roboh karena tak kuat menahan air. Timun, dengan tubuhnya yang tegak, mencoba bertahan, namun angin kencang membuatnya hampir tumbang.
Melihat itu, Tomat segera melompat-lompat kecil mendekati sahabatnya. Dengan dedaunan rimbunnya, Tomat menahan terpaan air dan angin agar Timun tetap berdiri kokoh.
“Bertahanlah, sahabatku! Aku ada di sini untukmu,” kata Tomat sambil tersenyum meski tubuhnya ikut terguncang.
Timun terharu. “Terima kasih, Tomat. Tanpamu, mungkin aku sudah roboh.”
Setelah badai reda, keduanya masih berdiri bersama. Sayuran lain di kebun pun kagum pada persahabatan mereka. Sejak saat itu, Timun dan Tomat semakin akrab, saling melengkapi, dan menjadi simbol persahabatan yang kuat di kebun ajaib itu.
Dan siapa sangka? Karena persahabatan itu, mereka berdua selalu dipetik bersamaan oleh petani—menjadi pasangan yang lezat dalam setiap hidangan, dari salad hingga sambal segar.